Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Tergoda


__ADS_3

Tungkai kokoh Erkan melangkah lebar, mengabaikan begitu banyak mata yang mengarah kepadanya. Menyembunyikan wajah kekasihnya yang terlihat tidak baik didalam dekapannya.


Ditambah lagi dengan beberapa orang bertubuh besar yang ada belakang tubuh Sang Lord, semua pengunjung The Green Planet pasti berpikir kalau mereka bukan orang biasa.


"Kalian selesaikan dengan cepat!" titahnya.


Tiga orang pria yang ada di belakang tubuh Erkan menunduk patuh, sedangkan dua orang sisanya tetap mengikuti Sang Lord keluar dari area gedung. Erkan ingin segera membawa Sheena ke rumah danau, membersihkan tubuh kekasihnya dan membiarkan Sang Princess beristirahat.


Rahang Erkan mengetat, kala melihat lebam di salah satu pipi Sheena. Sang Lord segera mempercepat langkahnya, membiarkan dua pengawalnya sedikit kewalahan.


"Aku akan pergi sendiri, kalian berdua kembali ke istana! awasi gadis itu, jangan biarkan dia keluar!" titahnya.


"Baik Yang Mulia!"


Erkan segera masuk kedalam mobil, setelah salah satu dari pengawalnya membuka pintu- menempatkan tubuh Sheena dengan perlahan dan hati hati. Bahkan sebelum Erkan menjauh, dia masih sempat mengusap lembut pipi lebam kekasihnya.


"Aku akan membalasnya," bisik Erkan.


🍒


🍒


🍒


Selama di perjalanan Erkan tidak pernah bosan untuk melirik pada Sheena yang tertidur pulas.

__ADS_1


Dan sekarang Sang Princess sudah berada di atas tempat tidur. Erkan menatap lekat wajah kekasihnya, satu tangannya terulur untuk mengusap pipi lebam Sheena, lalu memberikan kecupan dalam dan cukup lama di area itu.


"Maaf, aku datang terlambat," lirihnya.


Tatapan Erkan terus menyusuri tubuh Sheena dari ujung rambut hingga kaki. Kedua mata Erkan terpaku pada gaun lusuh yang masih melekat di tubuh kekasihnya.


"Aku akan mengganti gaun mu, maaf kalau kau tidak nyaman," sekali lagi Erkan memberikan kecupan di ujung hidung Sheena.


Perlahan Sang Lord membuka gaun lusuh dan kotor yang dipakai Sheena dengan cara mengguntingnya. Erkan melakukannya dengan cara hati hati  Sheena yang tertidur seperti orang mati tidak bereaksi sama sekali.


Tubuhnya terlalu lelah, walaupun sebenarnya dia ingin sekali membuka kedua mata, tapi dirinya lebih memilih membiarkan Erkan melakukan apa yang ingin pria itu lakukan. Sheena yakin dan percaya, Erkan tidak akan pernah menyakitinya- apa lagi menyentuhnya tanpa izin.


Satu persatu kain yang membalut tubuh Sang Princess terlepas, menyisakan br*a dan underware senada yang hanya menutupi area sensitifnya. Membuka Erkan memalingkan wajahnya, bahkan sekarang Sang Lord merasa salah tingkah sendiri.


Ini bukan pertama kalinya dia menelanjangi Sheena, tapi rasanya tetap sama. Erkan mengusap wajahnya kasar, sebelum dia meraih selimut untuk menutupi tubuh kekasihnya.


"Jangan tinggalkan aku," pintanya lirih.


Erkan terkesiap, tubuh besarnya kembali menghantam tempat tidur. Bahkan sekarang posisinya sudah berada di atas tubuh Sheena. Menatap kedua netra biru yang menatap kosong padanya- tapi dapat menghipnotisnya. Membuat Erkan enggan berpaling dari kedua netra indah itu, tidak ada ekspresi didalamnya- namun entah kenapa tatapan Sheena begitu mematikan dimatanya.


"Aku akan mengambil air untuk membersihkan tubuh mu, Sunshine," bujuknya.


Sheena menggeleng, gadis itu malah menarik tangan Erkan- membuat tubuh besar itu semakin merapat padanya.


"Aku merindukan mu,"

__ADS_1


Erkan memejamkan kedua matanya, hatinya meledak hebat saat mendengar dua kata yang di ungkapkan oleh Sheena. Masa bodoh dengan posisi dan keadaan mereka saat ini, Erkan semakin mendekatkan dirinya pada Sheena.


Menyatukan dahi keduanya, menatap lekat wajah gadis yang selama beberapa hari ini dia khawatirkan.


"Of crouse, i miss you so much," bisik Erkan.


Entah setan apa yang merasukinya, Erkan segera memagut bibir pucat kekasihnya. Mengecap lembut dan merasakan manisnya bibir Sheena untuk pertama kalinya.


Mengabaikan Sheena yang terkejut, sangat terkejut. Sheena tidak menyangka kalau Erkan akan menyerang bibirnya.


"Akara?" lirihnya.


Sheena memperingtkan kekasihnya, saat cumbuan Erkan semakin tidak terkendali. Bahkan rahang serta leher Sheena sudah tidak perawan lagi karena ulah kekasihnya.


"Akara, kalau aku hamil bagaimana? nanti Mommy marah pada kita,"


Gerakan Erkan terhenti, pria itu mengerjab cepat- lalu menjauh dari tubuh kekasihnya dan bergegas menuju kamar mandi.



NGAPAIN KE KAMAR MANDI BANG, KOCOK ARISAN YAK? AKU IKUTAN DONG


**HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH😘😘😘**


__ADS_2