
Cengkeramannya di kemudi semakin mengerat, kedua rahangnya mengetat- menahan semua rasa yang siap meledak kapan saja.
Tanpa ragu Sang Lord menambah kecepatan mobilnya, membelah jalanan bergurun- yang akan membawanya ke tempat biasa.
Tempat yang bisa menumpahkan segala emosi dan adrenalin nya yang saat ini tengah memuncak.
Area balap liar!
Lord Erkan memukul kemudinya dengan kencang, saat kembali mengingat ucapan dan wajah sendu gadisnya.
"Bodoh!" umpatnya pada diri sendiri.
"Seharusnya aku tidak terburu buru seperti ini. Astaga, aku pasti membuat Oceana ketakutan," sambungnya penuh penyesalan.
Lord Erkan semakin menekan pedal gas, laju mobil Ferarri hitam yang dia kendarai semakin kencang. Bahkan saat tempat yang Erkan tuju sudah terlihat, Sang Lord sama sekali tidak mengurangi kecepatannya.
Hingga akhirnya ada sebuah bendera hitam putih berkibar, dengan cepat Erkan menekan pedal remnya sekuat tenaga- menimbulkan decitan keras yang diakibatkan oleh gesekan ban mobil dengan jalanan beraspal.
Mobil Ferarri yang di kendari Erkan, bahkan berputar di satu titik- sebelum berhenti dengan sempurna. Lord Erkan terlihat menghela napas kasar, setelah memantapkan hati- Sang Lord keluar dari dalam mobil.
Kedatangan Erkan, disambut oleh para penghuni tempat itu- terutama para kaum hawa. Banyak diantara para gadis menatap nakal padanya, bahkan secara terang terangan menggoda untuk mendapatkan perhatiannya.
Erkan menatap lurus, tanpa ingin menoleh sedikit pun. Mood nya sedang tidak baik, dia tidak ingin kedatangannya hanya membuat keributan.
__ADS_1
"Wo wo wo, My Lord! aku tidak menyangka kau akan datang. Sudah berapa lama vakum? 1 2 atau 4 minggu, aku sampai lupa menghitungnya. Oke, bagaimana kabar mu My Lord? apa kau sudah siap membantai mereka, seperti waktu itu?" pria bertato di leher itu segera menyambut kedatangan Erkan.
Tanpa ingin menyahuti, Sang Lord lebih memilih duduk di kursi yang tadi di duduki oleh pria bertato di leher. Tangan Erkan meraih satu kaleng minuman bersoda tanpa ragu, kedua mata Sang Lord memindai ke setiap area balap.
"Siapa lawan ku?" tanya Erkan, setelah dia meneguk habis minumannya.
Si pria bertato di leher terlihat bersorak senang, saat pembalap kesukaannya kembali ke jalanan.
"Oh My Lord, malam ini kau beruntung sekali- kau lihat disana?"
Erkan menoleh, mengikuti arah yang di tunjuk oleh penyelenggara sekaligus moderator di area balap ini.
"Pria itu, dia Putra Mahkota dari keluarga bangsawan seperti mu. Walaupun kabar yang berhembus dia hanya anak angkat, karena Putra Mahkota sebelumnya tidak memiliki pewaris laki laki. Ck ck ck, beruntung sekali bukan?" sambungnya dengan wajah berbinar.
Tapi yang pasti, Si Putra Mahkota yang akan menjadi rivalnya balapan nya kali ini, terlihat sedikit lebih dewasa- mungkin pria itu berusia di atas Erkan beberapa tahun.
"Apa taruhannya?" tanya Erkan tanpa ingin mengalihkan pandangannya.
"Sebuah apartment mewah, kelas eksklusif," sahut sang moderator.
Erkan tersenyum samar, tangannya kembali meraih satu kaleng minuman- sebelum dia bangkit dan terlihat mendekat ke arah rivalnya.
Erkan mengangkat kaleng minuman itu tinggi tinggi, salah satu sudut bibirnya terangkat saat melihat sang rival jalanan nya menoleh.
__ADS_1
Semua orang yang ada disana sangat paham dengan kode yang di berikan Erkan. Kecuali anggota baru, yang masuk setelah Erkan vakum beberapa waktu belakangan ini.
"Ayo kita mulai!" ujarnya tenang, namun mampu adrenalin para rivalnya bergelora.
Erkan berbalik sembari membuka kaleng soda ditangannya, meneguknya sedikit- sebelum membuangnya saat Sang Lord akan masuk kedalam mobil.
Beberapa orang berseru, saat Erkan sudah berada dia depan kemudi. Kedua mata tajamnya menatap pria yang juga mulai masuk kedalam mobil Buggati silver nya.
Lord Erkan mengusap bibir bawahnya seduktif, sebelum dia menyunggingkan salah satu bibirnya.
"Aku akan pulang sedikit lebih malam Sunshine, jadi tidurlah dengan nyenyak. Setelah selesai, aku akan menemui mu di kamar nanti," gumamnya pelan, sembari menatap lekat potret seorang gadis berambut panjang, tengah tersenyum sembari memejamkan kedua mata- yang tergantung di spion dalam mobilnya.
"Let's play, baby!"
**DIBAWA MUTER KAYAK GITU, AUTO MABOK NENG BWUUAAANGGG 😰😰😰😰
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYYYY MUUAACCHH**
__ADS_1