Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Keajaiban


__ADS_3

Sheena merasakan jantungnya berdetak lebih cepat, saat dokter mulai memeriksa kedua bola matanya. Sang Princess membeku, tangan yang sedari tadi meremas lengan Erkan- terlihat semakin mengerat, Sheena berharap pemeriksaan ini akan sesuai dengan keinginan mereka semua.


"Bagaimana Dok?"


Sepertinya Erkan sudah tidak sabaran, Sang Lord berharap seperti sama Sheena. Pemeriksaan sang dokter, sesuai dengan keinginan mereka saat ini.


"Ini seperti keajaiban, saya baru menemukannya pertama kali ini. Akibat benturan yang terjadi di kepala belakang Tuan Putri, saraf penglihatannya kembali berfungsi. Saya rasa, Tuan Putri bukan buta secara permanen- melainkan ada salah satu saraf yang bermasalah di tengkorak bagian belakangnya selama ini,"


Penuturan sang dokter membuat Erkan dan Sheena saling tatap, netra keduanya terkunci- tatapan dalam yang Erkan berikan menerbitkan senyum tipis di bibir istrinya.


"Jadi, istri saya baik baik saja sekarang?" Erkan masih belum puas dengan jawaban yang dokter berikan.


"Secara medis, Tuan Putri baik baik saja. Saya hanya akan menyarankan Tuan Putri agar cek up rutin saja, selebihnya menjaga pola makan- makanan yang banyak mengandung vitamin A sangat bagus untuk Tuan Putri," dokter pria itu tersenyum simpul, dia berjalan menjauh dari Sheena.


Mendudukkan diri di kursi kebesarannya, mencatat hasil pemeriksaan dan memberikan resep obat untuk pasiennya.


"Saya hanya akan memberikan Tuan Putri vitamin, anda bisa menebusnya sendiri Yang Mulia,"


Erkan mengangguk, tanpa berminat menatap atau sekedar menoleh pada dokter keluarga Albarack itu. Erkan lebih memilih membantu Sheena bangun, mengangkat tubuh Sang Princess agar lebihudah turun dari atas tempat tidur.

__ADS_1


                        🍒RTSL🍒


Selepas pemeriksaan, kini sepasang sejoli itu tengah berjalan santai menyusuri lorong rumah sakit yang lumayan ramai.


Keduanya bersikap seperti warga biasa, tanpa ada embel embel kebangsawanan yang biasa melekat. Bahkan Erkan melarang Ezar atau pun Lionel serta para pengawal Albarack ikut bersama mereka. Erkan dan Sheena ingin menikmatk waktu berdua sebagai orang biasa, tanpa pengawalan.


Berpakaian sebebas mungkin, tanpa mengharuskan mereka di nilai baik oleh orang lain. Seperti sekarang, Erkan hanya memakai celana jeans dipadukan dengan kaos abu abu pas body, membuat tubuh kekar berototnya tercetak sempurna.


Sedangkan Sheena, Sang Princess memakai kemeja longgar- dipadukan dengan celana jeans yang membuatnya terlihat berbeda dari biasanya.


"Setelah ini, kita mau kemana lagi?"


Erkan menunduk, salah satu sudut bibirnya terangkat- tangan besarnya terulur untuk menyentuh pucuk kepala istrinya. Mengacak rambutnya gemas, lalu merengkuh tubuh kecil Sheena agar semakin menempel padanya.


"Kemana pun kau mau, aku siap mengantar mu, Ratuku,"


Kedua sudut bibir Sheena berkedut, Sang Princess berusaha menahan senyumannya- agar tidak terlihat konyol di depan orang orang yang tengah menatap ke arahnya.


"Benarkah?" tanya Sheena geli.

__ADS_1


Ingin rasanya dia tertawa, namun demi kenyamanan suaminya Sang Princess berusaha se-anggun mungkin. Dirinya tidak ingin mempermalukan Erkan, malu bukan dalam artian buruk- tapi menjaga wibawa Sang Lord di muka umum.


Walaupun mungkin orang-orang yang mereka lewati saat ini tidak mengenali keduanya, tapi Sheena tidak tahu pasti kalau diantara orang-orang itu ada yang mengenali Sang Putra Mahkota Albarack, namun memilih untuk berdiam diri.


"Kau mau kemana, hm?" dengan gemas Erkan mencubit ujung hidung Sang Princess.


Wanita itu tertawa kecil, sembari menggosok hidungnya.


"Aku mau ke-,"


"Wah, aku tidak menyangka bisa bertemu dengan kalian disini. Apa Putra Mahkota Albarack sedang mengintai keadaan putraku, memastikan dia sudah mati atau belum?"



**HOLLA MET SIANG EPRIBADEH


ADA YANG KANGEN GAK SAMA LORD ERKAN?


HEHE SORRY KEMAREN LIBUR SEHARI, MAKLUM CEWEK SIBUK DI DAPUR 😫😫🎂

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH😘😘**


__ADS_2