
Senyuman tipis Sheena terbit, ibu muda itu memakan salad buah dan sayurnya dengan lahap- sementara kedua matanya terus saja tertuju pada Erkan yang tengah menimang Baby Anyelir.
Bayi perempuan cantik yang dia lahirkan satu hari yang lalu. Kondisi tubuh Sheena mulai membaik, perlahan na*fsu makannya mulai kembali- setelah kemarin tidak ingin memakan apa pun.
Saat ini dirinya masih berada di rumah sakit, hanya bertiga bersama Erkan dan Anyelir. Sementara Yasmine dan Elvier, kedua Opa dan Oma muda itu tengah mempersiapkan keberangkatan Dahliara ke Indonesia.
Sang Bunga Albarack memutuskan untuk tetap tinggal di Indonesia. Yasmine dan Elvier tidak tahu apa alasan Dahliara begitu kekeuh pada keinginannya, bahkan Erkan sudah membujuk sang adik- namun Dahliara tidak dapat di cegah.
Akhirnya semua menyerah, membiarkan Dahliara pergi ke Indonesia dalam waktu yang cukup lama. Karena menurut Dahliara, dia akan melanjutkan pendidikan serta karirnya di negara indah itu.
"Kau tidak mengantar Liara? bukannya dia akan berangkat hari ini?"
Sheena menatap lembut pada Erkan, Sang Princess menaikan sebelah alisnya saat melihat suaminya tersenyum kecil. Erkan terlihat mendekat, senyuman di bibirnya tidak luntur sedikit pun. Sang Lord meletakan Anyelir di kasur bayinya, lalu Erkan mendekat pada Sheena yang masih menikmati salad nya.
"Ini masih pukul 8 pagi, penerbangan Dahliara pukul 1 siang. Aku masih ingin menemanimu Sunshine,"
Sudut bibir Sheena berkedut, wanita itu meletakan mangkuk salad nya di atas nakas. Sheena menepuk kecil ruang kosong yang ada di sisinya- memerintahkan Sang Lord untuk duduk di dekatnya.
Tanpa menolak, Erkan segera mendudukkan dirinya didekat Sheena- kedua tangannya melingkar erat di tubuh Sang Princess. Mendekap erat, seakan tidak ingin lagi melepaskannya.
"Kenapa Permaisuri Alfuttain belum melihat mu? apa dia tidak ingin melihat cucunya?"
Sheena mendongak mendengar penuturan Erkan. Sang Princes mengedikan bahunya tidak peduli, mungkin wanita yang menjadi ibu kandungnya itu masih sibuk.
"Aku tidak tahu. Biarkan saja, mungkin masih ada kesibukan yang belum bisa di tinggalkan. Akara, aku mau tidur- titip Anye sebentar ya. Kalau dia menangis bangunkan saja aku!"
Sheena memejamkan kedua matanya. Perlahan dirinya masuk kedalam alam mimpi. Membiarkan Erkan mengecupi pucuk kepala serta wajahnya, semalam Sheena tidak dapat tidur- dan pagi ini dia merasakan kantuk yang luar biasa.
🌸RTSL🌸
Dahliara memasukan satu persatu barang barang pribadinya kedalam koper besar. Remaja cantik itu menghembuskan napas kasar, saat melihat area kamarnya. Tempat ternyaman yang dia tinggalkan sebentar lagi, dirinya sudah memutuskan untuk pergi ke Indonesia.
Belajar hidup jauh dari kedua orang tua yang selalu ada untuknya, berdiri dengan kaki sendiri tanpa ingin membawa nama besar bangsawan Albarack saat dia bersosialisasi nanti. Dahliara sudah bertekad untuk hidup sebagai orang biasa, Dahliara tidak akan memperkenalkan diri sebagai putri bangsawan atau pun cucu dari pemilik perusahaan game terbesar di Indonesia.
__ADS_1
Dahliara akan merintis hidup serta karir nya dari bawah, tidak akan ada lagi keistimewaan, atau pun para pengawal profesional yang selalu ada di dekatnya selama 24 jam penuh- termasuk Lionel Alkafi.
Dahliara menghela napas kasar, dia membuang semua hal yang bersangkutan dengan pengawal pribadinya. Mulai dari boneka sampai jaket yang pernah Lionel pilihkan atau berikan padanya saat dulu.
Sudut mata Dahliara melirik pada kardus yang tersimpan di sudut lemari. Didalam benda itu ada banyak barang barang miliknya, yang berhubungan erat dengan Lionel.
"Semuanya sudah siap! ayo kita pergi Dahliara!" monolognya.
Dahliara bangkit, gadis itu mencengkram erat pegangan kopernya. Tubuh tingginya melangkah cepat keluar dari kamar, kedua mata Dahliara menatap lurus kedepan- Sang Flower tidak berniat sedikit pun untuk menoleh atau pun melirik.
Banyak mata yang memperhatikannya, namun Dahliara tidak memperdulikannya- termasuk seorang pria bertato ular dan laba laba yang saat ini tengah menatapnya dalam.
"Aku sudah siap Dad! ayo kita berangkat!"
Elvier menoleh, pria Albarack itu menatap dalam pada putri semata wayangnya. Namun perlahan senyuman tipis Elvier terbit, dia harus merelakan Dahliara pergi.
"Kau tidak ingin berpamitan pada seseorang terlebih dahulu, Sayang?" Elvier menaikan sebelah alisnya, sudut matanya melirik pada Lionel yang masih setia di tempatnya.
"Aku sudah berpamitan pada Paman Ezar, Paman Murad dan Bibi Jumma. Mungkin aku akan menelepon kakak nanti, setelah sampai di bandara. Ayolah Dad, ini sudah telat!" Dahliara kembali melangkah, meninggalkan Elvier dan Yasmine dengan raut bingung.
"Marahnya Dahliara sama seperti mu, Mine. Mengerikan, bahkan sepertinya lebih mengerikan dia saat marah. Aku yakin, terjadi sesuatu diantara Liara dan Lionel,"
Yasmine tidak menanggapi ucapan suaminya, wanita itu hanya menatap dalam saat melihat Lionel pergi menjauh dan berjalan ke arah belakang rumah.
"Setelah ini apa lagi? mereka bakalan maaf'an? terus janji kelingking? enggak mungkin kan, biarin aja. Biarin Si Lionel nyelesain ini sendiri, awas aja kalau kamu ikut bantu!"
Yasmine melenggang pergi, wanita setengah baya itu mengejar Dahliara yang sudah menunggunya di dalam mobil.
"Haah! sepertinya minta maaf tidak akan cukup untuk mu kali ini Li!" ejek Elvier pada Lionel yang sudah tidak ada di tempatnya.
🌸RTSL🌸
Erkan terus saja mengusap kepala Sheena, beberapa kecupan dia berikan untuk istrinya.
__ADS_1
Erkan tersenyum tipis, dia masih tidak menyangka kalau gadis yang dia kagumi sejak pertama kali bertemu, dengan hanya melihat kedua netra biru laut yang terlihat kosong, kini sudah memberinya satu orang putri cantik.
Tangan Erkan terulur mengusap lembut wajah Sheena, mengamatinya dalam dan lekat. Rasanya Erkan tidak akan pernah bosan melihat wajah Sheena sampai kapan pun. Terlebih saat kedua netra indah itu terbuka, rasanya dia tidak akan pernah sanggup mengalihkan kedua matanya pada yang lain.
"Kau terlalu indah untuk di abaikan. Tapi sepertinya, akan ada seseorang yang menyaingi dirimu Sunshine,"
Erkan terkekeh geli, pandangannya teralih pada bayi cantik yang tidak jauh darinya. Bayi yang akan menjadi penerusnya, Erkan bahkan tidak pernah menuntut Sheena untuk melahirkan anak laki laki.
Karena bagi Erkan laki laki atau perempuan itu sama saja. Zaman sekarang banyak pemimpin yang bergender perempuan, tidak ada bedanya dengan laki laki.
Erkan justru akan membuat putrinya kuat luar dalam, menjadi gadis tangguh dan tidak akan mudah di tindas apa lagi di kalahkan.
Anyelir akan tumbuh menjadi gadis cantik yang tangguh, paras ayu yang di miliki Anyelir hanyalah bonus dari Tuhan. Karena karakter serta kepribadian dari dalam dirinya, hanya Anyelir dan lingkungan keluarga Albarack lah yang akan menentukannya nanti.
"Selamat datang di dunia penuh intrik Sayang. Siapkan dirimu sekuat mungkin- Daddy berjanji, akan menjadikan mu gadis bermental kuat! " tekad Erkan.
Dunia bangsawan penuh intrik dan kelicikan, hanya para manusia bermental serta berfisik tangguh lah, yang akan keluar menjadi pemenangnya.
END
TERIMAKASIH PARA PENGGEMAR LORD ERKAN DAN PRINCESS SHEENA
TANPA KALIAN CERITA INI TIDAK AKAN PERNAH SAMPAI SEJAUH INI
SEHAT SELALU KALIAN SEMUA, PELUK CIUM DARI PARA KARAKTER CERITA "RATU TERSEMBUNYI SANG LORD"
BABAYYYY SAMPAI JUMPA DI CERITA DINASTI DUREN SAWIT LAINNYA😘😘
DOAIN CERITA DAHLIARA CEPAT TERBIT YA, AKU PASTI BUATIN KOK TENANG AJA
PASTI ENGGAK KALAH SERU, LIHAT PERJUANGAN LIONEL BUAT DAPETIN MAAF LIARA😘😘😘
MUUUAAACCHHH😘😘😘
__ADS_1
KECUP JAUH DARI LORD ERKAN 😘😘😘😘