Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Menemukannya


__ADS_3

Erkan berusaha menuruni pohon besar yang tengah dia naiki, dengan bersusah payah Sang Lord melompat dari besi pembatas- dan berakhir di sebuah batang pohon yang cukup besar serta bisa menampung berat tubuhnya.


Secara perlahan dan hati hati, bukan hanya mempertahankan agar tubuhnya jangan sampai terjatuh- Erkan juga tidak ingin membangunkan satwa liar yang menjadi penghuni tempat ini.


Sang Lord menghela napas pelan, jarak 4 meter di bawahnya kalinya membuat Erkan memejamkan kedua mata, sebelum dia melompat kebawah. Berharap lompatannya itu tidak menimbulkan suara berisik yang bisa mengganggu.


Erkan mendesis pelan, dia merasakan kaki kirinya sedikit terkilir- tapi Sang Lord tidak mempermasalahkannya. Kedua tungkai kokohnya kembali melangkah, pelan dan sangat hati hati. Erkan mengedarkan kedua matanya kesetiap penjuru, dia tidak ingin menjadi santapan sore untuk satwa penghuni tempat ini.


Sang Lord kembali menghela napas kala melihat sebuah ruang kecil, terlihat seperti gubuk- tapi unik. Erkan yakin kalau itu adalah tempat istirahat para satwa, dan dia juga yakin kalau disanalah Sheena berada saat ini.


Dengan langkah yakin Erkan kembali melangkah, namun langkahnya terhenti saat melihat seorang pria masuk kedalam tempat yang tengah di jejaki saat ini. Sang Lord secepatnya menyembunyikan diri, kedua sudut matanya melirik pada pria yang mendekat ke arah gubuk.


Tidak lama, pria itu kembali keluar bersama Sheena. Erkan mengepalkan kedua tangan saat melihat penampilan kekasihnya saat ini. Gaun toska yang Sheena pakai terlihat lusuh dan sangat tidak layak pakai- sangat kotor.


"Kau akan membawaku kemana?" tanya Sheena.


Jujur saat ini tubuhnya begitu lemas, mungkin karena terlalu lama duduk dan kekurangan cairan. Bahkan untuk kekamar mandi saja Sheena harus menunggu para penjaga itu kembali.


"Bukannya kau ingin ke toilet?" sahutnya heran.


Sheena mengangguk pelan, dia memang sempat meminta untuk pergi ke toilet pada salah satu penjaga Sheera. Bersyukurlah pria ini masih memiliki hati, tidak membiarkan dirinya buang air kecil di tempat itu.


"Terimakasih," ujar Sheena pelan.

__ADS_1


Pria bertubuh tinggi itu hanya berdehem, kedua matanya menatap lurus kedepan tanpa ingin menoleh ke arah lain. Karena kefokusannya yang terlalu berlebihan itulah Erkan dapat menyelinap dan mengikuti langkah mereka berdua tanpa disadari.


Erkan berdecak dalam hati saat melihat sebuah pintu rahasia yang dapat membawanya ke ruangan tadi dengan cepat dan mudah. Tidak ada adegan naik dan turun pohon, atau berlagak seperti Spiderman yang melompat kebawah dari ketinggian 4 meter. Bahkan sepertinya tempat ini hanya di huni oleh para jangkrik dan semut saja, tidak ada satwa liar yang cukup berbahaya.


"Masuklah!"


Clek!


Suara rantai yang terkunci di kaki Sheena terlepas, penjaga itu paham kalau rantai itu akan menyebabkan rasa sakit karena terlalu lama mengikat Sang Princess. Dia akan memberikan kebebasan pada gadis yang menjadi tawanan-nya selama berada di dalam toilet.


Sheena mengangguk ragu, tapi dia tidak dapat berbuat apa pun selain menurut. Dirinya juga memang sangat membutuhkan toilet saat ini, kantung kemihnya terasa semakin penuh sekarang.


"Waktu mu hanya 5 menit!" katanya lagi.


Sementara penjaga itu bersiaga di depan pintu toilet, kedua matanya sibuk menatap ponsel yang ada ditangannya- hingga dia tidak menyadari kalau Erkan sudah ada di belakang tubuhnya.


Bugh!


Satu hantaman keras di kepala bagian belakangnya, membuat sang penjaga tersungkur dilantai. Dengan tidak berperasaan, Lord Erkan kembali menginjak ponsel penjaga itu hingga hancur, lalu menginjak telapak tangan pria itu dengan keras.


"Berani sekali kau menyeret gadis ku," desisnya.


Kedua mata tajam Erkan beralih pada ruangan yang ada di depannya. Pria itu menanti Sheena di depan pintu dengan tidak sabaran. Hampir tiga menit berlalu Sang Princess tidak kunjung keluar, membuat Lord Erkan ingin sekali menerobos masuk.

__ADS_1


Tapi saat pikiran kalut itu hendak menguasainya, pintu toilet terbuka- menampakan Sang Princess dengan wajah lembapnya.


"Maaf, tadi aku mencuci wajah ku terlebih dahulu. Rasanya tidak nyaman, maka dari itu aku mencucinya," ujar Sheena pelan.


Gadis itu mengusap permukaan wajahnya yang basah menggunakan telapak tangannya, namun belum sempat Sheena menyelesaikan semuanya- ada sebuah tangan besar yang menahan gerakannya.


Sheena terpaku sejenak, saat merasakan ada kain yang mengusap lembut permukaan wajah basahnya. Bahkan kain itu terasa begitu halus dan wangi.


Wangi?


Tanpa ragu Sheena menghirup dalam wangi yang menempel di hidung kecilnya. Wangi yang begitu sangat dia kenali dan rindukan.


'Akara,' bisiknya dalam hati.


"Ayo kita pergi dari tempat ini, Sunshine," bisik Erkan tepat di depan wajah Sheena, bahkan tanta canggung pria itu sempat memberikan satu kecupan di ujung hidung kekasihnya- sebelum Sang Lord meraih tubuh Sheena kedalam gendongannya. Membiarkan tubuh setengah telanjangnya terekspos bebas dan menempel erat pada tubuh Sang Princess.



**MAEN SOSOR AJA DAH SI ABANG


YUHUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW

__ADS_1


BABAYY MUUUAACCHH 😘😘😘😘**


__ADS_2