Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Sepasang Pengantin


__ADS_3

Tungkai kokoh Sang Lord melangkah pelan, meminimalisir suara agar tidak membangunkan gadis yang tengah tertidur sendiri di atas tempat tidurnya.


Dengan hati hati Erkan mendudukkan dirinya di sisi gadisnya, tangannya terulur untuk menyingkirkan anak rambut nakal yang menutupi wajah cantik istrinya.


Istri?


Bibir Sang Lord tersenyum lebar, Erkan merendahkan tubuhnya mendekat pada Sheena. Menatap lamat dan dalam, sebelum dia membubuhkan banyak kecupan di permukaan wajah Sheena.


"Aku mencintaimu," bisiknya lembut.


Erkan merebahkan tubuhnya di sisi Sheena, meraih kepala sang istri agar bertumpu di lengan kekarnya. Erkan tidak bosan memperhatikan wajah Sheena, bahkan Sang Lord kembali memberikan ciuman dalam di bibir Sang Princess- sebelum Erkan memejamkan kedua matanya, menyusul sang pujaan hati kedalam mimpi.


Beberapa belas menit berlalu, perlahan kedua kelopak mata Sheena terbuka. Menatap kosong, namun tidak lama netra indah itu berkedip lamat- dengan senyuman manisnya yang terus mengembang.


"Ternyata kau sangat tampan," lirihnya.


Tangan Sheena bergerak, berusaha melepaskan diri dari cekalan pria yang sudah resmi menjadi suaminya. Jari jemari lentik itu menyentuh permukaan wajah Sang Lord, dengan lembut dan begitu ringan.


Sheena terlihat hati hati agar tidak membangunkan suaminya. Senyuman Sheena semakin lebar, tatapan kosongnya tertuju pada bibir tebal merah muda milik Erkan.


Tanpa sadar Sheena mengigit bibirnya sendiri, dia masih mengingat bagaimana bibir itu memanjakannya saat di rumah danau. Mungkin kalau dirinya tidak memberi peringatan pada Erkan, mereka berdua bisa saja memiliki buah hati di usia belia.


"Selamat malam suami ku, aku juga mencintai mu,"


🍒


🍒

__ADS_1


🍒


Sinar mentari pagi berpendar terang, menyusup ke cela jendela kaca- memberikan rasa hangat bagi penghuni kamar mewah yang saat ini masih menikmati mimpi.


Kicauan burung menjadi lagu sambutan pagi hari ini, untuk sepasang pengantin baru. Pengantin baru yang masih bergelung didalam selimut tebal mereka. Waktu baru menunjukkan pukul 06.43 pagi, namun sang surya sudah menunjukkan eksistensinya.


Perlahan sang pemilik raga menggeliat, saat merasakan satu tangannya mati rasa. Kedua netra indah itu terbuka, mengedarkan pandangannya kesetiap penjuru.


"Aku sudah menikahinya?" gumamnya pelan.


Senyumannya kembali hadir, pandangannya bergulir pada gadis yang masih berada didalam dekapannya.


"Ternyata bukan mimpi," ujarnya lagi.


Sang Lord mende*sah pelan, malam tadi adalah malam pertamanya dengan Sheena. Malam spesial karena mereka berdua bisa tidur satu ranjang, tanpa khawatir akan ada orang yang memergoki- walaupun tidak melakukan hal yang semestinya dilakukan oleh sepasang pengantin baru.


Erkan melipat bibirnya dalam, pria itu memejamkan kedua matanya untuk mengenyahkan pikiran kotornya. Itu bukan hal yang aneh, dia pria normal- jadi bukan hal yang tabu kalau Sang Lorr berpikir kotor.


"Selamat pagi, Sunshine," bisik lembut Erkan.


Pria muda itu mengecup pelipis Sang Princess dalam, perlahan turun untuk mengecup dagu serta ujung hidung istrinya.


Erkan terkekeh pelan saat melihat Sheena terusik, sang gadis menggeliat- kedua kelopak matanya berkedut dan tidak lama Sheena membuka kedua matanya.


Netra sebiru lautan itu sempat membeliak, namun hanya sekejap- dan sekarang kembali seperti semula.


Menatap kosong,

__ADS_1


"Akara?" panggilnya.


"Hm, apa kau terkejut?"


Sheena menghela napas pelan, Sang Princess mengangguk pelan. Sheena lebih memilih untuk kembali menyerukan wajahnya pada dada bidang suaminya. Semburat merah di wajah sampai telinga, tidak dapat Sheena sembunyikan lagi.


"Kau malu?" kekeh Erkan.


Sang Lord terpekik kecil saat merasakan Sheena menggigitnya, tepat di dada bagian kanan. Tidak terlalu sakit, tapi mengakibatkan sesuatu yang seharusnya tidak bangkit, ikut menampakan eksistensinya pagi ini.


"Aku harus ke kamar mandi, tunggulah di sini!"


Erkan menurunkan kepala Sheena dari lengannya, memberikan kecupan singkat di dahi Sang Princess sebelum Sang Lord beranjak dari tempat tidur.


Erkan terlihat berjalan tergesa menuju kamar mandi, dan itu tidak lepas dari netra cantik sang gadis yang sudah berubah melembut.


Tidak ada tatapan kosong lagi, yang ada hanya tatapan kagum penuh binar.


"Terimakasih Tuhan," gumamnya pelan, sebelum Sheena kembali memejamkan kedua matanya.



**BANGUN BOBO DI TATAP BEGITU, AUTO KUTARIK LAGI BANG😍😍


HOLLA MET SIANG EPRIBADEH


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUAAACCHH😘😘😘**


__ADS_2