Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Intrik


__ADS_3

Netra sebiru safir itu terus saja menatap tajam, pada pria yang tengah menyesap nikotin di hadapannya.


Salah satu sudut bibirnya terangkat, menampilkan senyuman sinis dan tidak bersahabat.


"Apa ini sifat asli seorang Putra Mahkota keluarga Abraham? tidak tahu sopan santun dan terlihat seperti berandal jalanan!" sarkasnya.


Bahkan tanpa ragu dia merebut benda yang ada diantara kedua bibir sang pria, menghempaskannya kelantai lalu menginjaknya tanpa ampun.


Sementara pria yang merupakan Putra Mahkota keluarga bangsawan Abraham itu hanya menatap, dan kembali meraih satu batang nikotin di hadapannya- tanpa peduli dengan tatapan tajam gadis berwajah cantik dihadapanya.


Braak!


Sudah terlanjur emosi dan kesal, sang gadis menghantamkan kedua tangannya di meja. Sorot mata sebiru safirnya itu menatap penuh amarah, pada pria yang sialnya ternyata sudah menjadi calon suami masa depannya, tanpa sepengatahuan dirinya.


"Hentikan sikap mu Pangeran! apa kau tidak bisa menghormati kehadiranku di sini? kau ingin aku ikut menghisap racun yang kau telan- lalu mati secara perlahan?" sarkasnya lagi.


"Nope! matilah sendiri, dengan begitu aku akan terbebas dari perjodohan sialan ini." sambungnya.


Helaan napas sang gadis terlihat naik turun, menandakan kalau emosinya tengah memuncak. Bahkan dengan kasar sang gadis meremas bungkusan nikotin itu hingga tidak berbentuk.


Perlahan wajah cantiknya kembali tenang, namun kedua sorot matanya masih tertuju pada pria- yang merupakan calon suaminya.


"Sudah hancur," ujarnya santai.


Sang gadis kembali pada posisinya semula, bahkan dengan anggun dia menyesap teh hijau kesukaannya. Teh hijau yang mampu membuatnya tenang, dan juga terlihat lebih cantik.


"Kau tahu, aku sangat suka sekali menghancurkan sesuatu. Termasuk hidup orang yang tidak aku sukai, bisa saja kau adalah salah satu orang itu," tambahnya lagi.


Sang pria mencondongkan tubuhnya, membuat jarak diantara mereka berdua hanya terhalang meja kayu kecil- bahkan hembusan napas hangat yang keluar, dapat mereka rasakan di wajah masing masing.

__ADS_1


"Sayangnya aku tidak mudah untuk kau hancurkan, Putri Mahkota. Jadi berhati hatilah, pergunakan tangan halus dan lembut mu ini dengan baik," desisnya.


Bahkan sang gadis terlihat meringis kecil, saat merasakan pria itu meremas kencang salah satu tangannya.


"Karena, bisa saja tanganmu sendiri yang akan menghancurkan mu," sambungnya, sebelum dia menghempaskan tangan mulus sang gadis, yang merupakan Putri Mahkota keluarga Alfuttain- sekaligus calon istrinya.


"Jerk!" umpatnya tajam.


" Yes, i'am."


🍒🍒🍒


Cup!


Kedua mata Sheena membulat, saat dia merasakan sebuah kecupan di pipinya. Bahkan Sang Princess segera mengalihkan wajahnya ke arah lain, saat merasakan seseorang duduk di sebelahnya.


"Ekhem, selamat sore- Sunshine,"


"Kau sudah kembali?" tanya Sheena sedikit kikuk.


Kedua tangannya saling memilin karena salah tingkah, bahkan Sheena terdengar menghela napas berkali kali- membuat pria yang saat ini tengah menatapnya tak berkedip semakin di buat gemas.


"Hm, aku sedang merindukan seseorang- maka dari itu aku harus cepat kembali kesini?" sahutnya santai, bahkan sang pria merebahkan diri diatas lantai papan, dengan kedua tangan bertumpu di belakang kepalanya.


"Kau tahu?"


Sheena menoleh, walaupun pandangannya terlihat kosong- tapi sang pria berkaos putih itu tahu kalau Sang Princess tengah menatapnya dalam kegelapan.


"Apa?" sahutnya.

__ADS_1


Sang pria miringkan tubuhnya, satu tangannya menopang dagu- sedangkan tangan satunya memainkan rambut panjang kecoklatan gadisnya.


"Padahal baru beberapa jam aku meninggalkannya, tapi entah kenapa aku begitu merindukannya- bahkan rasanya seperti ini mati," ujarnya berlebihan.


Sheena bahkan tergelak di buatnya, pria ini ternyata begitu pandai berkata manis. Apa itu salah satu jurus jitu untuk menangkap mangsanya? sudah berapa banyak gadis yang termakan kata kata semanis madunya itu.


"Anda pandai sekali berkata manis Tuan Akara. Tapi maaf, aku tidak akan masuk kedalam perangkap mu, oh iya- sudah berapa banyak gadis yang terbuai karena ucapan mu?"


Kali ini Sheena yang berhasil membuat kekasihnya kalang kabut, sang pria yang tidak lain adalah Erkan- segera bangkit dan menarik tubuh Sheena, hingga terjatuh diatas tubuhnya.


"Kau berpikir kalau aku playboy, hm? astaga aku berkata manis hanya padamu, Sunshine," ujarnya jujur.


"Dan pada satu wanita lagi," sambungnya lagi.


Tapi ucapan Erkan membuat senyuman Sheena memudar, gadis itu terdiam- kedua matanya dia alihkan kesembarang arah.


"Dia spesial?"


Erkan mengangguk, "Sangat," ujarnya Sang Lord terkesan santai.


Ingin rasanya Erkan tertawa saat melihat Sheena menghela napas kasar, Erkan yakin kalau saat ini Sang Princess tengah berpikir macam macam.


"Minggu depan aku akan membawamu untuk menemuinya," sambung Erkan sebelum dia mendengar Sheena kembali bertanya.


Sheena menghela napas pelan, Sang Princess tidak menjawabnya- dan tidak pula mengangguk, entah apa yang ada didalam pikirannya saat ini- kita akan lihat nanti.



**HATI HATI DENGAN TANGANMU, PUTRI SHEERA

__ADS_1


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYYY MUUUAAACCHHH😘😘😘**


__ADS_2