Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Karma Berjalan


__ADS_3

Hisham menatap nanar pada sosok yang tengah terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit. Kedua tangannya mengepal erat, dadanya terasa sesak- bahkan Hisham ingin sekali keluar dari ruangan itu.


"Kenapa kau bisa seperti ini Sheera? apa yang sudah terjadi pada mu?" Sang Permaisuri Alfuttain terus saja menangis.


Kedua tangannya menggenggam erat jari jemari putrinya. Ditambah lagi kondisi Sheera yang jauh dari kata baik. Salah satu kaki Sheera harus di amputasi karena terluka parah, belum lagi luka di sekujur tubuhnya serta luka di wajah Sang Putri Mahkota.


Para pengawal Alfuttain dan Hisham, menemukan Sheera di dasar jurang terjal- dalam kondisi mengenaskan. Seluruh perhiasan yang Sheera pakai lenyap, pakaiannya terkoyak di beberapa bagian.


Hisham dapat menyimpulkan kalau Sheera menjadi korban perampokan, lalu para pelaku membuang putrinya ke jurang terjal. Hisham sempat berpikir, apa mungkin para penjahat itu melakukan hal yang tidak senonoh pada Sheera?


Namun setelah dokter menjelaskan, kalau bagian intim Sheera baik baik saja- Hisham bernapas lega. Dia tidak dapat membayangkan bagaimana masa depan putrinya setelah ini- dalam keadaan tidak sempurna.


Tidak sempurna?


Hisham terlihat mengusap wajahnya kasar, entah kenapa rasa sesak kembali menyelimutinya. Ingatannya tertuju pada Sheena, Hisham memejamkan kedua matanya. Kedua netra tajamnya berembun, entah kenapa rasa sesal dan malu mulai menguasainya.


Apa ini karma dari Tuhan untuk nya? tapi kenapa harus Sheera yang mengalaminya. Harusnya Hisham sendiri yang merasakan semua karma itu, Sheera hanya korban sugestinya. Berbelas tahun lamanya, Hisham mensugesti Sheera agar membenci saudari kembarnya ya buta. Hanya karena Hisham tidak menginginkannya, karena Hisham malu, karena kesempurnaan Alfuttain akan tercoreng- apa bila Sheena mereka akui.


Kini semuanya terlambat, semuanya sudah terjadi, karma sudah berjalan dan tengah Alfuttain nikmati.


'Sheena,' batin Hisham menjerit.


"Aku akan menemui dokter, kau jaga Sheera dengan baik!"


Hisham mengusap wajahnya kasar, Sang Tuan Alfuttain segera keluar dari ruang rawat inap putrinya. Dia tidak tahu harus kemana dan mau apa sekarang, yang ada didalam pikiran Hisham saat ini adalah Sheena.


Pria itu menangis dalam diam, Hisham kehilangan kesempurnaannya. Kesempurnaan yang dia miliki dan selalu di banggakannya, kini sudah rusak. Apa Hisham mungkin melakukan hal yang sama pada Sheera setelah ini? setelah kesempurnaan yang Sheera miliki hilang, akankah Hisham juga menyembunyikan putri kebanggaannya.


🍒RTSL🍒

__ADS_1


Prang!


Suara gaduh dari luar kamar membangunkan Erkan. Pria bertato unik di lengan serta tubuhnya itu membuka kedua matanya lebar. Erkan menoleh, dahinya mengernyit saat tidak mendapati Sheena di sisinya.


Pria yang hanya menggunakan boxer itu beranjak dari tempat tidur. Erkan berdecak pelan, saat melihat jam yang tergantung di dinding. Waktu masih menunjukan pukul 2 dinihari, sangat larut- tapi kenapa Sheena terbangun selarut ini?


"Sunshine? Sayang!" suara serak dan berat Erkan menggema.


Saat ini keduanya masih berada di rumah danau, Sheena dan Erkan berencana untuk tinggal beberapa hari di tempat yang bersejarah untuk keduanya.


Tempat dimana Sheena dan Erkan selalu bertemu, selalu bersama- sebelum Sang Lord menunjukan jati diri yang sebenarnya.


"Sunshine, kau di- astaga! letakan!" Erkan panik saat melihat ceceran pecahan kaca di lantai.


Terlebih lagi saat melihat Sheena hendak meraih pecahan kaca itu dengan tangannya. Erkan dengan cekatan meraih jaketnya yang terlampir di sofa, lalu mengumpulkan pecahan kaca tajam menjadi satu.


"Apa kau terluka?"


"Kenapa kau terbangun, hm?"


Dengan mudah Erkan meraih tubuh Sheena kedalam gendongannya. Membawa tubuh berbalut gaun malam terbuka Sheena menuju sofa. Sang Princess masih belum bersuara, entah kenapa Sheena merasa sesak- dan tidak enak didalam hatinya.


"Tunggu disini! aku akan membereskan pecahan kacanya dulu!"


"Akara?"


Langkah Erkan terhenti saat Sheena memeluk tubuhnya dari belakang. Bahkan Sang Princess menenggelamkan wajahnya di pinggang suaminya.


Erkan menghela napas pelan, dia perlahan melepaskan belitan tangan Sheena- lalu berbalik dan berjongkok didepan istrinya.

__ADS_1


"Kenapa? apa yang sedang kau pikirkan, Sunshine?"


Sheena mendongak, kedua netra birunya menatap sendu pada Erkan.


"Entah kenapa, malam ini aku-,"


Sheena mengigit bibirnya, dia ragu untuk mengutarakan isi hatinya pada Erkan.


"Ada hm? bicaralah!"


Sheena menghela napas pelan, sebelum dia melanjutkan ucapannya.


"A-aku, aku teringat pada Sheera," Sheena mengecilkan suaranya di kata terakhir.


Jujur Sheena takut kalau Erkan akan marah padanya. Tapi dia juga tidak dapat berbohong, entah kenapa malam ini dirinya sangat merindukan saudarinya yang tidak menyukainya itu.


Sheena tidak membenci Sheera, Sheena hanya terluka dan kecewa pada Sheera serta keluarganya. Sheena tidak pandai membenci, dia tidak pernah sekalipun membenci orang orang yang pernah menyakitinya- termasuk Sheera.


"Ayo tidur, aku akan mendekap mu sepanjang malam ini!"


Sheena menghela napas pelan, mendengar ucapan Erkan yang mengalihkan pembicaraan- Sheena yakin kalau Sang Lord tengah marah padanya.


Semoga besok pagi, suaminya sudah tidak marah lagi.


Sheena menurut, Sang Princess mengulurkan kedua tangannya saat Erkan hendak menggendongnya di depan.



**YUHUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA MUUUUAAAACCHHH

__ADS_1


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYY MUUUAAACCHH😘😘😘**


__ADS_2