Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Kembar?


__ADS_3

Erkan menipiskan bibir, kala melihat pesta mewah yang diadakan oleh Alfuttain dan Abraham. Pesta pernikahan anak keluarga bangsawan, membuat para orang penting dan keluarga bangsawan lainnya berkumpul jadi satu di tempat ini.


Erkan dan Elvier saling lirik, kedua pria berjas hitam elegan itu berdiri di belakang kedua wanita yang mereka cintai. Erkan membiarkan Sheena di gandeng oleh Sang Mommy, begitu pula dengan Elvier- mantan model mata duitan itu membiarkan Yasmine sedikit menjauh darinya, walaupun sebenarnya Elvier tidak rela.


"Kita cari tempat duduk, kaki Mommy udah pegal!"


Sheena mengangguk, Sang Princess tersenyum kecil dan membiarkan ibu mertuanya membawanya ke salah satu meja.


Kedua netra sebiru lautan itu terus saja mengarah ke panggung utama. Dimana di atas panggung sana, ada keluarga kandungnya yang selama ini tidak pernah menginginkannya.


Bahkan orang orang yang ada di pesta mewah ini belum menyadari, kalau ada dua gadis berwajah sama namun berbeda nasib serta sifat.


"Mommy rasa, para tamu undangan belum menyadari- kalau pengantin perempuannya ada dua," bisik Yasmine, yang masih mampu di dengan oleh ketiganya.


Sheena tersenyum kecil, sedangkan Erkan mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru.


"Karena istriku memang tidak ada yang menyamainya, Mom!" decak Erkan.


Tanpa sungkan pria bertato itu merengkuh pinggang Sheena di hadapan kedua orang tuanya, bahkan Erkan memberikan kecupan singkat di pelipis Sang Princess, membuat Sheena merona.


"Heh! ingat tempat! bapak anak enggak ada bedanya, heran deh!" sungut Yasmine.


Wanita bergaun maroon itu mendelik tajam pada putranya. Erkan dan suaminya memang tidak ada beda, setelah menjadi budak cinta kedua pria itu tidak akan ingat waktu dan keadaan.


"Sheena istriku Mom, tidak ada yang salah," ujarnya santai.

__ADS_1


Yasmine kembali mendelik, dia hendak mencubit paha Erkan namun ada sebuah tangan menghentikannya.


"Mine,"


Yasmine menghela napas pelan, dia  kalah kalau Elvier sudah memanggilnya seperti itu. Yasmine akan tumbang sebelum berperang, suaminya terlalu manis untuk di lewatkan. Apa lagi sekarang Elvier sudah meremas pelan jari jemarinya, lalu menciumnya lembut penuh rasa.


"Bapak anak enggak tau tempat! bener bener heran deh!" gumamnya lagi.


Bukannya tidak enak hati, Erkan dan Elvier malah terkekeh kecil mendengar gerutuan Sang Permaisuri.


Sementara Sheena, Sang Princess masih terdiam- kepalanya menunduk saat menyadari ada beberapa pasang mata mengarah padanya. Sheena yakin orang orang yang ada di pesta mewah ini mulai menyadari kehadirannya.


Tanpa sadar Sheena meremas lengan suaminya, mencari kekuatan saat hatinya merasa belum siap.


"Sunshine, kau baik baik saja?" Erkan yang merasakan remasan di lengannya seakan mengerti.


"Apa orang orang di sini mulai melihat pada ku?" cicitnya.


Erkan menaikan sebelah alisnya, Sang Lord segera mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru ruangan. Sudut bibirnya terangkat, kala melihat beberapa para tamu undangan mulai menyadari kehadiran Sheena di tempat ini.


"Tidak apa apa Sayang, ada aku di sini!" Erkan mengeratkan rengkuhannya. Sang Lord berusaha membuat Sheena tenang dan tidak khawatir.


Senyuman Erkan semakin mengembang, saat melihat beberapa bangsawan Dubai mendekat ke arah mereka.


"Hallo Tuan Albarack, lama kita tidak bertemu."

__ADS_1


Elvier yang tengah asik memainkan jari jemari Yasmine menoleh, dahinya berkerut dalam saat melihat pria berpakaian khas Timur Tengah sedang menebarkan senyuman ramah padanya.


"Oh hallo Tuan Gaffar, Alhamdulilah saya baik. Bagaimana dengan anda sendiri," Elvier menyambut pria bersorban itu tidak kalah ramah.


Kedua pria dewasa itu saling berjabat tangan, saling menebar senyum. Namun sepertinya pria yang bernama Gaffar itu sedikit tertarik pada gadis yang ada di dalam rengkuhan Sang Putra Mahkota Albarack.


"Apa itu anak anda? kenapa wajahnya sangat mirip dengan Putri Mahkota Alfuttain?" selidiknya.


"Tidak! ini bukan hanya mirip, tapi wajah mereka sama. Bisa anda jelaskan? setahu saya Alfuttain hanya memiliki satu putri, yaitu Putri Lasheera." tambahnya lagi.


Erkan menipiskan bibir, pria itu tersenyum tipis pada Gaffar dan orang orang yang mulai mengalihkan atensinya pada mereka- termasuk keluarga Abraham dan Alfuttain. Karena para tamu mulai berbisik penuh rasa penasaran.


"Perkenalkan, ini Sheena Oceana Albarack Milles. Dia memang putri sulung keluarga Alfuttain, tapi dulu- sebelum Alfuttain membuangnya dan berusaha menyingkirkannya, hanya karena Sheena tidak sempurna."


Ucapan Erkan membuat bisikan para tamu undangan semakin riuh, bahkan tidak sedikit dari mereka menatap tak terbaca pada Hisham dan keluarga Alfuttain lainnya.


"Kenapa mereka bisa datang? bukannya Ayah tidak mengundang mereka?!" geram Sheera.


"Kalian kembar?" Kezier menatap lekat pada Sheera, bahkan terlihat sekali kalau pria itu juga terkejut.



I LOVE YOU TO MY LORD


__ADS_1


**SI PALING SEMPURNA


SEE YOU MUUUUAAAAACCHHH😘😘😘😘**


__ADS_2