
"Makan! kalau kau tidak makan, kau bisa mati!"
Sheena menyunggingkan sudut bibirnya, tangannya meraba sesuatu yang ada di depannya- lalu menyingkirkannya ke belakang.
"Kenapa? bukankah tuan kalian itu menginginkan aku mati? lalu kenapa kalian takut kalau aku akan mati?" Sheena berucap setenang mungkin, dia hanya ingin tahu apa alasan mereka tidak membunuhnya.
"Makan! tidak usah banyak bicara!" tukasnya tajam.
Pria bertubuh tinggi itu melangkah pergi meninggalkan Sheena. Salah satu kaki sang Princess terikat sebuah rantai, mereka melalukan hal itu karena tidak ingin Sheena melarikan diri.
Sheena kembali menyunggingkan senyum, satu tangannya terulur untuk meraih rantai yang membelit kakinya. Mereka sampai melakukan hal ini, memangnya apa yang bisa di lakukan oleh gadis buta sepertinya?
Kabur? melarikan diri? sama saja Sheena bunuh diri bukan? memangnya Sheena dapat mengetahui posisinya saat ini, kalau pun dia berhasil melarikan diri dari mereka- Sang Princess tidak akan dengan mudahnya keluar dari hutan ini.
Hutan? Sheena tahu tempat yang dia jejaki saat ini. Dari suara hewan malam dan saat siang hari, Sang Princess dapat menyimpulkan dia sedang berada dimana.
Saat ini harapan satu satunya adalah Erkan, dia berharap kalau Sang Lord segera menyadari kalau gadis yang ada bersamanya bukanlah dirinya, melainkan Sheera- saudari kembarnya.
π
π
__ADS_1
π
Ctar!
"Aaakkhh!" pekikan seorang gadis membuat seluruh orang yang mendengarnya turut memejamkan kedua mata.
Sudah ada 2 cambukan di punggungnya, tapi gadis berpakaian pelayan itu tetap bungkam. Entah apa yang membuatnya berkeras diri mempertahankan hal yang tidak berguna, melindungi hal yang tidak akan pernah bisa melindunginya kembali.
"Kau masih tidak ingin bicara?" Erkan meremas lempengan besi yang ada di tangannya. Besi lentur yang hanya dimiliki oleh Daddy-nya, dan kini sudah berada di tangannya.
Gadis yang sudah berurai air mata dan bergetar hebat itu menggeleng lemah, Erkan tidak tahu artinya- apa mungkin gadis pelayan itu menyerah atau tetap pada pendiriannya.
Dengan amarah yang semakin menggebu, Erkan mengangkat kembali cambuk besi yang ada di tangannya- siap untuk menghakimi sang pelaku.
Gerakan tangan Erkan terhenti, pria itu segera mengikis jarak dengan pelayan pengkhianat. Satu tangan Erkan terulur untuk mencengkram leher sang pelayan, memaksanya bangun dan sedikit berjinjit.
"Katakan dengan jelas!" tekannya penuh peringatan.
"Sheena a-da di hutan buatan,"
Bruk!
__ADS_1
Tanpa hati Erkan melemparkan tubuh pelayan itu kelantai, Sang Lord segera melipat cambuk besinya kembali dan memberikannya pada salah satu pengawal. Langkah lebar Sang Lord membawa dirinya keluar dari ruang eksekusi. Hutan buatan? hanya ada satu hutan buatan yang ada di Dubai.
The Green Planet
Hutan tropis yang ada di sebuah gedung pencakar langit. Hutan tropis buatan manusia yang memiliki 3000 macam spesies hewan dan tumbuhan.
Erkan mengepalkan kedua tangannya, bisa bisanya Sheera menempatkan gadisnya di tempat seperti itu. Dia tidak akan mengampuni Sheera kalau sampai terjadi sesuatu pada Sheena.
Putri Mahkota gila itu pasti memiliki andil besar dalam The Green Planet, maka dari itu Sheera memiliki akses VVIP saat masuk kedalam sana, dan menjadikan tempat itu ruang penyekapan untuk gadisnya.
"Sialan!" umpat Erkan.
"Aku tidak akan memaafkan mu Lasheera!" desisnya.
Langkah Erkan semakin cepat, seorang pengawal sudah siap membukakan pintu mobil untuk Sang Lord. Erkan tidak akan membuang waktu lagi, dia harus segera menemukan Sheena di The Green Planet.
Kemungkinan besar Erkan tidak akan membawa Sheena ke istana setelah dia menemukannya. Erkan akan membawa Sang Princess ke rumah danau, dia akan menempatkan Sheena di sana sementara waktu. Merencanakan kejutan spesial untuk Sheera, dan membuat gadis licik itu berpikir dua kali saat ingin kembali mendekatinya.
**AJAK AKU BANG, MAU LIHAT MANTAN DI SANA
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAHNYA
SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH**