
Liara terus saja menggerakkan bibirnya, bocah 11 tahun itu sedang mengerutuki pengawalnya sendiri. Karena ulah Lionel Alkafi, latihan pemotretan yang dia lakukan harus tertunda.
Luis, si fotografer mengalami retak tulang punggung karena bantingan si Singa kecil Liara.
"Aku akan mengadukan mu pada Daddy, kau sudah mencelakai orang yang tidak bersalah!" omelnya lagi.
Kedua tangan Liara bertengger, sikap Sang Princess sudah terlihat seperti gadis dewasa yang tengah memarahi bawahannya. Memang harus begitu, menghadapi Simba-nya tidak boleh bersikap seperti bocah perempuan tak berdaya, Liara harus menunjukan kalau dia bisa kemana pun dan melakukan apa pun walau tanpa Lionel.
"Itu tugas ku Princess. Aku melindungi mu agar kau tidak kelelahan, kalau sampai kau kelelahan lalu jatuh sakit- Yang Mulia Tuan ku dan Permaisuri akan khawatir padamu," Liara memejamkan kedua matanya erat, Lionel memang begitu pandai membalikan keadaan.
Selain gerakannya yang lincah seperti belut, ucapan Lionel pun kadang berhasil membuat Liara tidak mampu berkata apa pun lagi.
"Setidaknya kau lihat dulu orangnya! kalau sudah begini apa yang bisa kau lakukan, huh?!" pekik gemas Liara.
"Kita pulang! aku khawatir pada Tuanku- beliau pasti sangat mengkhawatirkan dirimu Princess," jawaban yang di berikan oleh Lionel, membuat Liara ternganga.
Kenapa Lionel begitu menurut pada Daddy-nya? siapa atasan Lionel yang sebenarnya disini? bukankah Sang Daddy sudah memerintahkan Lionel untuk menurut pada Sang Princess.
"Kau menyukai Daddy ku?" tuduhan tak masuk akal yang di berikan Liara, membuat Lionel menunduk- keningnya terlihat mengerenyit dalam.
"Apa yang kau katakan Princess, pertanyaan macam a-,"
__ADS_1
"Kau menyukai Daddy, makanya selama ini kau lebih menurut pada Daddy dan kau selalu membantah ucapanku?"
Lionel memijat pangkal hidungnya mendengar ucapan Liara. Si Bunga keluarga Albarack ini menunduh dia melakukan sesuatu yang tidak masuk diakal.
"Princess, hilangkan pikiran tidak masuk akal mu itu, hentikan ocehan yang tidak berguna mu. Aku memang menyukai Tuan ku, karena beliau begitu baik pa-,"
"Astaga, aku tidak menyangka," gumam Liara pelan, memotong penjelasan Lionel.
Bahkan Liara segera berlari menjauh dari Lionel, membuat pria bertato laba laba di perut sexy nya itu mengusap wajahnya kasar.
"Dia menuduhku menyukai Daddy nya, dalam konteks? astaga- pemikiran gila dari mana itu?" erang tertahan Lionel.
🍒🍒🍒
Sang Lord mengusapnya perlahan, lalu membuka kotak indah dan elegan itu. Didalamnya terdapat sebuah cincin berlian bermata satu yang terlihat begitu cantik.
"Aku akan menyematkan mu pada jari manis gadis ku beberapa hari lagi," gumamnya pelan.
Kedua mata Erkan terpejam, saat ini dia tengah membayangkan betapa cantiknya Sheena saat mereka menikah nanti.
Namun kedua mata Sang Lord perlahan terbuka, saat ingatannya tertuju pada ucapan salah satu dokter mata yang pernah dia temui.
__ADS_1
'Akan sulit menemukan kornea mata yang cocok, untuk mata indah dan langka seperti ini Yang Mulia. Hanya ada 6 ribu dari 10 ribu kelahiran di dunia, tapi kami akan tetap mengusahakannya, semoga saja Tuhan mengirim karunia nya pada Yang Mulia,'
Erkan mende*sah pelan, kedua tangannya dia tumpukan di belakang kepala. Pikirannya melayang jauh, tertuju pada seorang gadis bermata sebiru lautan- yang mungkin juga tengah memikirkannya saat ini.
Ingin rasanya Erkan segera kembali ke rumah danau, tapi karena Sang Mommy memintanya untuk makan siang di istana- Erkan sama sekali tidak ingin membantah.
Kebetulan juga, Daddynya sudah kembali- dia harus menceritakan perihal kerjasamanya bersama Alfuttain.
Dan mungkin juga, harus bercerita lebih rinci- kenapa dirinya menikahi Sheena di usianya yang masih terbilang sangat muda. Erkan hanya ingin menegaskan posisi Sheena, dia ingin memberitahukan pada seluruh bangsawan di negara ini terutama Alfutaain, kalau tidak ada yang namanya batasan untuk cinta.
Entah itu untuk keluarga, orang lain, atau seorang kekasih. Erkan akan memperlihatkan- apa yang namanya cinta tak bersyarat.
SABAR YA PRINCESS
**MAU ATU DONG BANG
SEE YOU DI BAB TERAKHIR NANTI
__ADS_1
BABAYYY MUUUAACCHHH**