Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Karunia Tuhan


__ADS_3

Kedua netra sebiru lautan itu menatap tak berkedip pada Erkan. Terlihat jelas kalau sang pemilik tengah menikmati anugerah Tuhan, yang dia dapatkan.


"Kenapa kau melamun, hm?"


Erkan yang terheran hanya menipiskan bibirnya, Sang Lord dengan santai menanggalkan handuk yang di pakainya di hadapan Sheena. Bahkan pria yang saat ini tengah naked itu mendekat pada Sheena, berjalan santai seolah tidak ada makhluk hidup lain disana


"Hei, apa yang sedang kau pikirkan?"


Dengan lembut Erkan meraih dagu Sheena, mengarahkan wajah cantik itu agar menatapnya. Sheena memutar kedua matanya ke arah lain, saat Erkan mulai menurunkan handuk.


Jujur, saat ini Sheena ingin sekali berteriak- kala Erkan sudah dihadapannya, memamerkan tubuh naked sempurnanya.


Tunggu? kenapa Sheena ingin berteriak? bukankah gadis itu tidak dapat melihat?


Sheena menelan saliva susah payah, kedua mata indahnya berkedip pelan. Sheena dapat melihat keindahan dunia dengan sempurna. Semenjak dia bangun dari pingsannya, akibat hantaman Hisham di belakang kepalanya- Sheena sangat terkejut awalnya kala kedua matanya dapat melihat.


Gadis itu sempat shock dan tidak percaya, bahkan Sheena lebih memilih merahasiakan semua ini daru Erkan dan kedua mertuanya untuk sementara waktu.


Sheena hanya ingin memastikan, kalau penglihatannya memang bukan fatamorgana- atau semu. Sheena takut, setelah Erkan tahu tiba tiba saja kondisi kedua matanya kembali seperti dulu, gelap.


Sheena pun masih merahasiakan semuanya dari Pengasuhnya. Intinya Sheena tidak ingin bersenang hati terlebih dahulu.

__ADS_1


Sang Princess menipiskan bibir, dia menggelengkan kepala- satu tangannya terulur untuk menyentuh wajah tampan suaminya.


'Dewa mana yang sudah melahirkan mu, Akara?' gumamnya dalam hati.


Sheena tidak menyangka, kalau pria sesempurna Erkan sudi bersanding bersama gadis buta sepertinya. Padahal Sang Lord mudah saja menemukan gadis yang lebih baik darinya.


"Kau belum memakai pakaian mu?"


Tangan Sheena semakin turun kebawah, berakhir di pundak kokoh suaminya. Kedua matanya terus saja tertuju pada wajah Erkan, karena Sheena tidak yakin kalau dia berani menatap area lain.


"Belum," sahutnya pelan.


"Apa kau mau memakaikannya untuk ku, Sunshine?" godanya.


Sheena memejamkan kedua mata, bahkan Sang Princess menahan wajah Erkan saat Sang Lord hendak mengendus area lehernya.


"Pakai pakaian mu Akara, nanti kau bisa masuk angin!"


Erkan terkekeh, namun pria itu tak lantas pergi ke walk in closet. Erkan justru mendudukkan diri di sisi tempat tidur, satu tangannya meraih boxer miliknya yang tergeletak di atas tempat tidur.


Sepertinya Erkan sudah menyiapkan pakaiannya sendiri, seperti biasanya. Sang Lord tidak akan pernah menuntut Sheena untuk melayaninya. Justru Erkan akan dengan senang hati melayani Sang Ratu, menemaninya tidur, jalan jalan, makan, atau bahkan mandi.

__ADS_1


Seringai mesum terukir di bibirnya, pria bertato itu dengan jahil mendekatkan wajahnya pada Sheena. Menghembuskan napas hangat di sekitar telinga Sang Princess, membuat gadis itu merona di buatnya.


"Kau belum mandi kan? mau aku mandikan?" bisik seduktif Erkan.


Cup!


Dengan santai Sang Lord mengecup pipi merona istrinya. Setelah itu Erkan menjauhkan tubuhnya, terkekeh pelan sembari melenggang pergi meninggalkan Sheena yang tertanam di tempat.


Pria itu semakin jahil semenjak mereka menikah. Sheena yang sudah dapat melihat, tidak bisa berbuat apa pun lagi. Mungkin kalau saat ini dirinya masih seperti dulu, tidak akan se-repot ini.


"Astaga, tadi itu apa?" gumamnya frustasi, bahkan Sheena menenggelamkan wajahnya di bantal, kala bayangan sesuatu yang terombang-ambing di udara terus saja menghantuinya.



**ASTAGA DRAGON BALL AKU JUGA GAK TAU ITU APA 😫😫😫😫


HOLLA MET SIANG EPRIBADEH


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAH FAVORITNYA


SEE YOU MUUUUAAAACCHHH**

__ADS_1


__ADS_2