Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Sejak Kapan?


__ADS_3

Hisham Alfuttain terdiam- kedua tangannya mengepal erat, tatapannya tertuju pada Sheena yang juga tengah menatapnya.


Sheera pun terlihat mendekat pada Sang Ayah. Gadis bergaun pengantin mewah dan indah itu mengeratkan rahangnya. Sheera menatap penuh perhitungan pada Sheena, namun Sang Princess hanya menatap santai- dengan senyum tipis menghiasi wajahnya.


"Hallo Sheera, bagaimana kabar mu- setelah keluar dari istana Albarack?"


Sheera semakin terbakar di buatnya, kedua netra biru itu saling beradu. Sheera sempat tersentak, kala melihat kilatan amarah di mata saudari kembarnya. Sheera juga merasa heran, kenapa Sheena tahu kalau dirinya sedang berada tepat di hadapannya.


"Wajah kita sama ya?"


Sheena menyunggingkan senyum, perlahan Sang Princess mengikis jarak dengan Sheera. Berdiri tegak didepan panggung pelaminan yang begitu mewah dan megah.


"Tapi sayangnya, kau tidak bisa menipu Akara- suami ku. Akara terlalu pandai saat mengenali mu, dia tahu kalau kau bukanlah aku- hanya dari tatapan mata. Bukankah itu keren? kalau yang kau tipu itu orang lain, mungkin akan berhasil. Seperti, pria yang ada di sisi mu saat ini." tambah Sheena.


Sang Princess melirik pada suaminya. Senyuman Sheena mengembang kala melihat Erkan mendekat, Sheena berusaha tenang kala melihat tatapan mengintimidasi suaminya. Sang Princess tahu kalau Erkan akan mengajukan banyak pertanyaan setelah ini.


Tatapan Sheena kembali teralih pada Sheera, bahkan saat ini Sang Princess dapat melihat serta mendengar para tamu undangan kembali berbisik.


"Tapi tidak masalah, aku hanya ingin mengucapkan selamat menempuh hidup baru, adik ku," Sheena semakin melebarkan senyumannya, tangannya terulur kebelakang kala menyadari kalau Erkan sudah berada tepat di dekatnya.

__ADS_1


"Sejak kapan?" gumaman Sang Lord terdengar begitu dalam.


Sheena menoleh, kedua netra sebiru lautan itu menatap lembut pada suaminya. Tidak ada lagi tatapan kosong, saat ini hanya ada tatapan berbinar dan kagum.


"Apa yang ingin kau tahu? aku akan menjelaskannya nanti, My Lord. Bisakah kita pulang sekarang? aku sudah selesai mengucapkan selamat pada adik kembar ku,"


Erkan terlihat menghela napas pelan, tatapan penuh intimidasi nya perlahan memudar- berganti dengan tatapan sendu penuh kebahagian.


"Kau bisa melihatku, Sunshine?" tanyanya lagi.


Erkan kembali mendekat, bahkan pria berjas hitam elegan itu mengabaikan uluran tangan Sheena. Erkan lebih memilih untuk menatap Sang Princess penuh selidik.


"Sejak Tuan Alfuttain memberikan pukulan itu!"


Sejak Hisham Alfuttain memukul kepala bagian belakang Sheena, saat Sang Princess menjadi tameng hidup untuknya. Kalau begitu, saat dirinya bertelanjang bulat waktu itu- Sheena dapat melihatnya?


Seketika wajah Erkan merona, Sang Lord mengalihkan pandangannya ke arah lain- menghindari tatapan serta senyuman geli Sheena. Erkan tahu, kalau saat ini Sang Princess tengah tertawa geli melihatnya.


"Apa yang kau katakan Sheena! jangan pernah memfitnah Ayah ku!" tukas Sheera.

__ADS_1


Sang Putri Mahkota sama sekali tidak menerima kala Sheena memojokkan Sang Ayah. Walaupun kenyataannya memang begitu, tapi Sheera kan tidak tahu kejadian itu. Karena saat peristiwa itu terjadu, Sang Putri Mahkota tengah menjalani hukumannya.


"Aku tidak mengatakan apa pun. Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih pada Tuan Alfuutain. Terimakasih atas pukulan yang kau berikan, kau tahu- pukulan yang menghantam kepala belakangku, membuat si gadis buta ini akhirnya dapat melihat mu,"


Tubuh Sheera menegang, begitu pula dengan Hisham. Sang Tuan Alfuttain sangat terkejut, bahkan kalau tidak ada pengawal di belakang tubuhnya- Hisham sudah terjungkal kebelakang karena terkejut.


Elvier dan Yasmine pun terdiam, sepertinya juga terkejut mendengarnya. Sang Permaisuri Alfuttain bahkan membekap mulutnya sendiri, air matanya sudah mengalir deras.


"Akhirnya aku dapat melihat orang orang yang tidak menginginkan ku selama ini, bahkan sampai menyingkirkan si gadis buta ini," Sheena menghela napas kasar, kekehan pelan keluar dari bibirnya.


Tatapan lembutnya berubah datar, tajam dan begitu dingin.


"Lalu, setelah aku dapat melihat, apa yang harus aku lakukan pada kalian, hm?" sambungnya.


Erkan yang ada di belakang tubuh Sheena tidak bergerak sama sekali. Tubuhnya kaku, dirinya masih tidak percaya.


'Sheena dapat melihatku? astaga,' gumamnya frustasi.


__ADS_1


**KAGET KAN LU


SEE YOU TOMORROW MUUUAAAACCHH😘😘**


__ADS_2