Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Kembali


__ADS_3

Erkan bersidekap dada saat melihat Sheera terlihat ragu untuk melangkah. Salah satu sudut matanya memberikan perintah pada Bibi Jumma agar bergerak. Yasmine dan Elvier yang baru saja datang, hanya saling menatap kala melihat kekasih putranya itu mematung di tempat.


"Sheena, apa kamu mau menyambut Mommy pakai biola?" Yasmine angkat bicara, dirinya sudah tidak sabar untuk melihat calon menantunya itu memainkan alat musiknya.


Yasmine mulai mengikis jarak pada Sheera, yang dia pikir itu Sheena. Namun langkahnya terhenti, saat melihat sang gadis reflek memundurkan langkahnya. Sudut mata Yasmine mengarah pada Erkan, dahi Sang Permaisuri mengernyit kala melihat senyuman samar putranya.


Apa yang sedang terjadi disini, selama dia dan Elvier pergi? pikir Yasmine.


"Ma-maaf Mom, bi-bisakah aku membatalkannya sebentar, aku- aku sedikit gugup," kilah Sheera.


Gadis itu menurunkan biola dari pundaknya, Sheera membungkuk pada Yasmine sebelum dia berbalik. Namun laju kakinya terhenti, saat Erkan menghalangi langkahnya.


Sheera terlihat memejamkan kedua mata, kala melihat tubuh menjulang Sang Lord sudah berada tepat di hadapannya.


"Mau kemana? ayo mainkan biolanya,"


Glek!


Sheera menelan saliva susah payah, saat Erkan terus saja mengikis jarak padanya. Sheera reflek kembali mundur, tatapan tajam dan datar Sang Lord membuat tubuhnya lemas tak bertenaga.


"Kalau Sheena belum siap jangan di paksa Akara,"


Ucapan Yasmine tidak mampu menghentikan Erkan, pria bertato itu terus saja mengintimidasi Sheera.


"Benarkah?" sahut Erkan dingin.


Sheera yang tidak tahu harus menjawab apa, hanya mengangguk. Kedua sudut matanya melirik pada Yasmine, seolah tengah meminta tolong agar menjauhkan Erkan darinya.


Erkan yang selalu dia tatap penuh puja, kini terlihat menyeramkan. Tidak ada senyum di wajah tampannya, hanya ada seringai tipis yang membuat Sheera bergidik ngeri.

__ADS_1


"Akara, kamu kenapa sih? calon mantu Mommy ketakutan!" Yasmine segera menjauhkah Erkan dari Sheera.


Sang Permaisuri mendekap erat tubuh bergetar Sheera, memberikan ketenangan agar gadis yang dia sangka sebagai calon menantunya itu, merasa tenang dan nyaman didalam pelukannya.


"Mommy enggak suka kalau kamu maksa kayak gitu ya! tenang ya sayang, nanti Mommy bakalan marahin Akara," kedua mata Yasmine memicing tajam pada putranya.


Sementara Erkan, Sang Lord hanya tersenyum sinis pada Sheera sembari memasukan kedua tangannya kedalam saku celana. Erkan mengarahkan tatapannya pada Sang Daddy, kedua pria beda usia itu seakan tengah saling berbicara lewat tatapan mata.


"Mommy pasti akan menyesal nanti," ujar Erkan santai.


Ucapannya yang terkesan misterius mampu membuat Yasmine mengerutkan dahi, kedua matanya menatap tajam pada putranya.


"Akara Mommy enggak suka main tebak tebakan!" tukas Yasmine.


Sepertinya Sang Permaisuri mulai tersulut, sementara gadis yang ada didalam dekapannya semakin terisak. Entah karena takut atau hanya sekedar drama, Sheera akhirnya menangis- dan sepertinya dia memanfaatkan situasi itu untuk mendapatkan simpatik Sang Permaisuri.


"A-aku takut Mom," lirihnya.


Erkan yang melihat interaksi keduanya hanya berdecak pelan, dia sudah tidak tahan dan tidak rela melihat Sang Mommy memeluk gadis yang bukan kekasihnya. Sang Lord terlihat merogoh ponselnya, mengotak atik benda pipih itu sekejap sebelum menempelkan pada salah satu telinganya.


"Bawa dia masuk!" titahnya pada seseorang yang ada diseberang telepon.


Tatapan datarnya terus saja tertuju pada Sheera, bahkan sekarang Erkan terlihat mulai mendekat pada Yasmine dan Sheera. Yasmine sempat memperingatkan putranya agar tidak mendekat lewat gestur tubuhnya, tapi sepertinya Sang Lord sama sekali tidak menggubris peringatan Sang Mommy kali ini.


"El!"


Yasmine memanggil suaminya, saat melihat Erkan mengulurkan satu tangannya pada sang gadis. Terlihat memainkan rambut coklat panjangnya, merabanya pelan- hingga akhirnya Erkan tersenyum samar saat menemukan sesuatu yang dia cari.


"Jangan terlalu keras, tapi kalau kau tidak bisa menahannya- lakukan saja," celetuk Elvier begitu saja.

__ADS_1


Pria bertato di lengan itu melangkah santai meninggalkan Erkan dan Yasmine- Elvier lebih memilih mendudukkan dirinya di sofa yang tidak jauh dari mereka.


Sementara Liara yang sepanjang perjalanan tertidur, sudah berada di kamar kesayangannya bersama Lionel.


"El kamu ngomong apa sih? kamu sama Akara kenapa?" Yasmine semakin bingung saat melihat suaminya memilih abai dan duduk santai di sofa.


Sang Permaisuri berdecak kesal kala melihat Elvier mengedikan bahunya. Kedua mata Yasmine menajam, dia tidak suka di permainkan seperti ini.


"Aku enggak bakalan maafin kamu kalau kamu diam aja, dan enggak jelasin apa yang sedang terjadi sebe-,"


Ucapan Yasmine terhenti, saat kedua matanya melihat seorang gadis tengah berjalan mendekat pada mereka, dengan langkah meraba- dibantu oleh Bibi Jumma.


Yasmine menunduk, memastikan kalau gadis yang ada didalam dekapannya saat ini adalah calon menantunya, Sheena.


"Akara?" suara Yasmine terdengar pelan, namun sarat akan tuntutan.


"Selamat datang, Mom. Maaf, aku terlambat menyambut kedatangan mu dan Daddy,"


Kedua mata Yasmine mengerjab, perlahan dekapannya mengendur- namun tertahan saat gadis yang ada didalam pelukannya mengeratkan rangkulannya.


"Ada apa ini sebenarnya?" tanya Yasmine frustasi.


Sedangkan Sheera, gadis itu mengigit bibirnya cukup keras karena menahan keterkejutannya. Dia tidak menyangka kalau semua rencana briliannya akan berakhir hari ini.


'Kenapa Erkan tahu? kenapa Erkan bisa menemukan Sheena? kenapa Erkan dapat menyadari kalau aku bukan Sheena?' Sheera terus saja bergumam dalam hati, rasa takut tengah mendominasi nya saat ini.



**WELLCOME PRINCESS

__ADS_1


SEE YOU MUUUAACHH😘😘😘**


__ADS_2