
Bibi Jumma tersenyum tipis saat melihat penampilan Tuan Putrinya. Hari ini- tepat di hari ulang tahun Sheena yang ke 17, Sang Princess akan dibawa oleh Lord Erkan ke suatu tempat.
Sheena dan Bibi Jumma pun tidak tahu tempat apa yang akan mereka jejaki nanti. Lord Erkan hanya berpesan ada Bibi Jumma, untuk mendandani gadisnya- dan memakaikan gaun indah pada sang gadis.
"Lihat, anda sudah seperti Putri yang ada di film, cantik sekali,"
Sheena menipiskan senyum, saat mendengar kata pujian yang selalu Bibi Jumma berikan padanya- setelah dirinya selesai di dandani. Bibi Jumma seakan memberitahukan padanya- kalau dia adalah seorang putri yang sangat cantik, walaupun memiliki keterbatasan.
"Apa Akara akan menyukainya, Bi?"
Bibi Jumma mengulum senyum mendengarnya, dia senang karena Sang Putri sudah mau menerima kehadiran serta ketulusan Sang Putra Mahkota- yang masih Sheena kenal sebagai seorang pengawal.
"Tentu saja Tuan Putri," sahut Bibi Jumma, sembari melirik pada seseorang yang saat ini tengah bersidekap dada di ambang pintu.
"Tuan Akara pasti akan senang melihat Tuan Putri selalu tersenyum seperti ini. Dia akan menjadi pria yang paling beruntung, karena sudah mampu membuat seorang Putri cantik seperti anda- bahagia, bukan begitu Tuan?"
Tubuh Sheena sedikit menegang, kenapa Bibi Jumma-nya berbicara seperti itu? seolah diantara mereka ada orang lain.
Ada orang lain? kedua mata sebiru laut itu membulat. Jangan bilang kalau kekasihnya ada bersama mereka berdua saat ini?
Sheena menggigit bibir bawahnya pelan karena gugup, apa lagi saat merasakan seseorang memeluknya dari belakang, dan menumpukan dagu di bahunya.
"Bi-Bibi Jumma?" panggil Sheena pelan.
__ADS_1
Tapi tidak ada sahutan dari Sang Pengasuh. Sheena menghirup napasnya dalam, dia yakin kalau Bibi Jumma sudah pergi dari kamar ini.
"Kau cantik," bisiknya.
Tidak dapat dihindari lagi, saat ini wajah Sheena terbakar sesuatu hingga ke telinganya. Sang Princess menunduk karena malu, tanpa sengaja dia meremas salah satu lengan yang melingkar di perutnya.
"Aku menyukainya, Sunshine. Benar apa yang dikatakan Bibi Jumma padamu, aku menyukainya," sambungnya lagi.
Sheena yang sudah tidak dapat menahan segala rasa yang ada didalam dirinya, segera melepaskan belitan tangan Sang Lord.
Sang Princess memejamkan kedua matanya, Sheena tengah berusaha menetralkan degup'an jantungnya yang semakin menggila. Mungkin kalau dia dan Erkan lebih lama dalam posisi seperti itu, Sheena yakin dia akan segera tidak sadarkan diri.
"Kau disini?" tanyanya gugup, mengalihkan situasi yang berhasil membuat keduanya canggung- lebih tepatnya Sheena yang canggung karena belum terbiasa.
"Iya, apa kau sudah siap, Sunshine?"
Tangan besar itu menggenggamnya erat, membawanya kedalam kehangatan.
"Hari ini aku yang akan menjadi tongkat itu. Aku akan berjalan bersama mu, dan jangan pernah menunduk- karena aku tidak menyukainya,"
Sheena mendongak, kedua netra mereka bersitubruk- walaupun Sheena hanya bisa melihat kegelapan, tapi dia yakin kalau pria yang ada dihadapannya saat ini tengah menatapnya juga.
"Kau tidak malu?" cicit Sheena.
__ADS_1
Sebenarnya dia belum percaya diri untuk menghirup udara di luar rumah ini. Sheena yakin kalau di luaran sana pasti akan ada banyak mata yang menatapnya. Akan banyak orang yang mengasihaninya, atau bahkan mencibir kekurangannya.
"Kenapa aku harus malu? bukankah aku sedang berjalan berdampingan dengan seorang Tuan Putri,"
"Tapi aku-,"
"Dengar, jangan pikirkan apa pun saat ini. Cukup pikirkan aku saja, berjalanlah bersama ku Princess. Jadikan aku pria yang paling bahagia, karena bisa berdampingan dengan Tuan Putri secantik dan sebaik dirimu,"
Sheena tidak dapat menyembunyikan wajah merona nya. Pria ini terlalu pandai membuat hati yang hanya setipis permen kapas, meleleh tak berbentuk.
"Terimakasih," ujar Sheena pelan.
"Anything for you, Sunshine,"
Oke hati Sheena yang sudah tipis itu semakin terkoyak tak karuan. Ingin rasanya dia menenggelamkan diri di danau saat ini juga.
Perayu handal!
**SI PERAYU HANDAL
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUAACHHHšš**