
Sheera bersenandung kecil, kedua sudut bibirnya terangkat saat melihat tampilannya di cermin.
Tubuh indahnya terbalut gaun indah, gaun yang sudah tersedia didalam beberapa lemari yang ada di kamar ini. Sheera sampai lupa diri, kalau gaun gaun itu tersedia bukan untuknya- melainkan hanya untuk Sheena.
Rasa percaya dirinya patut di acungi 6 jempol. Bibi Jumma yang saat ini tengah mengawasi dari balik pintu, hanya mengepalkan kedua tangannya. Ingin rasanya dia menjambak rambut Sheera dari belakang, memperlihatkan siapa gadis itu yang sebenarnya.
Menyadarkan kalau hanya ada Sheena di istana ini yang akan selalu menjadi pendamping Sang Lord, bukan dirinya.
"Aku adalah satu satunya gadis yang pantas mendampingi Erkan. Tapi kemana pria itu, kenapa dari kemarin dia tidak melihatku?" ada rasa heran tengah menyelimuti hati Sheera.
Apa mungkin Erkan menghindarinya, atau mungkin Sang Lord tengah sibuk dengan tugasnya sebagai seorang Putra Mahkota. Apa Sheena juga sering di abaikan seperti ini oleh Erkan?
Sheera berdecak kesal, harusnya dia paham kenapa Erkan mengabaikan dirinya beberapa hari ini. Mungkin saja Sang Lord sudah merasa bosan pada gadis buta nya, maka dari itu Erkan menghindar- dan Sheera yang terkena imbasnya karena dirinya tengah menyamar sebagai Sheena- si gadis buta.
"Ck, peran sialan! kenapa aku harus menjadi Sheena? kenapa aku tidak bisa menjadi diriku sendiri?"
Sheera menatap tajam pada cermin, ternyata dia belum menyadari kalau sedari tadi Bibi Jumma tengah memperhatikan dan merekam setiap ucapannya.
__ADS_1
"Kau akan mendapatkan balasannya, iblis kecil," gumam Bibi Jumma, sebelum wanita itu pergi.
🍒
🍒
🍒
Tungkai kokoh Erkan melangkah cepat memasuki gedung pencakar langit. Banyak mata tertuju padanya, apa lagi di belakang Erkan ada beberapa orang pria bertubuh besar yang menjadi pengawalnya.
Tujuan utama Erkan adalah The Green Planet, hutan buatan yang ada di gedung ini. Erkan tidak menyangka kalau Sheera akan mempunyai pikiran seperti ini. Mengurung Sheena di The Green Planet, bersama hewan liar. Kedua tangan Erkan terkepal erat, dia tidak bisa membayangkan apa yang tengah Sheena rasakan saat ini.
Erkan mengangguk, Sang Lord segera memasuki beberapa kawasan yang di huni para burung dan sejenisnya. Tapi hasilnya nihil, Sheena tidak ada didalam kawasan itu.
Erkan mencengkram besi pembatas, menatap kosong ke arah pohon besar yang ada di hadapannya. Dia yakin kalau Sheera akan menyembunyikan Sheena di tempat sepi, bahkan berbahaya.
"Reptil dan kucing," gumam Erkan.
__ADS_1
Hanya dua hewan itu yang ada di dalam pikiran Erkan saat ini. Jarang sekali pengunjung berlama lama di lokasi itu karena hewan di sana buas serta beracun.
Tanpa menunggu lagi Erkan kembali menyusuri jalan kaca yang sedari tadi dia tapaki. Kedua matanya mengedar keseluruh penjuru, bersyukurlah pengunjung hari ini lebih sepi- Erkan jadi lebih leluasa mencari Sheena.
Tebakan Erkan tepat, disalah satu tempat itu ada sebuah ruang kecil yang menjadi tempat Sheera mengurung saudari kembarnya. Ruangan yang hanya cukup menampung satu orang manusia, sempit serta pengap. Lebih terlihat seperti kandang hewan, gubuk kecil yang layak di sebut sebagai kandang.
Hutan buatan yang memang sangat eksotis, para pengunjung pun sampai tidak menyadari kalau di dalam gubuk kecil yang biasa dijadikan tempat tidur oleh hewan buas itu, ada seorang gadis cantik- tengah terikat layaknya hewan, bahkan hewan di sana saja terlihat bebas.
Karena kekurangan yang dimilikinya, membuat sang gadis mengira kalau dirinya tengah berada di sebuah hutan rimba, kalau dirinya bersuara keras akan mengundang banyak hewan buas mendekat, maka dari itu Sheena tidak pernah bersuara kencang atau berteriak.
Padahal kalau Sheena tahu itu tempat umum dan hanya hutan buatan, mungkin Sang Princess sudah berteriak sekeras mungkin.
"Sunshine?" gumam Erkan.
Dia berusaha mencari cara agar bisa masuk kedalam sana, kedua matanya bergulir memindai seluruh area. Hanya ada satu cara agar dia bisa masuk, melalui pohon besar yang ada di depannya saat ini.
__ADS_1
**JADI PINGIN NYAPA MANTAN, HAI MONYET
MUUUAAACCCCHH😘😘😘**