Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Putri Mahkota Cadangan vs Pangeran Pungutan


__ADS_3

Sheera berdecih pelan saat melihat Kezier tidak jauh darinya. Sang gadis kembali teringat dengan perlakuan Kezier tadi malam. Pria Abraham itu mencekiknya tanpa perasaan, menggumamkan kata kata tidak pantas padanya.


Sheera tidak terkejut lagi, dia sudah yakin kalau pernikahannya yang masih seumur kecambah ini tidak akan sesuai ekspektasinya.


Dan kini, pria kejam itu sama sekali tidak mengedipkan kedua matanya- kala Sheera melewatinya begitu saja. Kezier menaikan sudut bibirnya, kedua matanya tidak lepas dari punggung Sheera.


"Kau mengabaikan ku?"


Tubuh Sheera tersentak, saat mendengar Kezier sudah berada di belakang tubuhnya. Hembusan napas panas pria itu, membuat Sheena meremang.


"Apa mau mu? kau belum puas mencekik ku semalam?" Sheera membalikan tubuhnya. Tanpa ragu Sang Princess menatap kedua mata Kezier sama tajamnya, seperti yang tengah Kezier lakukan padanya.


"Putri Mahkota cadangan huh!" sinisnya.


Sheera mengepalkan kedua tangannya. Wajah memuakkan Kezier membuatnya mual, ingin sekali Sheera menghantam wajah Kezier dengan vas kristal yang tidak jauh dari pandangannya.


Sheera tetap tenang, Sang Princess malah terlihat menaikan salah satu sudut bibirnya. Sheera semakin mengikis jarak, kedua mata biru langit nya memindai setiap lekuk tubuh pria yang beberapa puluh jam yang lalu, telah resmi menjadi suami sahnya.


"Lalu, apa kabar dengan mu- Pangeran Pungutan!" sarkas Sheera.

__ADS_1


Sang Putri mengembangkan senyum, satu tangannya terangkat untuk menyentuh bahu kekar Kezier, mengusapnya pelan- lalu memberikan sedikit tepukan. Bahkan tangan nakal Sheera kembali merangsak naik, untuk menyentuh rahang mengetat suaminya.


"Jangan kau kira aku tidak tahu, apa status mu di keluarga bangsawan Abaraham. Kau hanya anak pungut, right? status yang lebih rendah dari ku," cemo'ohnya.


Sheera mengingatkan Kezier kembali, kalau Lasheera Alfuttain tidak akan pernah mau di rendahkan oleh siapa pun.


"Atau mungkin kau anak haram Tuan Kaviar? dari wanita murahan yang pernah ditidurinya, lalu di tinggalkannya seperti sam-,"


Grep!


Sheera memejamkan kedua matanya, napasnya terasa sesak saat Kezier kembali mencengkram erat lehernya. Menyebabkan pasokan udara di paru parunya semakin berkurang, namun Sheera terlihat sangat tenang- bahakan senyuman remeh masih terpatri di bibirnya.


"Aku akan menyingkirkan mu, setelah aku mendapatkan apa yang aku mau. Bahkan mungkin, aku akan membawa saudara kembar mu itu- kembali ke istana ini. Menjadikannya ratu yang sesungguhnya, karena memang dia lah yang berhak atas tahta yang saat ini kau tempati!"


Sheera terbatuk keras, kala Kezier melepaskannya. Sang Putri terkekeh meremehkan, bahkan diantara napasnya Sheera masih dapat menatap rendah pada Kezier.


"Oh ya, kalau pun kau dapat menyingkirkan ku. Aku yakin kau tidak akan pernah bisa membawa Sheena kemari. Perlu waktu ratusan tahun sampai kau reinkarnasi, karena Pangeran Albrack tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh miliknya," tukas Sheera.


Sang Putri berdecih, bahkan tanpa sungkan Sheera meludah di depan Kezier.

__ADS_1


"Aku sudah merasakannya. Turuti kata kata ku, kalau kau masih ingin melihat indahnya dunia- bukan teras neraka!" sambungnya.


Sheera mengibaskan rambutnya sampai mengenai wajah suami sialannya. Rasa sakit di batang lehernya masih terasa, namun Sheera mengabaikannya. Sheera harus segera menghindari pria gila itu. Dia tidak peduli apa yang akan Kezier lakukan pada saudari kembarnya nanti.


Dirinya sudah memberi peringatan pada Pangeran Pungutan itu, kalau Erkan Albarack tidak akan memberikan ampun pada siapa pun yang berani menyentuh Sheena.


"Aku doakan kau mati ditangan Sang Lord, agar aku bisa terbebas dari pernikahan sialan ini!" gumamnya penuh harap.


Sudut bibir Sheera terangkat, sebuah ide cemerlang melintas begitu saja di dalam otaknya. Apakah dia harus memancing kemarahan Sang Lord, lalu menumbalkan Kezier pada pria itu?


Tidak salahkan kalau dia mencobanya?



**MARKICOB, MARI KITA COBA


HOLLA MET MALAM EPRIBADEH


ALHAMDULILAH MASIH BISA UP WALAU PUN TELAT

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHHH😘😘**


__ADS_2