Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Begitulah Saat Aku Didekatmu


__ADS_3

Sheena terlihat tegang saat mendengar langkah Sheera semakin mendekat ke arah mereka. Sang Princess memejamkan kedua mata, menetralkan detak jantungnya yang tidak karuan.


" Kau tidak sopan, Tuan Putri," desis Kezier pada Sheera, saat dia merasa kalau semua mata para tamu undangan tertuju pada mereka.


"Tidak sopan? siapa yang tidak sopan, kau?" tukas Sheera, menjeda sebentar ucapannya sembari menyunggingkan senyuman sinis nya pada Kezier.


"Lebih tidak sopan, kau yang meninggalkan aku begitu saja, atau aku hanya memanggil nama mu, huh?!" sambungnya, Sheera melipat kedua tangannya di dada.


Kedua matanya terus saja menatap tajam pada Kezier, senyuman sinis nya kembali tercipta saat Kezier tidak dapat membalas ucapannya. Inilah yang dia harapkan, Kezier akan selalu berada di bawah kakinya, agar pria ini tidak tetap diam tak berkutik.


Kedua mata Sheera bergulir, beralih pelan dari Kezier- menuju dua orang yang ada di hadapannya. Dahi Sheera mengernyit, netra biru safir itu memindai pria berjas maroon yang tengah merengkuh tubuh kecil seorang gadis.


"Aku permisi Tuan Kezier, sepertinya ada hal yang harus anda selesaikan dengan kekasih anda,"


Kedua bola mata Sheera membulat sempurna. Suara itu terdengar tidak asing di telinganya, suara seseorang yang sangat dia harapkan- bisa mengeluarkannya dari perjodohan sialan ini bersama Kezier.


"Putra Mahkota Albarack?" gumamnya pelan.


Sheera memutar tubuhnya 180 derajat kebelakang, dia menatap punggung lebar pria yang diyakininya , kalau pria itu adalah Lord Erkan- Sheera yakin itu walaupun terhalangi oleh topeng hitam.


Tapi siapa gadis itu? kenapa Lord Erkan terlihat begitu mesra saat merangkulnya?


Tidak suka!

__ADS_1


Sheera mengepalkan kedua tangannya, tanpa menunggu gadis bergaun hitam itu segera melangkah- meninggalkan Kezier begitu saja.


"Putri Sheera?!"


Sheera mengabaikan panggilan Kezier, kedua matanya terus saja mencari keberadaan Erkan dan sang gadis.


Disisi lain, saat ini Erkan tengah membawa Sheena kelantai dansa. Sebenarnya Sheena sempat menolak, karena dia sama sekali tidak bisa melakukan hal itu. Tapi Erkan terus saja merayunya, Sang Lord berkata tidak perlu menggerakkan tubuhnya- cukup melemaskannya karena Erkan yang akan bergerak.


Akhirnya mau tidak mau Sheena mengalah, dan sekarang dia dan Erkan sudah berada di ballroom pesta. Erkan merengkuh tubuh Sheena seakan tidak ingin melepaskannya.


"Apa gerakan ku sudah benar, Yang Mulia?" bisik Sheena.


Gadis itu merasa tidak percaya diri sekarang, Sheena yakin kalau gerakan yang dia lakukan begitu kaku dan tidak sesuai.


Pria itu berbisik tepat di depan wajah Sheena. Kalau saja tidak ada topeng diantara mereka, ingin rasanya Erkan mengecupi seluruh permukaan wajah kekasihnya saat ini juga.


Kedua mata sebiru lautan berhasil Erkan tutupi, agar tidak ada orang lain yang melihatnya- karena kedua mata indah itu hanya miliknya.


"Sunshine?" panggil Erkan.


Satu tangannya memutar tubuh kecil Sheena ke udara, merengkuh pinggang kecil berbalut gaun pesta yang begitu pas di tubuh Sheena. Erkan bahkan tidak menyangka kalau Sheena terlihat begitu cantik saat memakainya.


"Apa sudah selesai? kaki ku pegal," ringis Sheena.

__ADS_1


Sang Princess merasa tidak nyaman, bukan hanya kedua kakinya yang mulai pegal- tapi bagian tubuhnya yang lain juga merasakan hal yang sama. Mungkin karena Sheena belum terbiasa, ini adalah pengalaman pertamanya- turun langsung ke ballroom pesta untuk berdansa. Karena biasanya, saat ada pesta di istana Alfuttain- dirinya hanya di izinkan bermain biola. Itu pun harus mengaku sebagai saudari kembarnya, setelah itu Sheena harus kembali ke istana menara-nya.


"Kau sudah lelah?" tanya Erkan lembut.


Sheena mengangguk, Sang Princess meletakan kepalanya di dada Sang Lord. Memejamkan kedua matanya perlahan, merasakan detak jantung kekasihnya yang terdengar dua kali lebih kencang.


"Kau tidak apa apa?" gumam Sheena, Sang Princess kembali mendongak- saat dia merasa khawatir.


"Jantungmu, sepertinya ada yang-,"


"Begitulah, ketika aku bersama dengan mu Sunshine. Rasakan, disetiap detaknya- hanya ada satu nama yang aku seru kan," bisik Erkan, tepat di depan bibir tipis Sheena Oceana.



OCEANA



**SHEERA


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**


__ADS_2