Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Simalakama


__ADS_3

Sheera menatap tampilannya di cermin, gaun indah dan mewah melekat indah di tubuhnya. Senyum di bibirnya tidak luntur sedikit pun, bahkan semakin mengembang, kala Sheera membayangkan wajah tampan Erkan nanti.


Mengulurkan tangan untuk menyambutnya, memberikan kecupan lembut dan dalam pada punggung tangannya- dan merengkuh tubuhnya erat.


Sheera tersenyum sendiri membayangkannya, akhirnya keinginannya untuk menyentuh dan berinteraksi langsung dengan Putra Mahkota Albarack dapat terwujud. Walaupun dia harus rela berkorban banyak waktu dan nyawa seseorang.


"Hm, bagaimana kabar saudari ku yang malang itu? apa dia sudah mati di makan binatang buas?" gumamnya.


"Aku harap si buta itu mati, lalu mereka mengira kalau itu aku- dan Sheera yang asli akan tetap menjadi Ratu di istana ini," sambungnya lagi.


Bahkan Sheera tertawa kecil kala membayangkannya. Sudah hampir dua hari berlalu, pengawalnya tidak kunjung memberikan kabar- semoga saja dirinya akan mendapat kabar baik setelah ini.


"Tuan Putri?"


Sheera tersentak saat mendengar suara Bibi Jumma, gadis itu buru buru merubah raut wajah dan pandangan matanya. Terlihat kosong, saat menatap cermin yang ada di hadapannya.


"Ya," sahutnya lembut.


Bibi Jumma berdecih dalam hati, namun sebisa mungkin wanita itu tersenyum pada Sheera.

__ADS_1


"Ini biola anda,"


Bibi Jumma memberikan sebuah kotak hitam panjang, yang menyimpan sebuah biola. Biola baru, bukan biola yang biasa di pakai oleh Sheena.


Karena Bibi Jumma tahu, kalau Sang Lord akan murka- saat tahu biola yang Erkan berikan pada Sheena disentuh oleh saudari tiri kekasihnya.


"Bi-biola?" beo Sheera.


Gadis itu menelan saliva susah payah, bahkan untuk menatap benda itu saja Sheera tidak mampu.


'Mati aku,' pekiknya dalam hati.


'Alasan apa yang akan kau berikan?' gumam Bibi Jumma dalam hati.


"T-tapi a-aku, aku sangat gugup hari ini. Bisakah aku memainkannya lain waktu sa-,"


"Dan membuat Permaisuri kecewa," sela Bibi Jumma.


"Tuan Putri, Permaisuri Yasmine sudah baik pada anda. Dia hanya menginginkan calon menantunya bermain biola saat menyambutnya nanti, tidak berlebihan bukan- itu hanya permintaan sederhana seorang Permaisuri keluarga bangsawan Albarack," sambung Bibi Jumma sedikit mendramatisir.

__ADS_1


Sementara Sheera, sang gadis masih terpaku di tempat. Sheera tidak tahu harus berbuat apa, kalau dia menolak permintaan Permaisuri pasti wanita itu akan membencinya- lalu menolak kehadirannya.


Dan itu membuat kerugian besar untuk Sheera, tapi kalau dia menerimanya- bukankah itu sama saja bunuh diri. Jadi, apa yang harus Sheera lakukan sekarang, nasibnya sudah seperti buah simalakama. Maju salah, mundur pun tidak bisa.


"Tuan Putri waktu anda tidak ba-,"


"A-aku akan mencobanya," Sheera memotong cepat ucapan Bibi Jumma.


Sheera menghela napas kasar, meraih kotak biola yang ada di tangan Bibi Jumma. Menggenggam erat benda itu, berharap kalau ada keajaiban datang saat dia memainkannya.


"Ayo Tuan Putri!"


Bibi Jumma meraih tangan Sheera pelan dan lembut, walaupun dalam hatinya saat ini dia ingin sekali mendorong tubuh Putri licik ini. Bibi Jumma menyunggingkan senyuman samar, kala melihat wajah pucat Sheera.


Bibi Jumma yakin kalau saat ini Sheera merasa serba salah, atau bahkan mungkin tengah ketakutan. Wanita itu sudah tidak sabar dengan kejutan yang akan di berikan Sang Lord nanti, dan apa yang akan terjadi pada Sheera setelahnya.



**SENYUMAN MU MEMBUAT LORD ERKAN SAWAN

__ADS_1


SEE YOU MUUUUAACCHH😘😘**


__ADS_2