Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Menolak


__ADS_3

Lenguhan dan desisan pelan keluar dari bibir Sheena. Gadis itu menyunggingkan senyum, dengan kedua mata yang tertutup. Jari jemari lentik Sheena tenggelam di helaian rambut milik suaminya, Sheena mengusapnya lembut bahkan terkadang menjambaknya pelan- saat Erkan mulai bermain nakal di bawah sana.


"Kau suka?" gumamnya serak.


Erkan menjauhkan wajahnya dari perut Sheena, sudut matanya melirik puas pada karya yang baru saja dia ciptakan. Ruam merah kebiruan hampir menyelimuti seluruh permukaan kulit tubuh Sheena. Bahkan paha bagian dalam Sang Princess tidak terlewat sedikit pun, Erkan melakukan tugasnya dengan baik.


Sang Lord menyeringai kecil saat melihat Sheena mengangguk dalam keadaan terpejam. Suhu dingin yang sejak tadi membalut tubuh Sang Princess, perlahan hilang berganti dengan hawa panas membakar seluruh tubuhnya.


"Kau ingin lebih?" Erkan merangkak naik, mensejajarkan tubuhnya dengan Sheena- menatap manik mata biru itu dengan tatapan memuja.


Tangan Erkan terulur untuk menyingkirkan rambut nakal yang menghalangi wajah istrinya. Jari jemari panjangnya menyusuri lekuk wajah Sheena. Dahi, kelopak mata, rahang, hidung, dagu hingga bibir.


"Apa aku bisa mendapatkan lebih?"


Tatapan keduanya terkunci, Sheena melebarkan senyum kala melihat Erkan terdiam. Sheena yakin kalau Sang Lord tengah berkutat dengan pikirannya saat ini, antara mengiyakan atau menolak.


"Tidak! aku tidak bisa menyentuh mu lebih dari ini Sunshine. Aku tidak akan membiarkan mu mengandung anak ku se-,"

__ADS_1


"Kau tidak mau memiliki anak dari ku?" Sheena menyela ucapan Erkan.


Tatapan lembut yang Sheena tunjukan, berubah drastis. Sheena menatap penuh selidik pada Sang Lord, entah kenapa ucapan Erkan tadi membuat hatinya sedikit- sakit.


"Nope! maksud ku tidak seperti itu. Aku tidak ingin mengandung di usia belia. Sunshine, kau tidak marah kan? mengandung di usia yang belum cukup- bisa beresiko. Aku tidak ma- kau mau kemana?!"


Erkan panik, pria itu segera meraih boxer yang tercecer di atas nakas. Erkan mengusap wajahnya kasar saat melihat Sheena menjauhkan tubuhnya lalu bangkit dan meninggalkannya.


"Sunshine?"


Panggilan lembut Erkan tidak mampu meluluhkannya. Sheena memejamkan kedua mata, sebelum dia meraih handle pintu kamar mandi. Dadanya serasa terhimpit, ternyata di tolak oleh suami sendiri itu sangat menyakitkan. Walaupun Erkan berkata itu demi kebaikannya, tapi entah kenapa rasanya tetap saja- menyakitkan.


Setelah mengatakan itu, Sheena segera masuk- Sang Princess tidak peduli dengan keadaannya yang masih full naked. Sudah dalam keadaan seperti itu, Erkan menolaknya? dengan alasan karena Erkan tidak ingin mengandung di usianya yang masih dini.


Kalau memang Sang Lord berpikiran seperti itu, kenapa Erkan selalu menggodanya? apa Erkan tidak sadar kalau dirinya adalah gadis normal.


"Ck! memalukan!" rutuknya kesal.

__ADS_1


Sheena benar benar malu pada dirinya sendiri. Sang Princess menenggelamkan dirinya di dalam bak mandi, membiarkan air dingin membasahi seluruh permukaan kulitnya- yang terlihat seperti Leopard.


Sheena menulikan kedua telinganya, Sang Princess mengabaikan panggilan penuh khawatir suaminya. Sheena ingin sendiri, dirinya tidak ingin terlihat emosi saat menatap wajah tampan Sang Lord.


Gejolak panas yang ada didalam dirinya belum juga surut. Sheena memejamkan kedua mata, berusaha rileks dan melupakan kejadian tadi. Dia tidak ingin terlalu lama menjauhi suaminya, maka dari itu sebisa mungkin Sheena melenyapkan rasa kesalnya.


Kesadaran Sheena perlahan hilang, Sang Princess membiarkan keheningan membalutnya. Suara gedoran pintu dan panggilan Erkan tidak dapat lagi Sheena dengar, Sang Princess benar benar sudah merasa lebih baik saat ini- namun Sheena enggan untuk mengakhirinya.


Sementara di luar, Erkan terlihat mondar mandir di depan pintu kamar mandi. Sang Lord mengusap kasar wajahnya, tubuh shirtless nya dia biarkan terbuka. Bahkan saat ini Erkan hanya memakai boxer sexy, pikirannya kalut kala melihat wajah tidak bersahabat istrinya.


"Sunshine!" panggilnya frustasi.



**DUH BANG, JANGAN BIKIN MUPENG NAPA


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHHH😘😘**


__ADS_2