
Hembusan napas teratur Sheena membuat Erkan tersenyum, tangannya terulur mengusap lembut pucuk kepala istrinya, turun ke dahi, pelipis hingga pipi Sang Princess.
Memuja,
Hanya itu yang terpancar di kedua mata Sang Lord. Erkan menyunggingkan salah satu sudut bibirnya, pria itu menyandarkan kepalanya pada kursi mobil. Posisi tubuhnya dia miringkan, agar Erkan dapat melihat wajah Sheena secara seksama- walaupun dari arah samping Sang Princess tetap saja mempesona.
Entah mengapa Erkan begitu terpesona pada gadis yang sudah menjadi miliknya ini. Gadis bermata sebiru lautan, dengan tatapan kosong dan senyum polosnya- membuat Erkan gila. Gila dalam artian sudah masuk terlalu dalam pada pesona seorang Sheena Oceana.
"I love you, Sunshine," bisiknya rendah.
Cup!
Satu kecupan dalam Erkan berikan di bibir tipis Sheena. Kecupan yang perlahan menjadi pagutan selembut sutra, berusaha agar tidak membangunkan Sang Princess.
"Maaf, malam ini aku harus membawa mu pulang ke istana, dan aku harus meninggalkan mu sebentar- hanya sebentar saja oke," bisiknya lagi.
Satu kecupan ringan kembali Erkan berikan di bibir Sheena, setelah ini Erkan segera memacu mobilnya keluar dari area rumah danau. Malam ini Erkan harus memastikan kalau Sheena tidur dengan nyenyak di istana, sebelum dia pergi untuk menyelesaikan sesuatu di area balap.
🍒
🍒
__ADS_1
🍒
Malam semakin larut, waktu sudah menunjukan pukul 11.30 malam waktu Dubai. Tepat di pukul 00.01 Erkan harus sudah siap di tengah arena balap, untuk menerima tantangan adik iparnya.
Erkan tertawa geli saat memikirkannya. Pantaskah pria itu dia sebut sebagai adik ipar? padahal keluarga istri dari pria itu- Alfuttain sudah membuang istrinya bagai sampah tidak berguna.
Erkan mengunyah permen karetnya, kedua netra nya tertuju pada satu titik. Seorang pria berkemeja navy terlihat menyunggingkan salah satu sudut bibirnya, dia bangkit sembari menghisap nikotin ditangannya- melangkah pelan menuju Lord Erkan.
Bahkan Erkan dapat melihat pria itu membuang puntung rokoknya, lalu menginjaknya hingga tidak berbentuk.
"Aku kira kau tidak akan menerima tantangan ku kali ini, Kakak ipar?" kekehnya.
Terlihat sekali kalau Kezier begitu merendahkan Erkan, dan dia yakin kalau Sang Lord akan kembali dia kalahkan untuk kedua kalinya.
"Get up!"
Dua kata yang Erkan ucapkan, membuat Kezier menatap ke arah Sang Lord. Tatapannya tajam penuh dengan permusuhan, namun Erkan hanya menanggapi dengan santai dan sangat tenang.
"Siapkan saja mental mu setelah ini! dan jangan pernah berani memangil gadis ku dengan mulut busuk mu. Karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah membiarkan semua itu terjadi. Kau dan Sheera sudah cocok, saling membutuhkan untuk mempertahankan tahta!" pungkas Erkan tajam.
Sang Lord berbalik, dia tidak ingin berlama lama berurusan dengan pangeran tidak tahu diri itu. Selama ini Erkan tidak pernah memandang rendah pada status orang lain, namun kali ini sepertinya dia harus melakukannya.
__ADS_1
Memperlihatkan pada Kezier seberapa besar pengaruh dan kekuasaan seorang Albarack.
"Kalau kau kalah aku ingin menukar Sheera dengan Sheena!"
Langkah Erkan terhenti, Sang Lord memejamkan kedua matanya guna meredam emosi. Tangannya terkepal erat, mendengar ucapan Kezier- yang secara tidak langsung sudah menyentil harga dirinya sebagai suami Sheena.
"Kau pikir istriku barang!"
Erkan berbalik, kedua matanya memerah kerena menahan emosi. Sang Lord tidak menerima, saat Kezier terang terangan merendahkan gadis kesayangannya. Secara tidak langsung Kezier sudah merendahkan Sheena, dengan menyamakannya dengan sebuah barang.
"Mereka sama, jadi tidak ada salahnya kalau kita bertukar. Bagaimana? apa kau tertarik dengan usul ku ini?"
**MINTA DI SLEPET NIH SI PANGERAN PUNGUTAN
HOLLA MET MALAM EPRIBADEH
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUAACCHH😘😘**
__ADS_1