
Sheena menepuk pelan punggung calon ibu mertuanya. Saat ini Sheena tengah berada di dalam pelukan Yasmine, Sang Permaisuri segera memeluk tubuh Sheena.
Memberikan banyak kecupan di pucuk kepala Sang Princess. Yasmine menajamkan tatapannya kembali pada Sheera, saat melihat lebam di pipi Sheena dan luka di pergelangan kaki serta tangan Sheena.
"Apa yang sudah dia lakuin sama kamu?" Yasmine menjauhkan tubuh Sheena, menangkub wajah calon menantunya dan menatapnya lekat.
Sheena tersenyum, kedua mata sebiru lautnya menatap kosong- lalu menggeleng pelan.
"Dia tidak melakukan apa pun pada ku Mom," sahut Sheena pelan.
Yasmine bahkan mengernyitkan dahi mendengarnya. Tidak melakukan apa pun katanya? lalu lebam di wajah dan luka di pergelangan tangan Sheena, itu ulah siapa? bukankah Sheera yang sudah menculik calon menantunya, bersama pelayan istana ini dan salah satu penjaga.
"Memang bukan Sheera yang melakukannya, tapi dia memerintahkan orang untuk melakukan semua itu padaku," ujar Sheena lagi.
Entah kenapa Sheena sama sekali tidak dapat berbohong pada Yasmine. Padahal dia ingin sekali mengatakan' tolong beri kesempatan pada Sheera untuk berubah'.
Tapi ternyata ucapannya malah membuat Sang Permaisuri menukik'an kedua alisnya pada Sheera.
"Kau memang tidak punya hati atau bagaimana? dia saudari mu bukan?" tukas Yasmine.
__ADS_1
Sang Permaisuri masih tidak percaya kalau Sheera tega melakukan semua ini pada Sheena- yang nota bene saudari kembarnya sendiri.
"Karena dia buta, karena dia memiliki wajah yang sama dengan ku. Aku tidak mau memiliki rupa yang sama dengan gadis cacat se-,"
PLAK!
Satu tamparan keras yang dilayangkan Yasmine membuat Sheera terhuyung. Gadis berambut pendek itu menatap tidak percaya pada Sang Permaisuri. Sheera tidak menyangka kalau Yasmine akan menamparnya dengan keras.
"Kau menamparku? menampar seorang Putri Mahkota Al-,"
"Kenapa? kau pikir aku akan takut karena kau seorang Putri Mahkota, huh?!" Yasmine menaikan dagunya angkuh.
"Kau pikir karena fisik mu sempurna, karena kedua mata mu berfungsi maka kau bisa seenaknya merendahkan calon menantuku? kau bahkan tidak lebih baik dari Sheena, mungkin fisik mu sempurna- tapi tidak dengan otak dan hati mu. Aku tidak sabar, ingin melihat hukuman apa yang akan di berikan Erkan dan suami ku nanti,"
Yasmine menyunggingkan senyuman sinis nya, Sang Permaisuri kembali mendekat pada Sheena. Sang Princess hanya diam, mau mengelak bagaimana pun ucapan Sheera memang benar. Dia hanya gadis buta, dia cacat- tidak ada yang salah. Sheena sudah terbiasa, jadi dia hanya menanggapi santai ucapan saudari kembarnya itu.
"Yang Mulia Tuan Besar memanggil anda Permaisuri,"
Yasmine yang baru saja duduk segera menoleh, satu alisnya terangkat kala melihat seorang pengawal menghampirinya.
__ADS_1
"Mereka sudah datang?" tanya Yasmine.
Sang Permaisuri terlihat merapihkan tatanan rambut Sheena dan gaun yang di pakai oleh Sang Princess. Keduanya terlihat sangat dekat, dan itu tidak lepas dari mata biru milik Sheera- membuat Sang Putri Mahkota Alfuttain mengepalkan kedua tangannya.
Dia tidak rela, Sheera tidak rela melihat Sheena di spesial kan oleh keluarga pria yang dia sukai. Harusnya hanya dia, hanya dirinya yang mendapatkan semua ini.
Mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya, pujian semua orang, cinta semua orang, dan wajah cantik- yang seharusnya hanya dia yang memiliki.
"Bawa gadis itu, jangan sampai dia lari!" titah Sang Permaisuri.
Yasmine bangkit setelah melihat pengawal itu mengangguk patuh, Sang Permaisuri menuntun Sheena berjalan menuju tempat dimana Elvier dan Erkan berada.
Yasmine berharap kalau Sheera akan mendapatkan hukuman yang setimpal. Selain berani menipu keluarga Albarack, Sheera juga sudah berani melakukan percobaan pembunuhan pada calon menantu keluarga Albarack, dan itu menjadi awal tidak baik untuk Sang Putri Mahkota.
**SINI AKU PAKEIN BAJU BANG
SEE YOU MUUUAAACCHHššš**
__ADS_1