Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Budak Cinta


__ADS_3

Erkan menghela napas kasar, saat melihat kedua mata Sheena tertutup erat.


Ya, saat ini gadisnya tengah tertidur, setelah perdebatan panjang yang mereka lakukan tadi. Pria yang beberapa bulan lagi akan berusia 19 tahun itu, mengusap wajahnya kasar. Erkan harus berusaha membuat Sheena tertidur siang ini, agar nanti malam Sang Princess tidak kelelahan.


Ada sebuah kejutan kecil menanti Sheena, dan Erkan sudah mempersiapkannya dengan matang.


Cup!


Dengan penuh perasaan Erkan mengecup dahi gadisnya, sebelum dia menjauh- lalu perlahan membuka kancing kemejanya. Erkan ingin segera membuka pakaian sialan yang membuatnya susah bergerak. Sang Lord akan lebih nyaman memakai kaos atau pun tanpa berpakaian- menurut Erkan itu lebih simple.


"Kamu mau bikin anak gadis orang teriak?"


Gerakan tangan Erkan terhenti di kancing terakhir. Sang Lord menghela napasnya kasar, saat melihat Sang Mommy sudah bersidekap dada- sembari bersandar diambang pintu, tidak lupa si budak cinta tolol yang selalu mengikuti wanita kesayangannya itu.


Sang Daddy, siapa lagi.


"Mommy enggak mau lihat gambar lagi di badan kamu Akara. Kalau sampai kamu berani mengukir lagi, Mommy kulitin kamu," tegas Sang Permaisuri.


Jujur Yasmine tidak suka putranya memiliki tato seperti Elvier suaminya. Tapi dia tidak bisa melarang apa lagi menyuruhnya, selagi itu masih dalam batas normal Yasmine tidak akan angkat bicara.


Tapi apa yang Yasmine lihat sekarang? wanita itu menggelengkan kepalanya dramatis.


"Keluar kamu dari kamar ini! enak aja mau bikin calon mantu Mommy ternoda. Ingat dia masih kecil, Mommy belum izinkan kalian menikah apa lagi macam macam. Cukup ikat Sheena selama 2 sampai 3 tahun, baru Mommy izinkan kamu nikahin Sheena!" Yasmine kembali berbicara, dia menatap putra sulungnya tajam dan serius.


"Sheena masih di bawah umur, kamu jangan macam macam- kalau enggak mau-,"


Tatapan Yasmine beralih ke arah selang*kangan Erkan, dan Sang Lord tahu arti dari tatapan mematikan itu. Reflek, Sang Lord menangkubkan kedua tangannya di area itu.


"Janji! Janji aku tidak akan macam macam Mom," sahut Erkan cepat.

__ADS_1


Wajahnya pias saat melihat raut datar Sang Mommy. Sang Permaisuri hanya mengangguk pelan, lalu menatap Sheena yang tengah tertidur dengan lelap.


"Bagus! kamu pasti tahu apa yang bakalan Mommy lakukan sama kamu- sekarang tinggalin Sheena, pergi ke kamar yang ada di samping kamar Lionel!" titah Sang Permaisuri tidak ingin di bantah.


Bahkan Elvier terkekeh kecil saat melihat wajah pasrah putranya. Dia dan Erkan sama saja, tidak mampu membantah ucapan Si Nyonya Besar.


"Ayo El, aku mau lihat Ayah. Pasti Ayah lupa lagi sama obatnya,"


Elvier mengangguk pelan, satu tangannya merangkul Yasmine, dan tidak lupa memberikan satu kecupan ringan di bibir istrinya- dan tersenyum licik pada Erkan.


"Sialan!" umpat Sang Lord.


Elvier terkekeh mendengar umpatan putranya. Mereka berdua memang tidak pernah akur- apa lagi saat memperebutkan perhatian Yasmine.


"Tidurlah Sunshine, aku akan memanggil Bibi Jumma untuk menemani mu,"


πŸ’


πŸ’


πŸ’


PRANG!


"KEZIEERR SIALAAANNN!"


Teriakan Sheera membuat pelayan setianya hanya bisa mematung di tempat. Detak jantung sang pelayan bergemuruh, saat melihat Sang Putri Mahkota menghancurkan barang barang yang ada di kamarnya.


Dia pun tidak dapat melakukan apa pun kecuali- diam. Sang pelayan tidak ingin terluka karena terkena lemparan majikannya.

__ADS_1


Sepulang Sheera berkunjung dari istana keluarga bangsawan Abraham, Sang Putri Mahkota tiba tiba saja mengamuk di dalam kamarnya.


Padahal sedari tadi baik baik saja, bahkan sekarang Sheera tengah mencaci maki Sang Putra Mahkota keluarga Abraham.


Entah kesalahan apa yang sudah di perbuat Pangeran Kezier pada Sheera, hingga membuat gadis itu murka.


"Kau akan mendapatkan balasannya Kezi, aku akan membalas semua perbuatan mu padaku!" desisnya.


Sheera mengusap kasar wajahnya, dia menelan saliva kasar saat mengingat kembali ucapan calon suaminya- Kezier. Calon suami yang sama sekali tidak dia inginkan, Sheera masih berharap besar pada Putra Mahkota Albarack, bukan pada badjingan sialan yang ingin dia-


"AAAKKHHH!"


Prang!


Sheera bahkan tidak bisa berpikir apa pun, dia ingin sekali melenyapkan pria sialan itu.


'Aku hanya membutuhkan tahta mu- dan juga tubuh mu, Sheera,'


Ucapan Kezier membuat darahnya mendidih. Dia gadis terhormat, tidak selayaknya di perlakukan seperti itu oleh Pangeran sialan itu.


"Aku akan membalas mu!" desisnya lagi.



**CIEE YANG LAGI REBUTAN


SEE YOU TOMORROW


BABAYY MUUAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2