Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Jahil


__ADS_3

Erkan menyentuh kepalanya, saat merasakan ada seseorang yang mengusapnya pelan. Kedua mata Sang Lord perlahan terbuka, berkedip perlahan saat melihat siapa yang ada di depan wajahnya saat ini.


"SunShine," gumamnya pelan.


Bibir Erkan menipis saat melihat gadisnya tersenyum, bahkan satu tangan Erkan sudah terulur untuk mengusap lembut wajah cantik Sheena.


"Aku merindukan mu, Sayang," lirih Erkan.


Pria itu semakin menarik tengkuk Sheena, agar wajah keduanya semakin mendekat. Bahkan sekarang kedua dahi sepasang kekasih itu sudah menempel erat, Erkan memejamkan kedua matanya- menikmati rasa yang membuncah dalam dirinya.


Sheena ada bersamanya, menemaninya di sini- di Indonesia.


Tunggu? Indonesia?


Erkan segera membuka kedua matanya, Sang Lord berkedip cepat saat melihat wajah gadisnya berubah drastis menjadi pria.


"Astaga! apa yang Kak Aryan lakukan pada ku?!" Erkan segera mendorong tubuh besar Kakak sepupunya.


Sang Lord bergidik ngeri saat melihat senyuman mesum Aryan. Bahkan pria yang berusia 23 tahun itu terlihat  mendekat kembali.


"Aku merindukan mu, Sayang, aku ingin mencium mu Sunshine," ejeknya.


Erkan menatap horor pada Kakak sepupunya, Aryan selalu saja menyebalkan sedari dulu. Tidak hanya pernah meninggalkannya saat mereka mengambil mangga di kebun orang, tapi juga sering meledeknya.


"Jomblo mana tau rasanya," telak Erkan.

__ADS_1


Aryan mendelik saat Erkan mengoloknya. Walaupun yang di katakan Sang Lord benar adanya, Aryan memang jomblo- Berliana bahkan sampai mengira kalau putra semata wayangnya itu belok kanan, karena tidak pernah mengenalkan seorang gadis pun padanya.


"Sialan!" umpat Aryan.


Sang Lord melemparkan bantal pada Aryan, sebelum Erkan turun dari tempat tidur.


"Cih, Pangeran gadungan enggak laku," cibir Sang Putra Mahkota menggunakan bahasa Indonesia.


"Erkan!" serunya tidak terima.


"Jangan berteriak pada ku, Pangeran gadungan," cibirnya lagi.


Erkan segera berlari ke kamar mandi, sebelum dia terkena lemparan bantal dari Aryan.


"Sialan kau Onta!" makinya.


"Kabhi khusi kabhi gam, hoohooo humko hamise churalo-,"


Aryan menggosok telinganya kencang, saat mendengar suara nyanyian dari dalam kamar mandi. Adik sepupu durhakanya itu memang perlu di beri pelajaran.


Aryan tersenyum jahat, kedua matanya menatap pada kenop pintu. Jangan salahkan Prince Aryan kalau Erkan akan menjadi penghuni kamar mandi mulai sekarang.


Setelah melakukan rencananya, Aryan segera keluar dari kamar yang dia tempati bersama Erkan tadi malam. Hari ini dia harus pulang ke rumah keluarga Prayoga, karena Bunda dan Ayahnya sudah berangkat terlebih dahulu bersama Tante dan Om nya pagi ini.


🍒

__ADS_1


🍒


🍒


"Kak Aryan sialan, aku sampai kedinginan seperti ini,"


Erkan terus saja mengomel, saat ini dia sudah berada didalam mobil bersama Shaka. Tujuan mereka berdua kali ini adalah kediaman Prayoga.


Shaka terkekeh pelan melihat wajah kesal Erkan. Shaka yakin kalau tadi Erkan dijahili oleh Aryan. Pintu kamar mandi rumah Opanya sampai rusak, karena ulah Sang Lord.


Erkan terpaksa mendobrak pintu itu sekuat tenaga, karena Aryan sengaja menguncinya dari luar.


"Nanti kamu bisa membalasnya," saran Shaka sesat.


Erkan menghela napas kasar, benar dia akan membalas perbuatan Kakak sepupunya itu. Erkan akan menenggelamkan Aryan di bak mandi, setelah itu mengunci pria itu dari luar, sama seperti yang di lakukan Aryan tadi.


Suasana didalam mobil hening, hanya ada alunan lagu pop terbaru yang memecah kesunyian. Shaka terlihat lebih asik menikmati lagu, sedangkan Erkan- Sang Lord tengah memantau keadaan Sang Princess dari ponselnya.


Cctv yang ada di istana sudah terhubung langsung kedalam ponsel pintarnya, Erkan masih dapat melihat kegiatan Sheena di istana, walaupun jarak dan waktu memisahkan keduanya



PRINCE ARYAN DEWANGGA MALIK


**AKU RELA KE KUNCI DI KAMAR MANDI, KALO SAMA KAMU BANG 😍😍

__ADS_1


SEE YOU MUUUUUAAAACCHHH😘**


__ADS_2