Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Keluarga Tidak Waras


__ADS_3

"Abraham memberikan undangan pernikahan Putra Mahkotanya,"


Erkan menaikan sebelah alisnya, sudut matanya tertuju pada undangan bertintakan emas yang ada di hadapannya.


"Lasheera dan Kezier?"


Elvier mengangguk pelan, pria paruh baya itu menyesap teh safron nya dengan tenang. Namun kedua matanya tidak lepas dari wajah Sang Lord.


"Kau tahu, Ayahnya pernah menjadi duri penghalangan untuk Daddy dulu. Kaviar berencana merebut Mommy mu dari tangan Daddy,"


Erkan tersentak, Sang Lord menyipitkan kedua matanya pada Sang Ayah. Wajahnya terlihat begitu penasaran dengan kisah cinta kedua orang tuanya.


"Daddy yakin kalau Putra Mahkota Abraham bukan anak kandung Kaviar. Setahu Daddy, Kaviar menikah setelah kau lahir- tapi putra Kaviar sudah berusia 20 tahun lebih. Intinya sekarang, kalau Kezier itu bukan anak angkat, berarti pria muda itu anak di luar pernikahan Kaviar." ujar Elvier lagi.


Pria bertato itu menyunggingkan senyuman sinis nya kala mengingat bagaimana Kaviar mengejar Yasmine nya dulu. Bahkan pria sialan itu sempat berkata kalau akan menunggu Yasmine menjanda, tapi Elvier tidak akan pernah membiarkan itu terjadi.


Dan sampai sekarang Sang Pangeran Albarack membuktikan ucapannya. Dia akan selalu bersama Yasmine sampai kapan pun.


"Daddy akan datang?"


Pertanyaan yang di lontarkan Erkan membuat Elvier tersentak. Pria bermanik mata tajam itu menatap dalam pada Putranya.


"Tentu saja, Daddy dan Mommy mu akan datang menghadiri undangan rival lama. Kita akan melihat dua keluarga tidak waras menjadi besan," kekeh Elvier.

__ADS_1


Sementara Erkan hanya menatap datar pada Sang Ayah. Bahkan Sang Lord memutar bola matanya malas mendengar tawa Elvier.


"Jangan berpikir kalau istriku juga tidak waras ya Dad! walaupun ada darah Hisham mengalir di tubuhnya, Sheena tetap Sheena! bukan bagian Alfuttain." tegasnya.


Elvier semakin terbahak mendengar gerutu'an Putranya. Sebenarnya Erkan tidak pernah berpikiran sampai kesana. Sheena memang berasal dari darah Alfuttain, tapi itu dulu- sebelum Alfuttain menghendaki kematian Sang Princess.


🍒


🍒


🍒


Praaangg!


"Hentikan semua ini Sheera! apa pun yang kau lakukan tidak akan pernah merubah apa yang sudah Ayah sepakati bersama Tuan Kaviar!"


Sang Permaisuri memegangi dada serta kepalanya, dia shock saat melihat kamar mewah serta megah Sang Putri Mahkota berantakan seperti terkena angin ribut.


Wanita bergaun lavender semata kaki itu hanya dapat memandangi sang suami serta putrinya dari ambang pintu. Dua orang pengawal yang berjaga melarangnya masuk, katanya demi keamanannya sendiri.


"Aku tidak mau Ayah! tolong jangan nikah kan aku dengan pria itu!" pekik keras Sheera.


Gadis berambut pendek yang saat ini sudah menangis, terlihat menatap penuh permohonan pada Ayahnya. Wajah lusuh dan sembabnya membuat Sang Permaisuri ikut merasakan apa yang tidak inginkan oleh Sheera.

__ADS_1


"Lalu kalau Ayah membatalkannya kau mau apa huh? mau kembali mempermalukan Ayah dan keluarga Alfuttain, kau akan merusuh lagi?!" tukas tajam Hisham.


"Dengar Sheera, saat ini Abraham lah yang bisa membantu kita agar dapat melebihi Albarack. Abraham dan Albarack memiliki posisi yang hampir sama, jadi kalau Kezier menjadi suami mu- kita akan dapat sekutu yang kuat. Apa kamu mau, Ayah lebih tertarik pada Sheena? karena gadis itu sudah berhasil mendapatkan hati serta kepercayaan Sang Lord, pewaris keluarga Albarack."


Hisham menjeda, napasnya memburu karena menahan emosi. Hisham ingin sekali meluapkan semuanya pada Sang Putri Mahkota cerobohnya, tapi sayang Hisham begitu membutuhkan Sheera untuk kepentingannya.


"Kezier adalah Putra laki laki satu satunya di keluarga Abraham, jadi dia akan menjadi pewaris tunggal dan kau akan selalu menjadi Ratu di istana Abraham, Sayang," nada bicara Hisham mulai melembut.


Sheera pun terlihat mulai tenang, gadis berambut pendek itu menurunkan vas kristal- tatapannya terarah pada cermin retak yang ada di hadapannya.


Salah satu bibirnya terangkat, menampilkan seringai kecil yang sangat licik.


"Aku akan membuat Kezier bertekuk lutut di bawah kaki ku, setelah itu memperalatnya untuk membalaskan segala sakit ku pada Albarack, Ayah!" desisnya penuh ancaman.


Hisham tersenyum, pria paruh baya itu mendekat pada Sheera. Mengusap lembut pucuk kepala Sang Putri Mahkota.


"Bagus! ini baru namanya putri Alfuttain!"



**JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA OTHOR YANG BARU YAAA


MOHON DUKUNGANNYA, DI JAMIN ENGGAK KALAH SERU KOK

__ADS_1


SEE YOU MUUUUAAAACCHH😘😘😘**


__ADS_2