Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Pesta Topeng


__ADS_3

Erkan melipat kedua tangannya di dada, tubuh kekarnya dia sandarkan di meja rias- kedua matanya menatap tak berkedip pada gadis yang tengah di rias secantik mungkin.


Sebenarnya, walaupun gadisnya tidak didandani sedemikian rupa pun- dia akan tetap terlihat cantik di kedua mata Sang Lord.


"Bibi?" panggilnya pelan.


Bibi Jumma yang sedari tadi tersenyum sendiri, melihat Erkan terus saja menatap Sang Princess tanpa berkedip- sedikit tersentak dan segera mendekat.


"Iya, Tuan Putri- ada yang bisa Bibi bantu?" Bibi Jumma mengulurkan tangannya untuk mengusap lelehan air di sudut bibir Sheena, namun tangannya berhenti di udara saat Erkan menahannya.


Sang Lord mengisyaratkan Bibi Jumma diam lewat gerakan bibir, tanpa bersuara sedikit pun. Bibi Jumma yang mengerti langsung menjauh, salah satu sudut bibirnya berkedut saat melihat Erkan mengulurkan tangannya untuk menyeka sudut bibir Sheena.


"Apa Akara belum kesini?" tanya Sang Princess, Sheena sama sekali tidak menyadari kalau orang yang dia cari tengah menyeka sudut bibirnya.


Bibi Jumma menggaruk pipinya yang tidak gatal karena bingung harus berbicara apa. Haruskah dia memberitahu Sheena kalau Sang Lord sudah berada di ruangan ini sedari tadi.


"Kau mencari ku, Sunshine?" bisik Erkan di depan wajah Sheena.


Pria itu menarik kedua sudut bibirnya secara sempurna, saat melihat wajah tegang kekasihnya. Bahkan tanpa sungkan Erkan menarik kursi yang saat ini tengah di duduki oleh Sheena- agar lebih dekat dengannya.


Salah satu sudut mata Erkan mengisyaratkan pada Bibi Jumma untuk membawa kedua perias itu keluar. Bibi Jumma mengerti, wanita itu membawa kedua perias itu keluar. Membiarkan Erkan dan Sheena berdua di dalam kamar, entah apa yang akan di lakukan Sang Lord- Bibi Jumma hanya bisa berpikir positif saat ini. Dia yakin kalau Erkan tidak akan berani menyakiti fisik serta hati kekasihnya.


"Kau cantik," ujar Erkan.


Tangannya terulur untuk meraih sebuah topeng di meja rias. Topeng berwarna hitam, terlihat serasi dengan gaun malam yang dipakai oleh Sheena malam ini.

__ADS_1


Gaun malam berwarna merah maroon, serasi dengan jas mahal yang akan Erkan gunakan. Jari jemari pria itu membelai lembut wajah Sheena, setelah Erkan berhasil memasangkan topeng di wajah kekasihnya. Topeng yang menutupi kedua mata hingga batang hidungnya, membuat Sheena terlihat misterius dan membuat penasaran mata yang melihatnya nanti.


"Kita pakai topeng?" tanya Sheena sedikit gugup.


Gadis itu meraba wajahnya, merasakan benda yang menempel di wajahnya. Topeng cantik, dengan banyak ukiran unik di atas permukaannya. Sheena yakin kalau benda ini tidaklah murah, Erkan pasti memesannya khusus.


Tapi kenapa dia harus memakai topeng? apa Erkan malu harus membawanya ke-,


"Kita memakai benda yang sama," ujar Erkan cepat, saat pria itu menyadari perubahan wajah gadisnya.


Erkan yakin kalau tadi Sheena tengah berpikir yang tidak tidak tentangnya. Namun sekarang Sang Lord tersenyum, saat melihat Sheena membalas senyumannya- walaupun itu hanya senyuman tipis, bagi Erkan senyuman Sheena adalah sumber kebahagiannya.


"Kita akan ke pesta topeng?" tanya Sang Princess penasaran.


Sheena bangkit, saat Erkan menarik kedua bahunya. Membantu Sang Princess bangun dari duduknya, bahkan sebelum Sheena bangkit- Erkan masih sempat memakaikan sepatu flat berbahan kristal di kedua kaki indah Sang Princess.


Sheena mengulum senyum, didalam hatinya saat ini tengah berperang. Apakah dia mampu dan pantas untuk mendampingi Sang Putra Mahkota ke pesta itu.


Bagaimana kalau orang orang disana tahu, pasangan Sang Lord malam ini hanya gadis buta yang tidak berharga di mata keluarga kandungnya sendiri- tapi di jadikan Ratu oleh pria ini.


Sheena tidak akan sanggup kalau harus mendengar mereka mencemo'oh kekasihnya dan keluarga barunya, Sheena tidak akan membiarkannya.


"Akara?" panggilnya pelan.


Kedua mata Sang Princess berwarna abu abu, karena Sheena sengaja di pakaikan softlens oleh kedua perias tadi atas perintah Sang Lord. Kedua mata itu menatap Erkan, menatap tanpa berkedip dan terlihat kosong.

__ADS_1


"Ya," sahut Erkan lembut.


Sheena mengigit bibirnya pelan, dia ragu untuk berucap. Entah kenapa rasanya sulit sekali- Sheena takut kalau Erkan akan tersinggung atau bahkan marah padanya.


"A-apa aku, aku diam saja dikamar ini? tidak usah ikut de-,"


"Tidak perlu kau pikirkan Sunshine, semuanya akan baik baik saja- percayakan padaku!" sela Erkan, pria itu terlihat amat serius.


Erkan berjanji tidak ada hal apa pun yang akan membuat Sheena menyesal , karena sudah menerima ajakannya.


"Ayo, Sayang!" ajaknya lagi.



PENAMPILAN LORD ERKAN



TOPENG SANG PRINCESS



**SANG PRINCESS


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA


SEE YOU NEXT PART MUUAAACHH**


__ADS_2