Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Terbongkar


__ADS_3

Bibi Jumma menuntun langkah Sheena dengan hati hati. Saat Erkan dan kedua orangnya keluar dari kamar yang di tempati Sheena, ternyata Sang Princess mulai siuman. Sheena terbangun dari pingsannya, kedua matanya menatap ke arah langit langit.


Dia masih terdiam, walaupun Bibi Jumma sibuk menanyakan keadaannya saat ini. Sampai akhirnya, Sheena mengeluarkan suaranya- yang mampu membuat Bibi Jumma bimbang, dan tidak mau menolaknya.


"Bibi, ayo kita pulang!"


Dan disinilah mereka sekarang, Bibi Jumma membawa Sheena keluar dari istana Albarack. Walaupun dengan langkah meraba dan masih merasa lemas, Sheena mencoba mengimbangi langkah pengasuhnya.


Tidak dapat dihindari lagi oleh keduanya, kalau saat ini banyak mata yang tengah menatap penasaran pada Sheena dan Bibi Jumma. Bahkan secara langsung Sheena dan Bibi Jumma dapat mendengar mereka membicarakan gadis yang di bawa ketempat ini, dan yang Sheena yakini kalau gadis itu adalah dia.


"Aku tidak menyangka kalau dia buta," celetuk salah satu pelayan berambut pendek.


"Iya, padahal dia cantik sekali. Aku sampai iri sebagai wanita," timpal salah satunya lagi.


"Dia begitu bukan kemauannya sendiri! jadi tutup mulut kalian rapat rapat sebelum Yang Mulia mendengarnya!" kedua pelayan wanita itu bungkam, saat mendengar peringatan dari salah satu rekannya.


"Kau ini tidak asik, kita berdua hanya mengagumi dan menyayangkan saja- bukan merendahkannya," sungutnya tidak terima.


"Tapi sama saja, mulut mu itu secara tidak langsung sudah menghina kekasih Putra Mahkota keluarga Albarack!"


Langkah Sheena terhenti, sekujur tubuhnya meremang- bahkan kedua lututnya terasa lemas saat dia mendengar ucapan seseorang yang tidak dapat dia ketahui dan dilihatnya begitu pula dengan Bibi Jumma, wanita itu pun sama diamnya. Bahkan raut wajah Bibi Jumma terlihat pucat dan khawatir.


Semuanya akan terbongkar?

__ADS_1


"Tu-Tuan Putri, ayo kita berjal-,"


"Putra Mahkota? a-apa kekasih Putra Mahkota keluarga Albarack sama seperti ku, Bibi? a-apa gadis itu juga tidak dapat melihat seperti ku?" ucapan lirih Sheena, membuat Bibi Jumma menelan salivanya susah payah.


"Tu-Tuan Putri, anda salah dengar. Mereka salah bi-,"


"Benarkah? jadi selain buta aku juga perlahan menjadi tuli, begitu?"


Bibi Jumma bungkam, dia melipat bibirnya rapat. Bibi Jumma tidak tahu harus berbicara apa lagi pada Sheena. Bibi Jumma tahu kalau Sheena itu polos, tapi dia tidak bodoh. Sheena pasti bisa mengartikan apa yang dibicarakan para pelayan wanita itu.


"Bibi akan memanggil Tuan-,"


"Tidak perlu! kita pulang!"


Sheena pasti sudah tahu kalau kekasihnya adalah seorang Putra Mahkota, bukan seorang Pengawal.


"Seharusnya aku menyadari, saat pemilik tempat ini mengenali ku sebagai Sheera. Karena hanya para keluarga bangsawan yang hadir di pesta itu, tapi kenapa aku-," napas Sheena tercekat, kedua tungkainya melemas.


"Tuan Putri!" Bibi Jumma berseru keras, tubuhnya berusaha menopang Sheena yang tiba tiba saja tersungkur.


"Kenapa dia membohongiku? apa karena aku tidak dapat melihatnya, hingga dia bisa berbuat seperti itu. Kenapa dia tidak mengatakan kalau dirinya adalah seorang Putra Mahkota keluarga Albarack, bukan seorang pengawal. Kenapa Bi? atau Bibi juga sudah mengetahuinya selama ini, jadi kalian bekerja sa-,"


"Itu karena putra ku tidak ingin gadis yang dia cintai merasa tidak pantas!"

__ADS_1


Yasmine yang baru saja tiba di ballroom istana segera menyela ucapan Sheena, dengan napas terengah- karena Sang Permaisuri berlari menyusul Sheena dan Bibi Jumma, saat salah satu pelayan memberitahunya kalau Sheena dan Pengasuhnya sudah pergi.


"Itu karena Akara tidak ingin kamu merasa tidak pantas. Putraku menutupi statusnya agar dia bisa berdekatan dengan mu Putri Sheena. Karena kalau dia mengaku sebagai Putra Mahkota keluarga Albarack, dihari pertama pertemuan kalian- kamu pasti akan menolak kehadirannya, tanpa basa basi. Benar begitu bukan? aku benarkan?"


Sheena bungkam, suaranya seakan tercekat saat mendengar suara wanita yang merupakan ibu dari sang kekasih- yang ternyata seorang Putra MAhkota.


Semua yang di katakan oleh Nyonya Albarack semuanya benar, dirinya pasti akan menolak kehadiran Akara. Bahkan saat Akara memperkenalkan diri sebagai Pengawal saja- dia hendak menolak karena tidak nyaman dengan keadaannya, apa lagi kalau Akara memperkenalkan diri sebagai Putra Mahkota.


Disaat Sang Princess tengah bergulat dengan pikirannya, tubuh Sheena kembali menegang- saat mendengar suara seseorang yang selama ini dia kenal sebagai pria biasa, bukan pria yang memiliki tahta tinggi.


"Sunshine, tolong dengarkan penjelasan ku terlebih dahulu,"


Apa yang harus Sheena lakukan?


Mendengarkan atau pergi?



*JADI KANG NYUCI DALEMAN DADDY EL JUGA RELA OTHOR MAH DAH


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYYY MUUUAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2