
Menunggu kedatangan sang kekasih, adalah hal yang mampu membuat kita tidak akan tenang. Sama halnya seperti Sheena, Sang Princess tidak sabar menanti kedatangan Sang Lord.
Mungkin beberapa jam lagi, mereka akan segera bertemu. Sheena yang tidak sabar dan merasa gugup, memutuskan untuk berkeliling istana sendiri- ditemani oleh tongkat kecil kesayangannya. Membiarkan Bibi Jumma menikmati waktunya sendiri, Sheena tidak ingin membuat Bibi Jumma sibuk. Sudah beberapa waktu ini Sheena tidak lagi mendengar bisik bisik atau pun hembusan gosip para pelayan yang biasa membicarakannya.
Entahlah Sheena juga tidak tahu kenapa tidak ada lagi pelayan yang bergosip tentangnya. Apa kejadian waktu itu mampu membungkan mulut mereka, atau mungkin ada hal lain yang membuat mereka tidak berkutik?
"Tuan Putri?" langkah meraba Sheena terhenti, Sang Princess menajamkan kedua telinganya saat mendengar sepasang kaki melangkah ke arahnya.
"Anda mau kemana?"
Sheena memejamkan kedua matanya, Sang Princess mencoba untuk mengingat suara siapa yang saat ini tengah berbicara padanya. Sheena pernah mendengarnya, tapi tidak sering- mungkin dia salah satu pelayan yang biasa membantu Bibi Jumma.
"Aku ingin berkeliling saja, kenapa?"
Sheena mengembangkan senyum, Sang Princess mencoba tenang dan biasa saja, walaupun merasa tidak nyaman.
"Kemana Jumma?" tanyanya menyelidik.
"Bibi Jumma sedang mengambil sesuatu," Sheena menjawab seadanya, Sang Princess kembali melanjutkan langkahnya.
Tapi ternyata pelayan itu mengikutinya, bahkan terlihat sengaja sekali. Sang pelayan wanita itu memperhatikan tubuh Sheena dari belakang.
"Sangat mirip, sayang sekali dia buta," desisnya pelan.
"Tuan Putri!" panggilnya lagi.
__ADS_1
Pelayan wanita itu mempercepat langkahnya, sudut bibirnya terangkat saat melihat Sang Princess tidak menghentikan laju langkahnya. Dia yakin kalau gadis bertongkat itu tidak nyaman dengan kehadirannya.
"Disini ada tempat yang nyaman dan indah, apa anda tahu?"
Langkah tergesa Sheena perlahan memelan, entah kenapa ucapan pelayan wanita itu membuat Sheena penasaran. Ada tempat indah disini? apa itu taman bunga?
"Tempat apa itu? apa itu taman bunga? kalau memang iya, maaf aku sudah kesana beberapa waktu yang lalu," ujarnya pelan dan lembut.
"Bukan Tuan Putri!"
Sheena yang baru saja hendak melangkah, kembali terhenti. Dahinya berkerut, dia cukup penasaran pada ucapan pelayan istana Albarack ini.
"Kalau anda ingin kesana, saya siap mengantarnya," ujarnya pelan, bahkan dengan senyuman tipis.
Sheena terlihat berpikir, mungkin hari ini dia akan membebaskan Bibi Jumma. Sheena akan membiarkan pengasuhnya beristirahat, karena sejak Erkan pergi- Bibi Jumma selalu ada di dekatnya selama hampir 24 jam. Hanya saat Bibi Jumma ke kamar mandi saja, wanita setengah baya itu meninggalkannya.
"Antar aku kesana," pinta Sang Princess.
"Tentu Tuan Putri," sang pelayan meraih salah satu tangan Sheena, untuk menuntun langkah Sang Princess.
Sheena yang paham hanya menurut, dirinya tidak tersinggung sama sekali. Karena Sheena mengerti kalau saat ini dia akan berjalan menuju tempat yang belum pernah dikunjunginya. Dengan langkah yang cukup tergesa, sang pelayan membawa Sheena menjauh dari area istana.
Kedua mata pelayan wanita itu terus saja memperhatikan sekitar, terlihat sekali kalau dia tengah memastikan tidak akan ada orang yang mengikuti mereka berdua.
"Apa tempatnya masih jauh?" tanya Sheena pelan, entah kenapa dia merasa kalau langkah yang dia ambil sudah cukup jauh. Tapi kenapa pelayan ini tidak kunjung berhenti, apakah lokasi itu jauh dari istana utama- atau bahkan mereka berdua sudah keluar dari area istana?
__ADS_1
"Sedikit lagi," sahut sang pelayan seadaanya.
Sheena meragu, Sang Princess menghentikan langkah- bahkan gadis bergaun toska itu menghempaskan tangan sang pelayan kasar. Kedua tungkainya sudah lelah, tapi pelayan itu masih saja membawanya berjalan. Padahal langkah yang dia ambil sudah cukup banyak, Sheena menghitung setiap langkah yang dia ambil.
"Apa kita keluar dari area istana?" Sheena kembali bertanya, Sang Princess terlihat tenang dan tidak panik.
"Tidak Tuan Putri-," sang pelayan menjada ucapannya.
*
*
*
*
"Saya tidak keluar dari area istana, hanya anda," sambungnya.
**KITA LIHAT APA YANG AKAN TERJADI JENG JENG JENG
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH**
__ADS_1