Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Kejutan Untukmu


__ADS_3

Langkah tegas tanpa ragu, sorot mata tajamnya, mampu membuat semua kepala menunduk hormat. Erkan Akara Albarack Milles, melangkahkan kedua tungkai kokohnya kedalam istana. Raut wajah datarnya membuat para pengawal dan pelayan istana menundukkan pandangan.


Sepertinya Sang Lord sedang dalam keadaan tidak baik hari ini. Benar, Erkan sedang tidak baik karena harus meninggalkan Sheena sendiri di rumah danau, demi menyelesaikan rencananya.


"Yang Mulia, anda sudah kembali?" Bibi Jumma segera menunduk, kala melihat Sang Lord hendak menaiki anak tangga.


"Dimana dia?" suara Erkan terdengar datar dan dingin.


"Dikamar, sepertinya dia sedang menunggu anda Yang Mulia," ujar Bibi Jumma tenang.


Salah satu sudut bibir Erkan terangkat, tanpa berbicara lagi- Sang Lord segera melangkahkan kedua tungkai kokohnya menuju lantai atas. Ekspresinya tetap sama, datar dan terkesan dingin. Namun di sudut bibirnya tercipta seringai kecil, terkesan licik.


Tanpa permisi Erkan memasuki kamar yang biasa di tempati oleh Sheena- dulu. Sebelum ada gadis tidak tahu diri yang kini tengah tertidur di atas ranjang empuk milik Sang Princess.


Tatapan Erkan menajam, kedua tangannya terkepal erat saat melihat wajah tenang calon adik ipar sialannya.


Tangan Erkan terulur untuk menyibakkan selimut yang membalut tubuh Sheera, kedua mata Erkan menyapu jari jemari tangan sang gadis, dan berakhir di jari manis Sheera.


Erkan mengetatkan rahang, saat melihat benda indah milik Sheena melingkar indah di jari manis gadis itu.

__ADS_1


'Ingatkan aku untuk memotong jari itu setelah ini,' desisnya dalam hati.


"Putri, bangunlah!" titah Erkan pelan.


Sang Lord bahkan tidak ingin memanggil Sheena pada saudari kembar kekasihnya, karena menurutnya nama Sheena terlalu suci untuk gadis tak berhati seperti Lasheera.


"Tuan Putri!" panggilnya lagi.


Kedua netra biru Sheera perlahan terbuka, bahkan Sang Putri Alfuttain terlihat merentangkan kedua tangannya, saat melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini. Memberikan senyuman manis pada pria pujaannya, senyuman genit penuh damba.


"Kau sudah pulang Erkan? kau tahu, aku sampai ketiduran karena menunggu mu," rajuk Sheera.


"Iya aku tahu, bersiaplah- orang tuaku akan pulang besok. Akan ada sedikit kejutan untuk mereka," ujar Erkan berusaha lembut, walaupun sebenarnya ingin sekali Erkan meninggikan suara- agar gadis berwajah sama dengan sang kekasih, tahu dimana posisi sebenarnya.


"Benarkah? akkhh aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mereka," pekik Sheera girang.


Erkan mengalihkan kedua matanya kearah lain, menghindari tingkah menjijikan yang di perlihatkan Sheera padanya. Mungkin kalau Sheena yang bersikap seperti itu, Erkan akan segera memeluknya karena gemas. Tapi ini Sheera, bukan Sheena- hal pertama yang ingin Erkan lakukan pada gadis itu adalah mencekiknya.


"Ya, aku juga punya kejutan untuk mu nanti. Jadi, bersiaplah untuk besok. Hari ini aku harus pergi untuk mempersiapkan semuanya, tetap di dalam kamar mu- jangan kemana pun, kau paham!" ujar Erkan penuh penekanan tidak ingin di bantah.

__ADS_1


Sheera yang tengah di landa rasa bahagia hanya mengangguk patuh, kedua sorot matanya menatap berbinar pada Erkan- membuat Sang Lord semakin mengembangkan senyumannya.


"Bagus! Bibi Jumma akan membantu bersiap besok. Aku akan memanggilnya terlebih dahulu,"


Sheera kembali mengangguk, senyum di bibirnya tidak luntur sama sekali- bahkan saat Erkan sudah menjauh darinya. Sedangkan Sang Lord, pria itu pun ikut mengembangkan senyum sama seperti Sheera.


Tapi bukan senyum berbinar penuh kebahagian, melainkan senyuman sinis dan licik.


"Tersenyumlah sepuasnya Lasheera, aku pastikan kalau besok kau akan kehilangan senyuman mu itu!" gumam Erkan.


Pria itu segera memasuki kamar yang dia tempati, mengambil beberapa barang yang di perlukan oleh Sheena. Bahkan Erkan lebih memilih membawa banyak kemeja, kaos dan boxernya untuk Sheena pakai selama di rumah danau, dari pada harus kembali mengambil gaun indah di kamar yang di tempati Sheera.


Karena Erkan tidak ingin melihat wajah Sheera, yang begitu mirip dengan kesayangannya. Erkan takut dia ikut membenci wajah kekasihnya kalau terlalu sering bertatap muka dengan Sheera.



**AKU NYOLONG DI AKUN TIKTOKNYA 😭😭 KAGAK KUAT NENG LIHATNYA BANG


SEE YOU TOMORROW

__ADS_1


MUUUAAACHH😘😘😘**


__ADS_2