
Malam menjelang, suara riuh hewan malam meramaikan suasana malam sepasang sejoli- yang tengah dinner di sisi danau. Tepatnya di dermaga kecil, yang biasa Sheena jadikan tempat berjemur- atau pun melihat para angsa liar berenang.
Kilauan air danau terlihat begitu indah, saat beberapa lampu cantik yang Erkan pasang dinyalakan.
Suasana makan malam romantis di sisi danau, bukan ide yang buruk untuk keduanya. Kedua mata cantik Sheena bahkan tidak henti hentinya menatap penuh kagum pada kelihaian tangan suaminya.
Selain Erkan pandai membuat dekorasi, Sang Lord juga begitu mahir dalam mengolah bahan makanan. Erkan bahkan tidak mengizinkan Sheena mendekati dapur, saat pria itu tengah sibuk mengolah berbagai macam bahan makanan- yang akan menjadi menu makan malam mereka.
"Bagaimana? apa kau suka?"
Sheena tersentak, Sang Princess menipiskan bibir saat melihat kedua lengan besar Erkan melingkar indah di perutnya. Keduanya masih berdiri tegap di sisi dermaga, menikmati semilir angin malam yang begitu syahdu.
"Aku tidak menyangka, kalau kau yang menyiapkan ini semua," kekehan keluar dari bibir Sheena.
Tangan kecil dan halusnya, menepuk pelan lengan Erkan yang semakin membelit erat tubuhnya.
"Tapi sekarang kau percaya kan? kalau suami mu ini pandai dalam segala hal. Aku pandai memasak, mendekor, menyetir, dan pandai membuatmu melayang tinggi hingga langit ke tujuh,"
Erkan berbisik kecil diakhir kalimatnya, bahkan pria berkemeja abu abu itu mengecup kecil leher bagian belakang Sheena, hingga mampu membuat Sang Princess memejamkan kedua matanya.
"Kau sedang berpikiran mesum, Yang Mulia?"
__ADS_1
Sheena mengulum senyum, Sang Princess membalikan tubuhnya- menatap lekat dan penuh binar pada suaminya. Tangannya terulur, menyentuh permukaan wajah Erkan dengan gerakan sehalus sutra.
Senyuman Sheena terbit saat melihat jakun Sang Lord naik turun. Sang Princess yakin kalau saat ini Erkan mulai on, maka dari itu Sheena harus segera mengakhiri pergerakan tangannya. Dia tidak ingin makan malam romantis mereka malam ini berantakan, karena Erkan pasti akan menyeretnya masuk kedalam rumah danau.
"Aku sudah lapar, ayo kita makan!"
Sheena segera menghindar saat Erkan mulai memajukan wajahnya. Sang Princess menarik lengan suaminya, Sheena mengabaikan wajah masam Erkan- dia yakin Sang Lord tengah memendam sesuatu dan semoga Erkan kuat menahannya hingga makan malam usai.
Mereka berdua duduk saling berhadapan, tatapan memuja terlihat di netra keduanya. Keduanya sudah terlihat bahagia, layaknya sepasang kekasih yang tengah menghabiskan waktu bersama.
🍒RTSL🍒
Kaviar menuntut informasi dari para pengawalnya. Sudah hampir dua hari ini Sheera tidak kunjung di temukan, Kaviar dan Hisham bahkan sampai kesulitan untuk menemukan gadis itu.
Seluruh penerbangan sudah Kaviar cek, namun tidak ada satu pesawat pun yang membawa Sheera pergi dari kota atau negara ini.
"Kami belum menemukan apa pun, Yang Mulia. Tapi, saat kami sedang mencari keberadaan Putri Mahkota- ada salah satu warga yang mengatakan, kalau dia melihat seorang gadis yang di paksa dua orang pria lalu di bawa pergi," pengawal itu menjeda.
Satu tangannya merogoh sesuatu dari paper bag yang dia bawa. Sebuah jam tangan mahal wanita dan sepasang sepatu kets putih.
__ADS_1
"Apa mungkin barang barang ini milik Putri Sheera? kami menemukannya di sisi tebing. Setelah mendengar penuturannya, kami berinisiatif untuk menyusuri tempat itu- dan hasilnya kami menemukan dua benda itu,"
Kaviar membatu, kedua matanya menatap lekat pada jam tangan wanita yang pasti harganya tidak murah. Kaviar yakin, kalau wanita yang memakainya bukan dari kalangan biasa. Tapi apa mungkin barang barang ini adalah milik Sheera- menantunya? kalau memang benar, kemana perginya Sheera?
Alfuttain pun belum mendapatkan informasi apa pun. Hisham bahkan terlihat frustasi karena Sheera menghilang tanpa jejak. Padahal dia dan Hisham hanya akan memberikan hukuman sesuai dengan kesalahan Sheera- tidak sampai menghilangkan nyawa Sang Putri Mahkota.
Tapi ternyata Sheera merasa takut dan akhirnya pergi, hingga sampai sekarang.
"Hubungi Hisham, aku akan-,"
"Maaf Yang Mulia, Tuan Hisham menghubungi anda terlebih dahulu!"
Kaviar menaikan sebelah alisnya, tangannya terulur meminta ponsel dari tangan sang pengawal.
"Ada-,"
"Kaviar, Sheera dia sudah,....."
**BEGINILAH KIRA KIRA
__ADS_1
MAU LAGI BAB NYA? JANGAN LUPA DUKUNGANNYA BIAR OTHOR MAKIN SEMANGAT NULISNYA😘😘😘**