Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Persiapan Hati


__ADS_3

Sheena menautkan jari jemarinya sepanjang perjalanan mereka. Sang Princess terlihat gugup, benar benar sangat gugup.


Walaupun Erkan sudah memberikan ketenangan lewat usapan di punggung tangannya, gadis bergaun biru muda itu tetap saja merasa tidak enak hati. Selain ini adalah pengalaman pertamanya menghirup udara luar, Sheena juga tidak tahu akan di bawa kemana.


Bibi Jumma yang tengah duduk di belakang pun ikut diam, membuat Sheena tidak karuan. Hingga akhirnya dia merasakan mobil yang saat dia tumpangi saat ini berhenti.


Sheena kembali menghela napas pelan, jari jemarinya yang sedari tadi terpaut satu sama lain- kini terlepas, saat Erkan meraih kedua tangannya lalu membawanya untuk dia kecup.


"Rileks oke! aku sudah katakan jangan pikirkan apa pun,"


Sheena mengangguk kaku, sebisa mungkin dia berusaha tenang. Kedua matanya terpejam, saat merasakan kecupan di pucuk kepalanya.


"Tunggulah sebentar, aku akan kembali,"


Sheena kembali mengangguk, gadis itu perlahan mulai tenang. Sementara Erkan dan Bibi Jumma terlihat saling pandang, Erkan keluar dari dalam mobil saat melihat Bibi Jumma mengangguk.


Kini didalam mobil hanya ada Sheena dan Bibi Jumma, kedua wanita beda usia itu masih sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Akara meninggalkan kita Bi?" tanya Sheena, yang terlanjur penasaran.


"Tuan Akara akan segera kembali Tuan Putri, tenanglah," sahut Bibi Jumma setenang mungkin.


                           🍒🍒🍒

__ADS_1


Erkan berjalan cepat menuju istana Albarack, dia terpaksa harus meninggalkan Sheena dan Bibi Jumma didalam mobil. Erkan akan memastikan semua rencana yang dia jalankan berjalan sesuai rencananya.


Erkan memang belum mengatakan bagaimana kondisi Sheena kepada kedua orang tuanya. Tapi sebisa mungkin dia akan meyakinkan Yasmine dan Elvier, kalau dirinya mencintai Sheena tanpa tapi.


"Yang Mulia Putra Mahkota,"


Langkah Erkan terhenti, saat mendengar suara seseorang memanggilnya. Dahi Sang Lord berkerut melihat seorang gadis berpakaian pelayan mendekat ke arahnya.


"Anda sudah pulang?" tanyanya lagi.


"Iya," sahut Erkan seadanya, dan setelah itu dia kembali melanjutkan langkahnya.


Sementara gadis yang berpakaian pelayan itu hanya menelan salivanya susah payah. Hidup di istana Albarack selama hampir 17 tahun ini, membuat dia semakin mengagumi sosok Sang Putra Mahkota.


"Aku hanya mengaguminya, itu tidak salah kan?"


Memang tidak salah, tapi sayangnya gadis ini tidak tahu diri.


Bahkan Erkan yang sudah menjauh tidak ingin menoleh. Erkan bukan orang yang memiliki sifat merendahkan posisi seseorang, dia hanya risih pada orang yang selalu mencari muka di hadapannya.


Contohnya seperti pelayan muda tadi, menyapa seolah olah Erkan sudah tidak pulang dalam jangka waktu yang lama, padahal baru setengah hari. Lebih tepatnya sok akrab, padahal mereka tidak seakrab itu, walaupun tumbuh dan hidup bersama di istana ini.


"Hai Mom!"

__ADS_1


Erkan mengembangkan senyum, kala melihat Yasmine tengah duduk bersama Elvier- Sang Daddy dan Liara adiknya, tidak lupa juga Lionel yang begitu setia duduk di belakang kursi Liara- dengan wajah datar sembari memainkan ponselnya.


Kebetulan sekali mereka semua berkumpul, padahal Erkan belum mengatakan kalau dia akan membawa Sheena hari ini.


"Udah pulang? tumben, biasanya sore kamu baru ingat pulang,"


Erkan menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat mendengar cibiran Mommy nya, Sang Lord mendudukkan diri disebelah Liara- setelah dia memberikan satu kecupan di pipi Yasmine dan pucuk kepala adiknya.


"Ya, seperti yang aku katakan pada Mommy beberapa waktu yang lalu, aku akan membawa gadis ku untuk menemui kalian,"


Gerakan tangan Yasmine terhenti, saat dia hendak membalikan lembaran majalah yang tengah di bacanya. Kedua alisnya saling bertaut, bahkan Sang Permaisuri melirik pada Elvier. Ternyata suaminya juga tengah menatap Erkan tanpa ekspresi.


"Terus, kalau memang kamu bawa pacar- dimana dia? kamu enggak lagi mimpi kan?" cibir Yasmine lagi, sembari menggelengkan kepalanya.


Erkan yang terlalu lama single menjelma menjadi tukang mengkhayal, alhasil Sang Putra Mahkota mengaku memiliki kekasih padahal nyatanya tidak.


"Serius Mom! oke,akan aku buktikan pada kalian semua. Aku akan membawanya masuk, tapi aku mohon saat dia datang bersamaku nanti, tahan semua pertanyaan kalian sebelum aku selesai menjelaskan semuanya,"



**PRINCESS MILIK SANG LORD


SEE YOU DI BAB TERAKHIR NANTI, BABAYYY MUUUAAACCCHHH😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2