Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Pilihan 2


__ADS_3

"Minumlah Tuan Putri," Sheena mengangkat kepalanya, sementara Bibi Jumma menunduk hormat saat melihat Yasmine mendekat pada mereka berdua, sembari membawakan satu gelas air.


"Kamu sudah siap memberikan jawaban? Putra Mahkota sudah menunggu mu, ini sudah hampir 15 menit- temui dia!" Yasmine mengusap wajah Sheena yang menegang, Sang Permaisuri tersenyum tipis pada Bibi Jumma- sebelum pergi.


Selepas kepergian Yasmine, Bibi Jumma mendekat pada Sheena. Wanita itu memberikan pelukan ketenangan pada Sang Princess.


"Tuan Putri, sepertinya Permaisuri keluarga Albarack menyukai mu. Bibi dapat melihatnya, sepertinya kedua orang tua Yang Mulia Putra Mahkota membebaskan putra mereka untuk memilih hidup serta pasangannya," Bibi Jumma menjelaskan, apa yang dia lihat.


Wanita itu tidak berbohong, Yasmine memang belum banyak bicara seperti biasanya- tapi diam diam dia memperhatikan gerak gerik Sheena. Yasmine paham apa yang tengah gadis itu rasakan. Gadis mana yang memiliki rasa percaya diri tinggi dan merasa dirinya pantas, saat berhadapan dengan seorang Putra Mahkota seperti Erkan.


Erkan yang terlihat begitu sempurna di mata para gadis, masih merendahkan diri dan hatinya hanya demi bisa mendapatkan gadis pujaannya. Gadis yang merasakan dirinya tidak pantas untuk Sang Lord, padahal gadis lain selalu merasa tinggi hati dan sangat pantas berdampingan dengan Erkan.


Sheena sempurna, terlepas dari keadaannya sekarang- dan Yasmine yakin kalau mereka akan menjadi pasangan yang serasi. Mungkin masalah Sheena yang tidak bisa melihat, mereka akan mencari caranya nanti- mencari donor kornea mata, mungkin?


"Ayo Tuan Putri, Yang Mulia sudah menunggu," ajak Bibi Jumma.

__ADS_1


Sheena memejamkan kedua matanya sejenak, lalu mengangguk pelan. Dia sudah memantapkan hati untuk memberikan jawaban. Dalam hati kecilnya, Sheena juga tidak rela kalau harus berpisah dengan Erkan. Dia sudah mulai menanamkan nama pria itu di lubuk hatinya, mulai berakar dan berkembang- hanya tinggal menunggunya berbunga.


Sheena bangkit, kedua kakinya yang terbalut sepatu flatt terlihat meraba. Kedua matanya menatap lurus kedepan, tetap kosong tidak ada kehidupan sama sekali.


Tapi kali ini tatapan Sheena terlihat lebih cerah, satu tangannya mencengkram erat lengan sang pengasuh.


Sheena menghembuskan napas pelan, saat langkah Bibi Jumma semakin memelan. Sheena juga yakin kalau saat ini dirinya tengah menjadi tontontan para penghuni istana Albarack. Sheena yakin kalau saat ini dirinya sudah di jadikan objek gosip mereka, tapi itu tidak masalah. Sheena tidak memikirkan semua itu, Sang Princess sudah terbiasa menjadi bahan gunjingan para pelayan saat masih berada di istana Alfuttain.


Yang Sheena khawatirkan kalau Erkan yang menjadi bahan gosip mereka, karena dirinya.


"Jangan memikirkan apa pun Tuan Putri, Yang Mulia sudah menunggu anda didepan,"


"Apa jawaban mu, Sunshine?" Erkan terlihat tidak berbasa basi lagi.


Gadisnya yang begitu keras kepala ini harus sedikit dia intimidasi. Karena Erkan yakin, kalau dia tidak bersikap seperti ini- Sheena akan terus pada pendiriannya.

__ADS_1


Erkan menaikan sebelah alis saat melihat Sheena menghela napas pelan, lalu mengangkat wajahnya. Kedua mata sebiru lautan Sheena dapat mereka lihat.


Sangat cantik!


Benar benar cantik, bahkan Erkan enggan berpaling. Entah kenapa, biarpun Sang Lord pernah melihat warna mata yang sama sebelumnya- tapi kedua netra Sheena yang paling indah baginya.


Bahkan Erkan dapat membedakan Sheena dan Sheera lewat tatapan keduanya, walaupun netra keduanya memiliki warna yang sama.


"Aku tidak akan membiarkan pria yang mencintai ku terluka, aku akan memilih opsi yang kedua,"


Erkan mengembangkan senyumnya, pria muda itu bangkit- lalu mendekat pada Sheena. Yasmine dan Elvier pun saling pandang, mereka yakin kalau cara yang di lakukan Erkan akan berhasil membuat Sheena memilih opsi yang kedua.


"Terimakasih Sunshine, dan mulai sekarang kita akan mencari pendonor yang cocok untuk mu," ujar Erkan pelan, satu tangannya membelai lembut kelopak mata Sheena.


__ADS_1


**MATA PRINCESS OCEANA


SEE YOU NANTI SIANG MUUUUAAACHH**


__ADS_2