Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Pilihan


__ADS_3

Sheena merapatkan tubuhnya pada Bibi Jumma, saat merasakan seseorang mendekat padanya- dan dia yakin kalau itu adalah Erkan.


"Sunshine," panggilnya pelan.


Erkan memejamkan kedua matanya, saat tidak mendapatkan respon apa pun dari Sheena.


"Ayo kita kembali kedalam, aku akan menjelaskannya padamu," bujuknya lagi.


Sheena menggeleng, tangannya mencengkram erat lengan pengasuhnya. Entah kenapa, setelah mengetahui status yang di miliki kekasihnya, rasa tidak percaya diri semakin menghantam hatinya.


"Kau membohongiku," cicitnya.


Erkan menghela napas pelan, dia mengangguk pelan- walaupun Sheena tidak dapat melihatnya tapi Erkan yakin kalau Sang Princess dapat merasakannya.


"Sorry, aku terpaksa melakukannya," Erkan terus saja meyakinkan Sheena, bahkan saat ini dia semakin mendekat pada gadisnya.


"Karena aku yakin, kalau aku mengaku sebagai seorang Putra Mahkota- kau akan menolak kehadiranku, benar bukan?"


Sheena membisu, namun kepalanya mengangguk pelan- membuat Erkan menipiskan bibir. Dia senang Sheena merespon ucapannya, walaupun gestur tubuh gadisnya terlihat menolak untuk didekati.


"Kau bisa mencari Putri bangsawan lain yang lebih sempurna. Keluargaku saja bahkan tidak menginginkan ku, lalu bagaimana dengan keluargamu?" Sheena mulai mengeluarkan apa yang ada di hatinya.


"Aku tidak mau kau menyesal nantinya, karena sudah memilih gadis ca-,"


"Kau istimewa Oceana! tidak akan ada penyesalan atau apa pun itu. Aku menyukaimu bukan karena fisik mu saja, tapi karena hatimu. Kedua mata mu memang tidak dapat melihat, tapi hati mu masih dapat merasakan-," Erkan mencengkram kedua bahu Sheena.


Pria itu berusaha menjelaskan pada gadisnya, kalau dia tidak memiliki alasan untuk mencintainya. Erkan tidak pernah peduli dengan kondisi Sheena dari awal mereka bertemu, karena Erkan tahu kalau Sheena lebih dari istimewa- Sheena adalah anugerah untuknya.


"Please, biarkan aku memiliki mu. Biarkan aku menjadi pria satu satunya yang bisa membahagiakan mu, Sunshine." sambungnya lagi.

__ADS_1


Kedua sorot mata Erkan menyendu, dia berharap Sheena akan luluh dan mau kembali bersamanya. Karena kalau sampai Sheena pergi, Erkan tidak yakin kalau hati dan raga nya akan baik baik saja.


"Aku tidak pantas untuk mu, Yang Mulia," kalimat yang di ucapkan Sheena, membuat Erkan kembali memejamkan kedua matanya.


Kenapa gadisnya masih saja tidak percaya. Sebenarnya apa yang sudah Sheena alami sebelum keduanya bertemu, hingga Sheena begitu enggan berdekatan dengan pria yang memiliki tahta.


"Aku tidak mau nantinya kau akan di cemo'oh, karena memiliki kekasih seperti ku. Kau mengerti kan Yang-,"


"Apa aku juga harus membuat kedua mataku tidak berfungsi, agar kita bisa bersama? aku yakin kau akan menerima ku, dan merasa pantas karena kita sama- sama sama tidak dapat melihat,"


Tubuh Sheena menegang, Sang Princess menggelengkan kepalanya. Bibi Jumma yang ada di belakang tubuhnya terlihat khawatir.


Apa Sang Lord akan melakukan hal itu? tapi saat sudut matanya melirik pada Permaisuri dan Tuan Albarack muda, dahi Bibi Jumma berkerut dalam. Dia melihat Sang Permaisuri tersenyum samar, Bibi Jumma belum paham dengan situasi ini.


Apa mungkin Sang Permaisuri menyetujui kalau Putra Mahkota mengorbankan kedua matanya- demi bisa mempertahankan Sheena di sisinya.


"Bagaimana Sunshine? bukankah usul ku cukup bagus? kita akan terus bersama sampai kapan pun. Tidak akan ada orang yang memisahkan kita, tidak akan ada orang yang menginginkan kita- selain diri kita sendiri."


Sheena menggeleng, lalu menubrukan tubuhnya pada Erkan. Gadis itu menangis pelan, dia tidak menyukainya- Sheena tidak menyukai usulan gila kekasihnya.


"Tidak! aku tidak mau. Jangan menyakiti diri mu sendiri, hanya demi aku. Aku akan membenci mu, kalau kau nekat seperti itu Akara! jangan, tetap lah melihat- agar kau bisa melihat ku,"


Erkan terdiam, dia belum membalas dekapan Sheena. Erkan seakan membiarkan gadisnya menyadari semua ucapan yang pernah terlontar dari bibir tipisnya.


"Kenapa? bukankah kalau aku masih bisa melihat kau merasa tidak pantas untuk ku. Jadi ide brilian ku itu bagus bukan, agar kita bisa selalu bersama,"


Sheena menggeleng cepat, tidak! dia tidak akan menyetujui semua ucapan Erkan.


"Tidak Akara!" lirihnya.

__ADS_1


"Jangan lakukan itu, tetap lah hidup dan melihat," sambungnya.


Erkan melepaskan dekapan Sheena, pria muda itu menahan bahu Sang Princess agar menjauh darinya.


"Aku akan tetap hidup, tapi aku tidak bisa berjanji kalau kedua mata ini masih berfungsi dengan baik. Jadi aku akan-,"


"Jangan!" sela Sheena.


"Jangan lakukan itu, please?" pintanya.


Erkan menatap dalam pada Sheena, satu tangannya terulur untuk menghapus lelehan air mata gadisnya.


"Kalau begitu aku memiliki dua pilihan untukmu," ujar Erkan, membuat Sheena menatap kosong ke arahnya.


"Aku yang menjadi seperti mu, atau kau yang menjadi sepertiku. Agar kita sama sama pantas, aku berikan waktu 15 menit untuk kau berpikir, tidak ada bantahan setelah kau menjawabnya!" final Erkan tidak ingin di bantah.



AKU BINGUNG BANG



**PILIH KAMU AJA AKU MAH BANG


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAACHH**

__ADS_1


__ADS_2