Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Kebenaran Yang Belum Terungkap


__ADS_3

Sheena mengusap lembut cincin indah yang melingkar di jari tengahnya. Cincin yang Erkan sematkan beberapa belas menit yang lalu. Sheena tidak menyangka kalau Erkan akan melamarnya malam ini, dia pikir Sang Lord akan membawanya ke acara makan malam biasa.


Kedua sudut bibir Sheena terangkat, membentuk senyuman samar yang terlihat bahagia.


Apakah Tuhan sudah mengakhiri masa kesedihannya? dengan mengirimkan beberapa orang baik padanya. Atau bahkan ini awal dia harus berusaha meraih kebahagiannya.


'Sheena Oceana, maukah kau menjalin hubungan lebih serius dengan ku?'


Ucapan Erkan yang kembali terngiang di kepalanya membuat senyuman Sheena semakin mengembang. Apa lagi saat mendengar tawa kecil Erkan dan Liara, Sheena bersyukur karena di dunia ini masih menyimpan orang yang mau menerima dan menyayanginya.


"Tuan Putri, anda mau minum?"


Sheena sedikit tersentak, saat Bibi Jumma bersuara secara tiba tiba. Tapi Sheena berusaha menghilangkan rasa terkejutnya, agar pengasuhnya itu tidak mengetahui kalau dirinya tengah melamun.


"Air putih saja Bi," pintanya pelan.


Bibi Jumma mengangguk pelan, wanita itu bangkit untuk mengambilkan apa yang di inginkan oleh Sang Princess.


Sheena menghela napas pelan, senyuman tipis di bibirnya tidak luntur sedikit pun saat mendengar Erkan memanggil namanya.


"Sunshine, ayo!"


Tubuh Sheena tersentak, saat Erkan meraih tangannya- lalu menuntunnya pelan, dan Sheena pun tidak tahu akan di bawa kemana.


"Kita mau kemana? tidak sopan meninggalkan Permaisuri dan Tuan Ku tanpa pamit,"


Langkah Erkan terhenti, pria itu menoleh pada Sheena. Kedua sorot matanya menatap tidak suka, saat Sheena memanggil kedua orang tuanya dengan sebutan itu.


"Panggil mereka Mommy dan Daddy! bukannya Mommy sudah menyuruh mu memanggilnya begitu?" satu tangan Erkan membelai lembut salah satu pipi kekasihnya.

__ADS_1


Erkan paham kalau Sheena belum terbiasa, tapi mau bagaimana pun Sang Princess harus terbiasa memanggil Yasmine serta Elvier dengan Mommy dan Daddy.


"Maaf, aku belum terbiasa. Tapi aku akan berusaha membiasakannya,"


Erkan tersenyum cerah, "Bagus." ucap Erkan mengakhiri percakapan keduanya.


🍒


🍒


🍒


"Minggu depan kita harus menghadiri  acara,".


Gadis bergaun violet itu menoleh pada pria yang ada di sisinya. Sangat jelas terlihat sekali kalau sang gadis tidak menyukai kehadiran pria-nya.


"Kau pergi saja sendiri! aku tidak berminat!" tukasnya tajam.


Belum sempat gadis itu bangkit, sebuah tangan sudah mencengkram erat lengannya. Gadis itu meringis, saat merasakan remasan di lengan kecil dan mulusnya.


"Kau menyakitiku, Kezier!" desisnya.


Dengan sekali hentak, gadis itu berhasil melepaskan cengkraman di tangannya. Kedua mata birunya menatap tajam pada pria yang saat ini tengah memamerkan seringainya.


"Aku tidak akan menyakitimu, kalau saja kau mau menurut padaku- Putri Sheera,"


Gadis itu berdecih tidak suka, harga dirinya sebagai seorang Putri Mahkota merasa terhinakan- saat dia berurusan dengan Kezier.


"Aku tidak menyangka kalau putra dari Tuan Kaviar memiliki sikap kasar dan memaksa. Padahal yang aku tahu, Tuan Kaviar sendiri tidak pernah bersikap kasar pada Permaisurinya. Tapi ternyata Putra Mahkota kebanggaannya tidak lebih dari seorang pecundang, yang hanya berani pada gadis sepertiku," cibir Sheera.

__ADS_1


Sangat terlihat sekali kalau Sang Putri Mahkota begitu mencemo'oh Kezier.


"Apa kau berani menyakitiku, saat didepan kedua orang tuaku? pastinya tidak kan, karena apa- karena kau tidak lebih dari seorang pecun-,"


Greep!


"Hentikan ocehan mu Sheera!"


Napas Sheera terhalang, saat ada tangan besar mencekik lehernya. Tapu bukannya panik, Sheera malah terlihat menyunggingkan senyuman tipisnya.


'Kau masuk dalam perangkap ku, Putra Mahkota arogan!' desisnya dalam hati.


"Aku adalah aku, jangan pernah kau sama kan aku dengan siapa pun- termasuk dengan Ayah ku. Kau tahu bukan kalau Kezier Abraham bukan pria sabar, maka dari itu tutup mulut mu dan berbicaralah seperlunya," tukas Kezier.


"Uhuk Uhuk!"


Sheera terbatuk saat Kezier melepaskan cekikan nya, wajah Sang Putra Mahkota terlihat memerah karena menahan amarah.


'Aku tidak akan pernah sama dengan Kaviar, karena kita tidak satu darah. Maka dari itu, aku harus menikahi mu secepatnya- untuk mempertahankan tahta ku. Karena kalau sampai Kaviar tidak lagi membutuhkan ku, aku sudah menjadi pemegang tahta Putra Mahkota keluarga Alfuttain.'


Kezier terus saja berbisik dalam hatinya, kedua matanya menatap lurus pada calon istrinya. Satu tangannya terulur untuk mengusap leher Sheera yang memerah karena ulahnya.


"Sorry, ayo kita obati!" ujarnya lembut.


Sheera speechless, dahinya berkerut dalam saat mendengar Kezier berucap lembut padanya. Sheera berpikir kalau Kezier sangat pandai bersandiwara, tapi dirinya harus menurut kali ini- setelah semuanya siap, dia akan menendang Kezier sejauh mungkin.


Lalu bagaimana kalau sampai Kezier tahu, Sheera bukan pemegang tahta yang sebenarnya?


__ADS_1


**BANG AKU TERGILA GILA SAMA TATO MU 😍😍😍


SEE YOU DI BAB TERAKHIR NANTI SIANG MUUUUAAACCHHH😘**


__ADS_2