Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Konspirasi


__ADS_3

Wajah Hisham mengetat, terlihat sekali kalau pria Alfuttain itu tengah menahan amarahnya.


Kedua tangan Hisham mengepal erat, siap untuk dia layangkan pada wajah Lord Erkan.


"Berani sekali kau merendahkan ku!" desisnya.


Tanpa aba aba Hisham melayangkan pukulannya, namun gerakannya kalah cepat. Tinjuan Hisham terhenti di udara, saat Sheena menghalangi tubuh Erkan dengan tatapan datar.


"Aku tidak akan membiarkan mu menyakiti suami ku, untuk kedua kalinya!"


Sheena menepis kepalan tangan Ayahnya. Menatap dingin pria yang tidak pernah menganggapnya ada, pria yang seharusnya menjadi cinta pertama untuk anak perempuannya- kini menjadi musuh pertama untuk Sheena.


"Dan maaf, suami ku tidak memiliki waktu untuk mengikuti hidup kalian. Waktu kami terlalu berharga, tanpa mengikuti pun dia tahu bagaimana hidup kalian setelah kejadian itu!" imbuh Sheena.


Sang Princess menaikan salah satu sudut bibirnya. Menatap remeh pada Hisham Alfuttain, kemudian menoleh pada Erkan yang berdiri di belakangnya.


"Bukan begitu, My Lord?" Sheena mengembangkan senyum manisnya pada Erkan.


Sang Princess berjalan mundur, tanpa mengalihkan tatapan dingin dan datarnya dari Hisham. Bahkan tanpa takut dan ragu, Sheena menatap Kaviar dan Sheera- adik kembarnya.


"Untukmu Tuan Kaviar, sebaiknya kau tanyakan sendiri pada putramu itu- kenapa suami ku sampai membuatnya sekarat. Semoga dia masih berkesempatan menjelaskannya,"


Setelah mengatakan itu, Sheena segera meraih lengan Erkan. Membawa suaminya menjauh dari manusia manusia toxic tidak tahu diri seperti mereka.

__ADS_1


Selepas kepergian Erkan dan Sheena, Kaviar dan Hisham masih terdiam. Terkejut? benar Hisham dan yang lainnya sangat terkejut mendengar serta melihat keberanian Sheena.


Terlebih Hisham, dia tidak menyangka kalau putri yang tidak dianggap karena buta- ternyata lebih berani serta kuat dari sebelumnya. Sepertinya keluarga Albarack banyak berperan untuk Sheena.


"Putra Mahkota sadar, Yang Mulia Kaviar!"


Lamunan mereka terpecah, Kaviar dan yang lainnya menoleh. Sang Tuan Abraham segera menerobos masuk, jantungnya berdetak lebih cepat- dia tidak sabar untuk melihat Kezier.


Langkah Kaviar memelan, pria berwajah khas Timur Tengah itu menghela napas lega, saat melihat kedua mata Kezier sudah terbuka.


Bahkan kedua perawat yang ada di dekat Kezier, tengah melepaskan beberapa alat penunjang hidupnya dengan hati hati.


Kaviar mendekat, pria Abraham itu menatap Kezier dari sisi tempat tidur. Kaviar tersenyum tipis saat melihat Kezier menoleh padanya. Namun Kaviar merasa ada yang ganjal, saat melihat putranya menatap ke arah lain.


Dahinya mengernyit, saat menyadari kalau Kezier tengah menatap pada Sheera- menantunya. Kaviar tersenyum tipis, dia paham apa yang diinginkan putranya saat ini.


"Kau menginginkan Sheera? baiklah biarkan istrimu yang berada di-,"


"Usir dia dari sini! gadis itu berusaha membunuhku Ayah. Kalau Ayah tidak percaya, kalian bisa mengeceknya lewat kamera pengintai di ruangan ini. Sheera sempat melepas salah satu alat yang menempel di tubuh ku, saat aku mulai sadar. Tapi karena shock, aku kembali tidak sadarkan diri, dan aku masih mengingatnya!" ujar lirih Kezier.


Tatapan Sang Putra Mahkota Abraham menajam. rasa benci dan amarah terlihat jelas di kedua matanya, dia tidak menyangka kalau Sheera adalah gadis cantik berhati iblis.


Kezier kecolongan, dia belum memahami isi pikiran istrinya. Kezier kira Sheera hanya suka menggertak, namun nyatanya Sang Putri Mahkota lebih suka bermain dengan nyawa seseorang.

__ADS_1


"Apa maksud mu! mana mungkin Sheera melakukan hal itu?! kau jangan sembarang saat berbicara-,"


"DIAM!" tukas Kaviar.


Sang Tuan Abraham menatap dingin pada Sheera dan Hisham. Bahkan Kaviar berdecih pelan, sebelum dia mendekat pada menantu serta besannya.


"Ayo kita buktikan, kau tidak perlu takut Alfuttain. Kalau putri mu terbukti tidak bersalah, aku sendiri yang akan menghukum Kezier karena telah berbicara dusta. Namun, kalau sampai Sheera terbukti melakukannya, aku sendiri yang akan memenggal kepalanya!"


Kedua bola mata Sheera membulat, gadis Alfuttain itu menatap penuh dendam pada suaminya.


'Kezier sialan! seharusnya aku meracuni mu saja!' batinnya.



**WELEH WELEH


HOLLA MET SIANG EPRIBADEH


ADA YANG KANGEN?


MAAF YA KEMAREN GAK UP, OTHOR LAGI NYARI ILHAM BELUM KETEMU


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH😘😘😘**


__ADS_2