Ratu Tersembunyi Sang Lord

Ratu Tersembunyi Sang Lord
Cemburu


__ADS_3

Erkan menelungkup kan wajahnya di bantal, suasana hatinya sedikit buruk saat mendengar suara lirih penuh rindu kekasihnya.


Andai Sheena tahu, kalau bukan hanya gadis itu yang tengah memendam rindu- tapi dirinya juga. Andai Erkan bisa secepatnya kembali, andai Sheena mau menerima ajakannya waktu itu- pasti mereka berdua akan menghabiskan waktu lebih banyak di negara indah ini.


"Masih dua hari lagi, bersabarlah," gumam Erkan pelan.


Pria bertato itu bangkit, tubuh setengah telanjangnya dia biarkan terbuka. Semilir angin membuat Sang Lord memejamkan kedua matanya, membayangkan kalau Sheena tengah memeluknya erat dari belakang- menumpukan wajahnya di punggung kekar miliknya.


Menikmati hari bersama, menghabiskan waktu berdua- Erkan menjamin tidak akan ada yang mengganggu waktu mereka berdua. Tapi sayang, semua itu hanya angan belaka- kedua mata Erkan kembali terbuka saat mendengar suara ketukan pintu.


"Akara cepat turun, Opa sama yang lainnya udah nunggu!"


Erkan menghela napas pelan, perintah Sang Mommy tidak dapat dia bantah. Dengan langkah lunglai Erkan berjalan menuju kamar mandi, mendinginkan otaknya yang tengah bergejolak hebat.


Bahkan saat Erkan mengguyur seluruh kepala hingga kakinya, bayangan Sheena tidak kunjung hilang dari pikirannya.


"Astaga, aku sudah tidak kuat," lirihnya.


Senyuman Sang Princess, tawanya, bahkan tatapan kosong kedua netra indah kekasihnya terus saja berputar, bahkan semakin parah. Erkan harus menumpukan kedua tangannya di dinding kamar mandi, senyuman Sheena melemahkan setiap sendinya.


"Kau membuatku gila Oceana," lirihnya lagi.

__ADS_1


πŸ’


πŸ’


πŸ’


Yasmine menatap heran pada putranya. Sang Putra Mahkota terlihat sama sekali tidak bersemangat menikmati makanannya, Yasmine yakin kalau Erkan tengah terserang virus rindu.


"Kamu pulang duluan aja, biar Mommy sama Daddy belakangan,"


Ucapan Yasmine berhasil membuat Erkan menoleh, kedua matanya berbinar cerah- bahkan tanpa sungkan pria muda itu segera memeluk tubuh Yasmine. Tidak lupa memberikan banyak kecupan di pucuk kepala dan kedua pipi Sang Mommy.


Tapi tiga kata yang keluar dari mulut Erkan, membuat pria yang ada di dekat Yasmine mendelik penuh ancaman. Kedua bola matanya menatap tajam pada Erkan, terlihat sekali kalau dia tidak menyukainya.


"Ungkap kan rasa cinta mu itu pada kekasih mu sendiri, jangan pada istriku!" tukasnya.


Semua orang yang ada di meja makan saling menatap tidak percaya, bahkan Oma Tiur terlihat berbinar saat mendengar ucapan menantunya. Ah ternyata Elvier begitu mencintai putrinya, sampai Erkan pun tidak diizinkan mengungkapkan perasaan cinta pada Yasmine.


"Dia Mommy ku," balas Erkan tidak ingin kalah.


Yasmine yang ada diantara kedua pria itu meletakan sendok nya, Sang Permaisuri terlihat memijit kepalanya pelan. Adegan seperti ini sudah sering Yasmine lihat, pertempuran antara suami dan putranya- dalam memperebutkan sesuatu yang menurut Yasmine keduanya berhak.

__ADS_1


Yaitu cinta dan kasih sayangnya.


"El, Akara putra kita. Masa kamu cemburu sama anak sendiri, kalau bukan sama aku manjanya- terus Akara manja sama siapa? aku kan ibunya, apa kamu berencana mau ngasih ibu baru buat Akara?"


Elvier panik, pria itu segera meneguk air yang ada di gelasnya. Maksud Elvier bukan seperti itu, dia hanya tidak suka Erkan terus saja menempel seperti lintah pada Yasmine. Tidak cukupkah dulu, apa sampai Erkan tua akan tetap seperti ini. Bukankah Sang Lord sudah memiliki gadis yang bisa dia peluk, menyalurkan cinta yang di milikinya.


"Aku akan pulang besok Dad, kau tenang saja. Kau bisa memiliki Mommy sepenuhnya," celetuk Erkan sedikit kesal.


Dia memaklumi Daddy-nya, mungkin dirinya juga akan bersikap seperti itu pada Sheena dan anak mereka nanti.


Anak?


Erkan tersenyum sendiri membayangkannya, membuat Liara yang sedari memperhatikan pria itu mengernyit ngeri.


"Kakak tersenyum sendiri, ayo Kak Simba kita pergi- jangan sampai tertular penyakit gilanya Pangeran," bisik Liara pada Pengawalnnya.



**SABAR YA NENG, ABANG BUCIN BENTAR LAGI PULANG


SEE YOU MUUUAAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2