
#SangPemilikHati Episode 116.
•
•
"Rik, lu mau apa ke gue?" tanya Sahira panik.
Riki terus melangkah hingga berhenti di dekat Sahira dan memandangi wajah gadis itu.
"Hahaha, panik ya? Santai aja kali gausah panik, gue gak bakal apa-apain lu kok! Gue cuma mau lu lakuin sesuatu buat gue," jawab Riki.
"Sesuatu apa?" tanya Sahira bingung.
"Sebentar ya!" ucap Riki tersenyum.
Riki pun kembali melangkah, ia mengambil sesuatu dari dalam laci lalu membawanya menuju Sahira.
"Apa itu Rik?" tanya Sahira kepada Riki.
"Ini kertas yang udah gue tulisin kata-kata buat lu, nanti lu harus bicara ini di depan kamera dan lu gak boleh nolak sama sekali! Paham gak?" jelas Riki.
"Bicara di depan kamera? Buat apa coba?" tanya Sahira tak mengerti.
"Udah deh, lu lakuin aja yang gue suruh dan jangan banyak tanya!" ucap Riki kesal.
"Iya iya.." ucap Sahira menurut.
Riki pun tersenyum, lalu memasang kamera di depan wajah Sahira yang tepat menyorot seluruh tubuh terikat Sahira di kursi.
"Nah, sekarang lu baca ini dengan lantang supaya orang-orang bisa tahu kalau lu ada sama gue dan lu bisa viral! Lumayan kan kalo lu viral, jadi ada yang bisa lu banggain." ujar Riki.
"Gigi lu dibanggain! Gue lebih suka lepas dari sini, daripada viral tau!" ucap Sahira.
"Yah elah Sahira Sahira, lu cantik-cantik tapi o'on sih! Kalo lu viral, pasti kan orang bakal berbondong-bondong tuh buat bebasin lu dari sini. Berarti sama aja dong lu bisa bebas dengan cara ini, masa masih gak mau?" ucap Riki.
"Sebenarnya mau lu itu apa sih? Kalo lu emang pengen gue bebas, yaudah lu lepasin aja tali ini. Gausah lah pake bikin video segala, ribet tau!" ujar Sahira keheranan.
"Ah banyak omong lu! Udah lakuin aja apa yang gue minta, daripada lu gak dapat jatah makan hari ini! Emang lu mau mati kelaparan, ha?" ujar Riki.
"Haish, iya iya.." ucap Sahira mengalah.
Riki pun tersenyum, ia bergerak menarik meja untuk diletakkan di depan Sahira.
Riki menaruh kertas berisi tulisan yang sudah ia buat semalam di atas meja itu, lalu meminta Sahira segera membacanya.
"Nah, sekarang lu baca ini! Kelihatan kan?" ucap Riki.
"Iya kelihatan, tapi itu panjang banget tau. Gue butuh minum dulu supaya bisa ngomong sebanyak ini, lu gak mau kan kalo gue keselek atau suara gue habis nanti?" ucap Sahira.
"Bener-bener banyak maunya ya lu! Oke, gue bakal kasih lu minum kali ini. Tapi, awas aja ya kalo lu minta yang aneh-aneh lagi!" ucap Riki.
"Enggak kok, santai aja!" ucap Sahira.
Riki melangkah keluar, mengambilkan air untuk Sahira sesuai permintaan gadis itu.
Lalu, Riki kembali membawakan segelas air putih yang akan ia berikan pada Sahira.
"Nih lu minum!" ucap Riki.
"Thanks! Tapi, gimana gue bisa minum coba? Tangan gue kan diikat sama lu, jadi tolong minumin gue ya!" ucap Sahira.
"Haish, nyusahin banget ya lu!" ujar Riki.
"Makanya jangan culik gue, repot sendiri kan lu!" ucap Sahira terkekeh.
"Yaudah sini gue minumin!" ujar Riki.
Akhirnya Riki menyodorkan gelas ke mulut Sahira dan gadis itu pun meminum air di dalamnya sampai habis tak bersisa.
"Ahh lega rasanya.." ucap Sahira.
"Bagus, sekarang baca ini!" pinta Riki.
"Oke!" ucap Sahira mengangguk singkat.
Riki pun menaruh gelas kosong itu di nakas, lalu menjauh dari kamera membiarkan Sahira berbicara.
Tak lupa Riki juga menyalakan kamera agar Sahira bisa segera memulai video rekaman itu.
"Ayo mulai!" ujar Riki.
Sahira menurut saja, kemudian menatap kamera dengan sedikit tegang sembari sesekali melirik ke arah kertas di meja.
"Halo semua! Nama gue Sahira, dan gue lagi diculik nih sama orang yang namanya Riki. Gimana? Seru kan?" ucap Sahira dengan keheranan.
__ADS_1
"Eh bentar bentar, ini maksudnya apaan sih? Lu mau buat video penculikan, atau komedi sih? Ngapain coba pake ada kata-kata kayak gini?!" protes Sahira pada Riki.
"Udah gausah banyak omong! Cepet lanjutin biar cepet kelar!" bentak Riki.
"Hadeh, gini amat ya penculik jaman now." Sahira menggelengkan kepalanya heran.
Pada akhirnya Sahira juga melanjutkan kalimat yang ada di kertas itu sesuai perintah Riki, karena ia tidak mau Riki berbuat nekat.
"Nah semuanya, kali ini gue mau minta tolong sama kalian semua buat bantu gue lepas dari sini! Kalian mau apa enggak? Mau kan? Mau yaa.. mau dong masa enggak!" ucap Sahira membaca sembari berekspresi ria.
Riki tersenyum puas menyaksikan Sahira melalui kamera yang dipegang olehnya.
"Kalau kalian mau bantu gue, cepat kalian datang ke tempat gue sekarang juga sebelum kehabisan!" Sahira lagi-lagi dibuat heran dengan kalimat yang ia bacakan itu.
"Ini apaan sih Rik? Sebelum kehabisan, emang lu pikir gue sembako?!" protes Sahira.
"Sssttt udah buruan lanjut!" tegur Riki.
Sahira menghela nafas dan hanya bisa pasrah untuk kembali melanjutkan kalimat itu.
•
•
TOK TOK TOK...
Thoriq tiba di rumah Jordan, ia langsung mengetuk pintu dengan cepat berharap bisa segera masuk ke dalam sana.
Tak lama kemudian, pintu terbuka dari dalam dan memperlihatkan sosok Jordan serta Nur keluar menemui Thoriq disana.
"Eh kamu Thoriq, ada apa ya?" ucap Nur sambil tersenyum.
"Ah iya Nur, aku kesini mau tanya sama kalian berdua. Kira-kira Sahira kemana ya? Soalnya dari kemarin aku coba hubungin dia selalu gak bisa, aku khawatir aja dia kenapa-napa! Makanya aku langsung datang kesini," ujar Thoriq.
"Eee Sahira? Jadi, kamu kesini mau cari tahu soal Sahira ya?" tanya Nur sedikit gugup.
"Benar Nur, Sahira nya ada kan? Atau dia masih di sekolah?" ucap Thoriq.
Nur tampak bingung harus menjawab apa, ia melirik ke arah Jordan seakan meminta bantuan pada suaminya itu.
Jordan pun bergerak maju menatap wajah Thoriq sembari mengambil nafas singkat, sedangkan Thoriq sendiri tampak semakin penasaran.
"Ada apa ini? Kenapa kalian diam aja?" tanya Thoriq keheranan.
"Eee sebelumnya kamu yang tenang dulu ya Thoriq! Kita bakal jelasin ke kamu apa yang udah terjadi sama Sahira, tapi enggak disini. Sebaiknya kita masuk sekarang ke dalam dan bicara disana!" ucap Jordan.
"Sabar ya Thoriq! Tenang dulu!" ucap Nur.
"Gimana aku bisa tenang, Nur? Aku pengen tahu apa yang terjadi sama Sahira! Cepat kalian kasih tahu dong ke aku!" ujar Thoriq.
"Iya iya, aku bakal kasih tahu kamu." kata Jordan.
"Yaudah, cepetan bilang!" pinta Thoriq.
"Eee jadi Sahira itu dibawa kabur sama teman sekolahnya yang kalo gak salah namanya tuh Riki, kita tahu kabar ini dari. Maafin kita belum sempat kabarin kamu atau ibu! Alasannya karena kita juga gak mau bikin kalian sedih," jelas Jordan.
"Apa? Diculik?? Kamu serius Jordan? Apa alasan orang itu culik Sahira, ha?!" ujar Thoriq terkejut.
"Kita juga kurang tahu, tapi menurut penjelasan El sepertinya Riki ini culik Sahira karena dia gak mau Sahira terus-terusan selidiki kasus dia yang udah sebar foto gak bener di grup sekolah." jawab Jordan.
"Hah? Aku gak pernah tahu soal kasus itu, Sahira gak ada cerita apa-apa sama aku. Sialan banget si Riki itu, aku harus cari dia sekarang juga!" geram Thoriq tampak emosi.
"Sabar Riq, jangan gegabah!" pinta Jordan.
"Iya Thoriq, barusan El kasih kabar juga ke kita kalau nanti sepulang sekolah dia sama teman-temannya bakal temuin Riki kok." sahut Nur.
"Serius? Kalo gitu aku ikut dong, aku pengen temuin dan hajar si Riki itu!" ucap Thoriq emosi.
"Boleh aja, nanti siang kamu bareng aja sama kita. Kebetulan kita juga udah dibolehin buat ikut bareng El kesananya, tapi tolong jangan kasih tahu ini ke ibu dulu!" ucap Jordan.
"Aku gak akan kasih tahu ibu soal ini, semoga aja ibu bisa percaya kalau Sahira baik-baik aja!" ucap Thoriq.
"Iya, kalo gitu kamu masuk aja dulu ke dalam dan tunggu sampai ada kabar dari El!" pinta Jordan.
"Iya Thoriq, masuk dulu yuk kita duduk sama-sama di dalam! Aku buatin minuman buat kamu, supaya kamu bisa lebih tenang." sahut Nur.
Thoriq mengangguk saja, kemudian mengikuti mereka berdua masuk ke dalam sana.
Ketiganya duduk bersama-sama di sofa ruang tamu, namun Nur meminta izin pamit kepada kedua pria itu untuk membuat minuman di dapur.
"Eee aku bikinin minum dulu ya?" ucap Nur.
"Iya, bikin yang enak ya!" pinta Jordan.
"Oke mas!" ucap Nur tersenyum lebar.
__ADS_1
Setelah Nur pergi, kini hanya tersisa Thoriq dan Jordan disana. Tampak raut kecemasan masih terpampang di wajah Thoriq yang terus memikirkan keadaan Sahira.
"Lu masih cemas ya sama Sahira? Tenang aja bro, gue yakin dia baik-baik aja kok!" ucap Jordan.
"Iya Jor, biar gimanapun gue belum bisa tenang kalo belum ada kabar dari Sahira." kata Thoriq.
"Sabar aja ya! Kita bantu doa dari sini buat keselamatan Sahira, semoga dia gak kenapa-napa!" ucap Jordan.
"Oke!" ucap Thoriq menurut.
Lalu, bunyi ponselnya berdering menandakan ada telpon yang masuk.
"Duh, ibu telpon lagi." ujarnya tampak panik.
"Angkat aja, terus bilang kalau Sahira gak kenapa-napa misalnya ibu tanyain dimana Sahira!" usul Jordan.
"Berarti gue bohongin ibu dong?" tanya Thoriq.
"Ya gapapa lah bohong demi kebaikan, kita kan sama-sama gak mau bikin ibu jadi sedih." jawab Jordan.
"Iya deh, kalo gitu gue angkat telpon dulu ya?" ucap Thoriq.
"Iya.." ucap Jordan mengangguk.
•
•
📞"Halo Thoriq! Kamu sudah sampai di rumah Jordan kan? Gimana sayang? Kamu udah dapat info tentang Sahira?" ucap Ratna cemas.
📞"Eee iya Bu, aku udah di rumah Jordan kok. Barusan aja aku sampai, dan aku juga dapat info kalau Sahira baik-baik aja. Jadi, ibu gak perlu cemas lagi ya!" jawab Thoriq.
📞"Huh syukurlah! Terus, kenapa Sahira gak pernah kabarin ibu lagi?" ucap Ratna.
📞"Eee soal itu katanya sih ponsel Sahira lagi rusak Bu, makanya dia gak bisa kabarin ibu atau aku. Udah ya Bu, gausah panik lagi!" ucap Thoriq.
📞"Iya okay, tapi sekarang Sahira dimana? Ibu bisa gak bicara sama dia?" tanya Ratna.
📞"Duh, gak bisa Bu. Sahira sekarang kan lagi sekolah, mungkin nanti kalau dia udah pulang baru deh ibu bisa bicara sama Sahira." jawab Thoriq.
📞"Oh iya ya, sekarang masih jam sekolah. Yaudah, ibu senang kalau Sahira baik-baik aja! Terus, kamu sekarang mau kemana lagi?" ucap Ratna.
📞"Eee rencananya sih aku mau tetap disini sampai Sahira pulang, mah. Aku juga pengen ketemu sama dia, kan kemarin hampir seharian aku gak ketemu dia." ucap Thoriq.
📞"Oh yasudah, kalo gitu ibu tutup dulu telponnya ya? Kabari ibu lagi nanti kalau Sahira udah pulang!" ujar Ratna.
📞"Iya Bu.." ucap Thoriq menurut.
Tuuutttt...
Ratna memutus telponnya, lalu mengusap dadanya merasa lega karena Sahira baik-baik saja.
"Syukurlah, ibu senang kalau kamu baik-baik saja sayang! Tadi ibu sempat khawatir sekali sama kamu!" ucap Ratna.
Disaat Ratna hendak berjalan kembali ke sofa, tiba-tiba Nawal muncul dengan hebohnya.
"Bu, ibu ada berita viral Bu...!!" ucap Nawal menghampiri ibunya disana.
"Aduh Nawal sayang! Kamu ini kenapa sih? Berita apa yang viral sampai kamu kayak begini?" ucap Ratna terheran-heran.
"Eee ini loh Bu, ibu lihat deh video ini!" ucap Nawal sembari menunjukkan video di ponselnya kepada Ratna.
"Hah? Video apa?" tanya Ratna penasaran.
"Udah ibu lihat aja!" jawab Nawal.
Akhirnya Ratna mengambil ponsel Nawal, lalu menonton video yang ada di ponsel tersebut.
Sontak Ratna menutup mulutnya dengan tangan saat melihat Sahira ada di video itu.
"Sahira...??" ucapnya syok.
"Halo semua! Nama gue Sahira, dan gue lagi diculik nih sama orang yang namanya Riki. Gimana? Seru kan? Nah semuanya, kali ini gue mau minta tolong sama kalian semua buat bantu gue lepas dari sini! Kalian mau apa enggak? Mau kan? Mau yaa.. mau dong masa enggak! Kalau kalian mau bantu gue, cepat kalian datang ke tempat gue sekarang juga sebelum kehabisan! Cukup bawa uang seratus juta aja, kalian udah bisa deh bebasin gue."
Ratna amat terkejut setelah menonton video itu, ia melirik ke arah putrinya dan seketika tangannya bergetar hebat.
"Nawal, ini beneran Sahira. Gimana bisa dia ada sama penculik?" ucap Ratna gemetar.
"Aku juga gak tahu Bu, aku nemu video ini di sosmed. Video ini udah viral dimana-mana tau dan jadi trending topik, banyak orang yang gak nyangka kalau ada penculikan model begini." kata Nawal.
"Ya ampun Sahira! Ibu kira kamu baik-baik aja, tapi nyatanya kamu malah diculik." ucap Ratna.
"Nawal, kamu hubungi penculik itu sekarang! Ibu mau bebasin Sahira dari dia!" pinta Ratna pada putrinya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...