Sang Pemilik Hati

Sang Pemilik Hati
Makan sandwich


__ADS_3

#SangPemilikHati Episode 90.




Setelah Elargano pergi, Boy kembali mendekati Sahira dan bertanya padanya mengenai Elargano. Jujur saja Boy penasaran dengan sosok pria yang cukup dekat dengan Sahira tadi.


"Ra, yang tadi itu siapa? Cowok lu?" tanya Boy.


"Apaan sih? Ya bukan lah! Itu tuh namanya El atau Gano, dia anak orang kaya yang satu sekolah sama gue. Emang kenapa sih lu tanya begitu? Harusnya kalau lu pengen kenalan, tadi lu tanya langsung ke dia lah!" jawab Sahira.


"Gak kenapa-napa kok, gue cuma penasaran aja. Syukurlah kalau dia bukan cowok lu!" ucap Boy.


"Hah? Emang kalau dia cowok gue kenapa? Lu cemburu gitu?" tanya Sahira.


"Eee ya enggak lah! Kalo misal dia cowok lu, ya artinya gue harus jaga jarak sama lu Sahira. Karena gue gak mau lah rusak hubungan kalian, biarpun gue juga gak mau jauh dari lu!" jawab Boy.


"Santai aja! Sampai sekarang gue masih single kok, dan lagian kalo gue udah punya cowok nanti, gak mungkin juga gue jauhin lu-lu pada." kata Sahira.


"Ya emang lu gak mau jauhin kita, tapi kan pasti cowok lu itu gak bakal izinin lu buat main sama kita disini. Gue kan tahu sikap cowok tuh kayak gimana, dia gak akan suka kalo lihat ceweknya dekat sama cowok lain." ucap Boy.


"Yaudah, itu mah gausah dibahas sekarang! Toh masih lama juga gue punya cowok," ucap Sahira.


"Emangnya lu gak pengen cepat-cepat punya cowok apa? Gue heran deh sama lu, biasanya cewek itu kan pengen banget punya pacar, lah ini lu malah kepengen jomblo." ujar Boy.


"Biarin ajalah Boy! Kenapa sih lu bahas soal pacar terus sama Sahira? Oh atau jangan-jangan, lu suka ya sama Sahira dan lu pengen jadi pacar dia?" ujar Afif (teman Sahira yang lain).


"Dih, ngaco aja lu Fif!" elak Boy.


"Hahaha... gausah malu-malu gitu kali Boy! Sampe muka lu merah tuh, ngaku aja pasti lu suka kan sama si Sahira!" ucap Afif.


"Gue bukan suka sama Sahira, gue tuh cuma heran aja sama dia, abisnya dia kok beda banget sama cewek-cewek yang lain. Lu jangan menggiring opini yang gak bener deh, Fif!" ujar Boy.


"Heh udah lah! Kalian kok malah pada ribut sih? Mending terusin mainnya!" ucap Sahira.


"Tau tuh si Afif gak jelas banget!" cibir Boy.


"Yeh kan gue cuma nebak, kalo emang gak bener ya gausah marah Boy!" ucap Afif.


"Heh udah udah! Gausah ribut kayak gitu! Lama-lama gue tinggal nih kalian kalo masih ribut terus!" ujar Sahira mengancam dua pria itu.


"Eh eh iya iya... jangan pergi ya Sahira!" ujar Boy.


"Ciee... ada yang gak mau Sahira pergi nih ye! Tuh kan benar Boy, lu suka sama Sahira! Hahay.." Afif kembali meledek Boy dan menertawakan pria itu.


"Sialan lu Fif!" umpat Boy kesal.


Tak lama kemudian, Thoriq muncul di lapangan dan langsung menghampiri Sahira yang tengah bersama teman-temannya disana. Thoriq tersenyum lalu menepuk pundak Sahira dari belakang, membuat gadis itu terkejut.


"Sahira!" Gadis itu spontan menoleh ke belakang memastikan siapa yang memanggilnya.


"Lah bang Thoriq? Lu ngapain kesini?" tanya Sahira terheran-heran.


"Lu dicariin tuh sama ibu. Katanya lu belum sarapan tapi udah keluyuran, mending makan dulu sana jangan langsung main! Udah gitu mainnya sama cowok-cowok lagi," ujar Thoriq.


"Emang kenapa sih bang?" tanya Sahira.


"Gapapa sih, tapi lu makan dulu sana! Nanti lu sakit siapa yang repot?" ucap Thoriq.


"Gue belum laper," ujar Sahira.


"Yaudah terserah lu! Tapi, kalau ibu nanti marah sama lu jangan salahin gue ya! Tadi aja ibu udah marah-marah tuh," ucap Thoriq.


"Hah masa sih?" Sahira terkejut mendengarnya.


"Iya, gak percaya lihat aja sendiri sana!" ucap Thoriq santai.


"Iya deh iya, gue pulang nih sekarang." kata Sahira. "Guys, gue balik duluan ya? Nanti gue kesini lagi kok agak siangan, thanks ya udah temenin gue daritadi!" sambungnya menghadap ke arah teman-temannya disana.


"Santai aja Sahira! We always here for you!" ucap Boy sambil tersenyum renyah.


"Ah bisa aja lu!" ucap Sahira.


Setelahnya, Sahira pun ikut pergi bersama Thoriq pulang ke rumahnya. Sementara Boy serta yang lainnya tetap disana, namun entah mengapa Boy terus menatap Sahira sambil tersenyum dan membuat Afif semakin yakin kalau Boy menyukai Sahira.



__ADS_1


Disisi lain, Keira datang ke rumah El bersama supirnya untuk membawakan kekasihnya itu sandwich khas yang sudah ia buatkan.


"Pak, tunggu sebentar ya! Saya mau ke dalam dulu temuin El," ucap Keira pada supirnya.


"Ah siap non!" ucap sang supir.


Keira tersenyum singkat, lalu turun dari mobil membawa kotak makan berisi sandwich untuk Elargano. Ia berjalan cepat menuju teras dengan harapan bisa segera bertemu kekasihnya.


Namun, Erlangga sudah lebih dulu keluar dan berpapasan dengan Keira di depan rumahnya. Pria itu merasa senang melihat kekasih dari putranya datang kesana.


"Eh ada kamu Keira, mau ketemu sama Elargano ya?" ucap Erlangga.


Keira menjawab sembari mencium tangan ayah dari kekasihnya itu. "Eee iya om, betul. Ini aku mau kasih sandwich buat El."


"Tapi, sayangnya El lagi gak ada di rumah. Tadi pagi dia pamit ke om sama tante, katanya sih mau ketemu temannya." kata Erlangga.


"Yah terus ini sandwich buat El gimana dong om? Aku gak bisa kasih ke dia dong," ucap Keira.


"Waduh kalo itu om juga gak tahu Keira, coba aja kamu telpon dulu si El nya! Siapa tahu dia udah mau pulang, soalnya perginya udah lumayan lama sih." saran Erlangga.


"Iya om," ucap Keira mengangguk cepat.


Gadis itu pun mengambil ponselnya, lalu menelpon El untuk menanyakan dimana keberadaannya.


"Nah diangkat nih om," ucap Keira.


"Yaudah kamu tanya aja!" ucap Erlangga.


Keira mengangguk dan mulai bertanya pada El melalui telpon.


📞"Halo El! Kamu dimana sekarang?" tanya Keira.


"Di belakang kamu sayang." Keira terkejut saat suara El terdengar di dekatnya, ia reflek menoleh lalu merasa jengkel karena El ternyata sudah berada di belakangnya.


"Ish El, kamu ngapain angkat telpon aku kalau udah sampe? Terus om juga kenapa gak kasih tahu aku sih?" ujar Keira cemberut.


"Hahaha... maaf Keira, itu tadi si El kasih kode ke om buat diem! Makanya om gak kasih tahu kamu deh," ucap Erlangga tertawa kecil.


"Emang dasar kamu El!" cibir Keira.


"Gapapa dong sayang, sekali-sekali bikin kamu terkejut. Abisnya kamu kalo lagi kaget tuh tambah imut tau, bikin gemes dan rasanya aku pengen cubit pipi kamu terus-terusan!" ucap El sembari mencolek pipi gadisnya.


"Ehem ehem... kayaknya papa cuma jadi nyamuk nih disini, kalo gitu papa mau pergi dulu ya? Udah, kalian masuk aja ke dalam! Lanjut mesra-mesra di dalam biar tambah enak!" ujar Erlangga.


Keira mengangguk saja, lalu pergi mengikuti El masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Erlangga memilih pergi dari sana karena ada urusan.


"Eh sayang, kamu bawa apa itu?" tanya El.


"Ini sandwich buatan aku, khusus untuk kamu! Nanti kamu cobain ya, terus kasih tahu aku enak apa enggak!" jawab Keira.


"Ini mah udah pasti enak sayang, kan kamu yang bikin!" ucap El.


"Ah bisa aja kamu!" Keira tersipu dan memalingkan wajahnya dari Elargano.


Mereka pun terus berjalan sampai keduanya tiba di ruang tamu, El meminta gadisnya duduk disana selagi ia memanggil pelayan di rumahnya untuk menyiapkan sandwich yang dibawa Keira.


Yolanda alias mama dari El datang, ia tersenyum melihat kedatangan Keira di rumahnya. Tentu saja Yolanda langsung menghampiri mereka di sofa dan ikut terduduk disana.


"Ealah ternyata kamu udah pulang El? Terus kamu ini bawa pacar kamu, kenapa gak panggil mama sih?" ucap Yolanda.


"Iya mah, ini baru aku mau bilang sama mama." kata El sambil tersenyum.


"Masa sih El? Perasaan tadi kamu bilangnya mau panggil bik Zee deh, bukan mama kamu. Kok kamu bohong sih sama mama kamu?" celetuk Keira yang langsung dipelototi oleh El.


"Ohh jadi udah mulai bohong nih sama mama? Sengaja ya gak mau kasih tahu mama, supaya kamu bisa berdua-duaan disini sama Keira! Yaudah gapapa, mama pergi kok!" ucap Yolanda ngambek.


"Eh mah tunggu mah! Jangan ngambek dong, mah! Aku beneran mau panggil mama, tapi setelah aku panggil bik Zee. Udah yuk mah, sini gabung sama kita! Keira buatin sandwich loh mah, pasti enak nih!" ucap El membujuk mamanya.


"Iya tante, yuk kita makan sama-sama!" sahut Keira.


"Kalau kamu yang paksa, yaudah deh tante disini ikut makan sama kalian. Tapi, beneran kan gapapa? Gak ganggu kalian nih?" ucap Yolanda.


"Iya tante, gapapa kok." jawab Keira tersenyum.


Sementara El justru merengut kesal, karena ia gagal berduaan dengan kekasihnya.


"Haish, berduaan sama Sahira gagal. Terus sekarang mau berduaan sama Keira juga gagal, aduh nasib nasib!" umpat El dalam hati merasa jengkel.


__ADS_1



Singkat cerita, El hendak mengajak Keira pergi keluar bersamanya setelah mereka selesai memakan sandwich yang dibuat Keira sendiri. El ingin membawa gadisnya itu ke suatu tempat agar mereka bisa berduaan seperti yang diinginkannya.


Keira pun paham betul dengan maksud kekasihnya, karena sedari tadi mereka memang sulit sekali berduaan dengan adanya Yolanda sang mama dari El di dekat mereka.


"Sayang, kamu mau ajak aku kemana sih? Kayaknya buru-buru banget deh," tanya Keira.


"Kemana aja sayang, yang penting aku bisa berduaan sama kamu! Aku tuh udah gemes banget tau, abisnya mama gak mau pergi!" jawab El.


"Ya ampun El! Kamu kok begitu sih sama mama kamu sendiri?" ucap Keira geleng-geleng kepala.


"Gimana lagi sayang? Abisnya susah banget aku mau berduaan sama pacar aku sendiri, udah ya gausah bahas itu lagi! Sekarang pokoknya aku mau habisin waktu sama kamu, karena aku lagi kangen banget buat pacaran sama pacar aku yang cantik dan imut ini!" ucap El.


"Ahaha bisa aja kamu!" ujar Keira.


El terus mendekap Keira sembari mencubit pipi gadisnya itu, mereka menuju mobil El yang sudah terparkir disana. Tak lupa juga Keira mengabari supirnya untuk bisa pulang saat ini.


"El, aku bilang ke supir aku buat pulang dulu ya? Soalnya kan aku mau jalan sama kamu," ujar Keira.


"Oke sayang!" ucap El singkat.


Keira berjalan ke arah supirnya, memberitahu sang supir kalau ia ingin pergi bersama Elargano sehingga supirnya itu bisa pulang lebih dulu.


"Pak, bapak pulang aja ya duluan! Saya mau pergi dulu sama El, gapapa kan?" ucap Keira.


"Oh gapapa kok non, kalo gitu saya pulang duluan ya non? Hati-hati non jalannya, selamat bersenang-senang juga!" ucap supir itu.


"Hahaha.. iya pak, bapak juga hati-hati ya!" ucap Keira tertawa kecil.


"Siap non!" supir itu tersenyum renyah, kemudian melajukan mobilnya pergi dari rumah El.


Sementara Keira kembali menghampiri kekasihnya yang menunggu di dekat mobil.


"Udah?" tanya El.


Keira mengangguk pelan, lalu El membukakan pintu mobilnya agar Keira bisa lebih mudah masuk ke dalam.


"Silahkan tuan putri!" ucap Elargano.


"Ih kamu mah ada-ada aja!" cibir Keira.


"Gapapa dong sayang, kamu kan emang tuan putrinya pangeran Elargano." sarkas El.


"Iyain aja deh," ucap Keira tersenyum manis.


Keira pun masuk ke dalam mobil, El menutup pintunya lalu berputar dan hendak masuk melalui pintu lainnya. Akan tetapi, El terkejut saat seseorang meneriakkan namanya dari arah depan.


"El tunggu!" pria itu spontan menoleh ke asal suara, begitu juga Keira yang ikut terkejut.


Rupanya itu adalah Adelia, anak dari sahabat papanya yang kini datang ke rumahnya.


"Adel? Kamu ngapain kesini?" tanya El bingung.


"Halo El, selamat pagi! Eh atau ini udah siang ya?" ucap Adelia tersenyum renyah.


"Tepatnya pagi menjelang siang. Kamu ada perlu apa datang kesini, Del?" ucap Elargano.


"Eee iya nih El, aku ada titipan dari papa buat om Erlangga sekeluarga. Kebetulan papa kan abis dari Itali, nah ini papa beliin oleh-oleh buat kalian. Diterima ya!" jelas Adelia.


"Oh gitu, wah makasih banyak ya Adel! Tapi, kamu bisa gak kasih oleh-oleh itu ke mama aku aja? Soalnya aku mau pergi nih," ucap Elargano.


"Pergi kemana?" tanya Adelia penasaran.


"Biasalah, jalan-jalan sama pacar. Ini kan hari Minggu, jadi waktu buat berduaan sama pacar kita." jawab Elargano penuh semangat.


"Ohh ada pacar kamu disini?" tanya Adelia.


"Ada dong. Tuh dia udah stand by di dalam mobil, kenapa? Kamu mau ketemu?" ucap El.


"Boleh, sekalian aku kenalan sama dia." ujar Adelia.


"Yaudah, sebentar ya aku panggilin dia dulu buat keluar dan ketemu sama kamu!" ucap El.


"Oke!" Adelia mengangguk setuju.


Lalu, El pun menghampiri Keira dan meminta gadis itu keluar dari mobil untuk menemui Adelia. Keira terlihat bingung dan penasaran karena ia belum pernah melihat Adelia sebelumnya, ia juga curiga kalau Adelia adalah simpanan Elargano.


"Cewek itu siapa sih? Kok kayaknya akrab banget sama El?" gumam Keira dalam hati.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2