
#SangPemilikHati Episode 117.
•
•
"Cukup bawa uang seratus juta aja, kalian udah bisa deh bebasin gue."
Sahira masih tidak percaya dengan apa yang dia katakan di video tersebut saat Riki sengaja menyetel video itu di depan matanya.
"Ini yang bener aja Rik, masa gue cuman dihargain seratus juta? Murah banget harga diri gue! Gue gak terima nih yang bagian ini, lu harus revisi tuh videonya dan kita buat ulang dari awal!" ucap Sahira memrotes isi video itu.
"Heh! Gue gak minta lu komen ya, gue cuma mau lu lihat isi video ini. Jadi, lu jangan harap bakal ada revisi disini! Karena itu gak akan pernah terjadi, paham gak lu?!" tegas Riki.
"Haish, curang lu ah!" cibir Sahira.
"Lah biarin aja, siapa suruh lu baru protes sekarang?! Asal lu tahu aja ya, video ini tuh udah viral dimana-mana sekarang. Gak mungkin lah gue take down terus buat dari ulang, yang ada nanti viewers nya menurun." kata Riki.
"Idih jadi lu buat video ini tuh supaya lu bisa dapet cuan gitu? Kurang ajar banget lu manfaatin gue buat keuntungan lu sendiri! Minimal bagi dua lah hasilnya," ujar Sahira.
"Hahaha, enak aja lu mau minta bagi dua! Lu kata lagu yang lagi viral di toktok!" ujar Riki.
"Hah? Apa tuh??" ucap Sahira memancing.
"Itu loh yang barangnya pura-pura dijatuhin, terus joget sambil setel lagu sikok bagi duo. Masa gitu aja lu gak tahu? Kudet lu!" ujar Riki.
"Yah elah, iya deh si paling update!" cibir Sahira.
"Yaudah, lu diam-diam aja disini! Gue mau keluar sebentar, kali aja ada orang yang datang mau bebasin lu lagi pada ngantri di luar." kata Riki.
"Palalu ngantri! Mana ada yang mau dateng bebasin gue, kalau lihat video bercanda begitu? Mereka pasti anggapnya cuma konten, settingan bla bla bla.." ucap Sahira.
"Ya emang itu tujuan gue, dengan begitu pasti gak akan ada yang percaya kalo lu diculik!" ujar Riki.
"Haish, dasar licik lu! Tapi gue yakin, El pasti bakal kesini buat bebasin gue!" ucap Sahira.
"Seberapa yakin?" tanya Riki.
"Yaaa seyakin-yakinnya..." jawab Sahira gugup.
"Hahaha, okelah gue tunggu dia buat dateng kesini. Kalau sampai dia gak datang, lu bakal gue panggang hidup-hidup!" ancam Riki.
"Eh buset, jangan dong! Mending lu panggang tuh ayam atau sapi gitu, jangan gue!" ujar Sahira.
"Suka-suka gue lah, kan gue yang mau manggang bukan lu. Jadi, terserah gue mau manggang apapun yang gue suka! Lagian gue bosan makan ayam sama sapi terus, pengen sekali-kali nyoba jadi Sumanto." ujar Riki sambil nyengir.
"Dasar gila! Nyesel banget gue kenal sama lu, Rik! Lu udah gila, gak punya otak lagi! Awas ya lu, gue gak bakal biarin lu lepas gitu aja setelah apa yang lu lakuin ke Grey dan gue!" ucap Sahira.
"Oh ya? Emang lu bakal apain gue, ha? Lu bisa apa? Tangan sama kaki lu aja keiket, gimana bisa lu lawan gue? Dengar ya, yang ada tuh lu sendiri nantinya yang bakal mati disini!" ujar Riki.
Sahira memalingkan wajahnya saat Riki mendekat dan menyentuhnya menggunakan ujung pisau.
"Rik, lu jangan gila deh! Jauhin tuh pisau dari muka gue! Lu mau bikin gue mati sekarang apa?!" ujar Sahira tampak gemetar ketakutan.
"Kalau bisa sekarang, kenapa nanti?" ujar Riki.
Bukannya berhenti, Riki malah semakin kuat menekan pisau itu hingga berhasil menggores pipi Sahira dan melukainya.
"Aakkkhhh!!" pekik Sahira saat wajahnya digores oleh pisau milik Riki dan mengeluarkan darah.
"Hahaha, ini dia yang gue tunggu-tunggu." ucap Riki tertawa dan menaruh gelas di dekat pipi Sahira.
Ya benar saja, Riki hendak menyimpan darah milik Sahira ke dalam gelas tersebut.
•
•
Siang harinya setelah waktu sekolah usai, El serta teman-temannya sudah berkumpul di parkiran dan bersiap untuk mendatangi lokasi Riki.
Saka pun sudah berada disana bersama mereka, walau sebetulnya Saka enggan untuk melakukan apa yang diperintahkan El itu.
"Oke! Kita udah kumpul semua ya? Kalo gitu kita langsung pergi aja sekarang!" ujar El.
"Siap El! Biar gue yang bawa nih orang, supaya dia gak kabur!" ucap Roger menahan Saka.
"Yah elah takut amat sih! Gue juga kagak bakal kabur bro, gue setia kok!" ucap Saka.
"Ah gak percaya gue! Semua laki-laki itu sama aja!" ucap Roger menampar pipi Saka.
"Dih, ngapa lu jadi kemayu begitu Ger?" ujar Alzi terheran-heran.
__ADS_1
"Hehe, reflek bro.." ujar Roger nyengir.
"Beb, aku ikut kamu ya!" ucap Raisa.
"Iya dong sayang, kita sama-sama naik mobil aku yang super mewah itu ya!" ucap Roger.
"Hah? Itu kan mobil aku sayang." kata Raisa.
"Mobil kamu, itu kan mobil aku juga. Sebentar lagi kan kita bakal jadi pasangan suami-istri, jadi milik kamu itu milik aku juga dong!" ucap Roger.
"Oh iya, aku lupa." ucap Raisa.
El dan Alzi kompak menggeleng sembari menunjukkan ekspresi tidak sukanya setelah melihat momen romantis sepasang kekasih itu.
Lalu, ponsel milik El tiba-tiba berdering dan membuat pria itu mengangkat sejenak telpon yang ternyata dari kekasihnya.
"Guys, sorry ya gue angkat telpon dari Keira dulu!" ucap El.
"Iya iya.." ucap Alzi dan Roger mengiyakan.
El agak menjauh dari kerumunan itu, tapi tampaknya El masih dapat mendengar apa yang diucapkan oleh Alzi.
"Yeh tadi dia sok-sokan eneg lihat lu sama Raisa, eh malah sekarang dia sendiri juga ikut-ikutan telponan sama ceweknya. Emang dah cuma gue doang yang setia menjomblo!" ujar Alzi.
"Hahaha, bilang aja lu gak laku bro! Makanya cari pacar sana!" ujar Roger tertawa terbahak-bahak.
"Beb ih gak boleh gitu!" ujar Raisa menepuk pundak kekasihnya sambil terkekeh.
Sementara El kini tengah berbincang dengan Keira di tempat yang agak jauh dari Alzi serta Roger, El tidak ingin dua temannya itu mengganggunya.
📞"Halo sayang! Kenapa nih kamu telpon aku?" ucap El sambil tersenyum renyah.
📞"Halo! Kamu itu sekarang kenapa jadi dingin banget sih sama aku? Dari kemarin kamu gak kasih kabar ke aku, lagi ngapain sih kamu? Sibuk banget ya?" ucap Keira terdengar marah.
📞"Eee bukan begitu sayang, aku ini lagi bantu Sahira dulu. Asal kamu tahu, Sahira diculik sama teman sekolahnya dan sekarang aku mau bantu Sahira buat lepas dari dia!" jelas El.
📞"Apa? Diculik? Serius kamu?" tanya Keira.
📞"Iyalah sayang, aku serius. Emangnya kamu gak lihat video yang lagi viral itu? Kan udah dijelasin sendiri sama penculiknya," jawab El.
📞"I-i-iya, lihat sih. Tapi, aku kira itu cuma settingan. Karena Sahira kelihatan baik-baik aja, terus omongannya itu juga kayak bercanda." ucap Keira terheran-heran.
📞"Itulah sayang, ini pasti trik dari si penculik itu." ucap El meyakinkan El.
📞"Iya sayang," jawab El.
📞"Aku ikut ya! Aku juga mau ketemu Sahira!" pinta Keira.
📞"Hah??" El terkejut dan menganga lebar.
•
•
Akhirnya El datang ke sekolah Keira untuk menjemput gadis itu dan pergi bersamanya menemui Riki.
Tampak Keira sudah menunggu di depan gerbang sekolahnya dengan wajah cemas, gadis itu sangat mengkhawatirkan kondisi Sahira saat ini.
"Hey cantik!" ucap El menyapa gadisnya dan memeluk Keira untuk melepas kerinduannya.
"Iya El, udah ah kita pergi sekarang aja yuk! Aku khawatir banget sama Sahira!" ucap Keira.
"Sabar sayang! Teman-teman aku sama abang Sahira udah pada berangkat kok ke tempat si Riki, kamu gausah panik begitu ya! Aku yakin Sahira pasti baik-baik aja!" ucap El menenangkan Keira.
"Tapi El, tetap aja aku panik. Udah deh ayo sekarang kita langsung jalan aja! Aku cemas banget sama Sahira tau!" pinta Keira.
El tersenyum sembari menangkup wajah Keira dan berkata, "Iya sayang, yuk kita berangkat!"
Keira mengangguk pelan, lalu masuk ke dalam mobil bersama kekasihnya.
"Aku bingung deh sayang, sebenarnya ada apa sih? Kenapa Sahira bisa diculik sama orang yang namanya Riki? Apa mereka punya masalah?" tanya Keira pada El penasaran.
"Sebenarnya masalah ini tuh antara Riki sama Grey, kebetulan kemarin Riki sempat sebarin foto-foto Grey di grup wa sekolah. Nah, Sahira marah karena Riki udah bikin Grey semakin memburuk. Dia mau cari tau siapa pelakunya, lalu ketahuan lah bahwa si Riki ini yang sebarin. Terus aku sama Sahira berusaha buat tangkap Riki, tapi gagal. Eh malah dia yang berhasil culik Sahira." jelas El.
"Hah? Duh, ribet banget sih masalah kalian! Gak bisa apa tenang sedikit gitu?! Perasaan baru kemarin masalahnya kelar, eh udah muncul masalah yang lain aja. Pantes kamu gak pernah punya waktu buat aku," ucap Keira.
"Maaf ya sayang! Aku janji deh setelah ini bakal lebih sering luangin waktu untuk kamu!" ucap El.
"Ya gapapa, yang terpenting sekarang kita selamatin Sahira dulu!" ucap Keira.
"Iya, kita pasti bisa melakukan itu!" ucap El yakin.
__ADS_1
"Oh ya, kamu kenapa bisa cantik banget kayak gini sih? Bikin aku pangling dan susah fokus buat nyetir deh," ucap El sengaja merayu gadisnya.
"Hus kamu ih malah gombal di situasi genting kayak gini! Aku tuh lagi cemas tau, jangan malah digombalin!" protes Keira.
"Kenapa sih sayang? Aku kan cuma mau tenangin kamu, biar kamu gak tegang." kata El.
"Iya deh iya, terserah kamu aja! Udah, sekarang fokus nyetirnya ya jangan sampai nabrak! Kalau kita nabrak, yang ada nanti kita gak bisa sampai di tempat penculik Sahira." kata Keira.
"Gak bakal nabrak kok, aku itu kan ahli mengemudi sayang. Asal kamu tahu aja ya, aku tuh dulunya punya cita-cita buat jadi pembalap." ujar El.
"Loh, terus hubungannya apa?" tanya Keira.
"Ya gak ada sih, orang aku cuma cerita kok sama kamu." jawab El sambil nyengir.
"Ish, ada-ada aja kamu!" cibir Keira.
El terkekeh saja sambil sesekali mengusap puncak kepala gadisnya itu dengan lembut.
"Kamu jangan panik lagi ya sayang!" ucap El.
"Enggak kok, sekarang aku yakin aja kalau Sahira bakal baik-baik! Aku percaya Tuhan pasti jaga dia disana!" ucap Keira tersenyum.
"Aamiin! Kalau kamu panik lagi, pegang aja tangan aku ya!" ucap El.
Keira mengangguk saja menuruti kemauan El dan langsung menggenggam tangannya.
•
•
Di taman, sesuai janji kini Riki sudah tiba disana menemui Saka yang kebetulan juga telah lebih dulu berada di tempat tersebut.
Riki pun menyapa Saka, lalu duduk di samping pria itu sambil tersenyum lebar.
Sementara Saka tampak grogi dan sesekali melirik ke arah belakang, yang mana disana terdapat Alzi serta yang lainnya.
"Halo Saka! Sorry gue telat!" ucap Riki.
"I-i-iya bro, sangsi aja!" ucap Saka gugup.
"Lu kenapa sih? Kok gugup gitu? Santai ajalah, gue ini kan gak bakal apa-apain lu! Atau lagi ada seseorang yang ancam lu ya? Makanya lu sampai tegang begini," tanya Riki heran.
"Enggak, gue gugup bukan karena itu. Tapi, karena gue lihat lu bawa pisau di tangan." jawab Saka.
"Ohh pisau ini? Yah elah santai aja bro, dia gak akan nusuk perut lu kok! Ya tentunya asal lu masih setia sama gue," ucap Riki tersenyum.
"Eee hahaha, jelas lah gue setia sama lu Rik! Gue kan butuh uang, dan cuma lu yang bisa kasih itu semua ke gue." ucap Saka sambil tertawa kecil.
"Bagus! Gue suka itu!" ucap Riki.
Riki menggeser posisi duduknya lebih dekat ke arah Saka, satu tangannya ia gunakan untuk merangkul pundak Saka, sedangkan yang lainnya stay di bawah sana memegang pisau yang ia arahkan ke pinggang Saka.
"Jujur sama gue, dimana El dan yang lainnya sekarang! Gue tahu, mereka pasti ada di sekitar sini kan? Cepet lu kasih tahu ke gue keberadaan mereka, atau pinggang lu gak bakal selamat!" ancam Riki.
Seketika Saka menegang, ia dapat merasakan ujung pisau menempel pada pinggangnya di bawah sana yang terlapisi hoodie abu-abu.
"Rik, lu apa-apaan sih?! Jangan kayak gini lah bro! Gue itu gak berkhianat dari lu kok, gue kesini sendirian serius! Tadi kan gue udah bilang, gue setia sama lu!" ucap Saka.
"Lu yakin? Ingat ya Saka, sekali aja lu khianati gue, maka gue jamin hidup lu gak akan tenang selamanya!" ucap Riki.
Glekk...
Saka kesulitan menelan saliva nya, ia juga sulit bernafas dengan situasi seperti ini.
"Aduh, gue harus gimana dong?!" batinnya.
✨
Sementara itu, Alzi bersama yang lainnya masih tampak serius mengamati Saka dan Riki sambil menunggu kedatangan polisi.
"Guys, itu mereka bicarain apa ya? Kok si Saka kayak ketakutan gitu?" ujar Alzi bingung.
"Entahlah, mungkin aja si Saka grogi karena dirangkul sama Riki. Siapa tahu dia belok kan?" sarkas Roger.
"Yeh dasar somplak! Gue serius pe'ak!" ucap Alzi menoyor kepala Roger.
"Hehe, sorry sorry!" ujar Roger nyengir.
"Tenang semuanya! Kalau dari yang gue lihat, kayaknya Saka lagi diancam deh sama Riki buat ngakuin perbuatannya. Mungkin aja Riki curiga sama niat Saka yang mau temuin dia disini," ucap Jordan.
"Bisa jadi tuh, gue juga sepemikiran sama Jordan!" sahut Thoriq.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...