
#SangPemilikHati Episode 119.
•
•
"Hiyaaa..."
"Tunggu!" El menghentikan langkahnya saat terdengar suara teriakan dari arah samping.
"Bang Jordan? Bang Thoriq?" ucap El terkejut.
"El, lu gapapa?" tanya Jordan pada El sembari memegang pundak pria itu.
"Gue baik bang, thanks udah datang buat bantu gue!" jawab El merasa lega.
"Gak perlu terimakasih, udah jadi tugas kita buat selamatin Sahira. Kita ini kan abangnya," ucap Jordan.
"Iya El, mending sekarang lu cabut dan cari Sahira di dalam sana! Biar mereka kita berdua yang hadapi," ucap Thoriq.
"Tapi bang—"
"Gak ada tapi tapi, cepat lakukan!" potong Jordan.
"I-i-iya bang, kalian hati-hati ya!" ucap El.
"Lu gak perlu cemasin kita! Bebasin aja Sahira dan bawa dia keluar dari sini!" pinta Thoriq.
"Oke!" ucap El mengangguk setuju.
El pun langsung bergerak cepat mencari Sahira di dalam sana, akan tetapi langkahnya dihalangi oleh Alta dan juga Fakhri yang berdiri di depannya saat ini tak membiarkan El lewat begitu saja.
"Mau kemana lu, ha? Lu pikir lu bisa pergi gitu aja dari sini? Kagak bro!" ujar Alta.
"Iya, lu langkahi dulu mayat kita kalau mau bebasin si Sahira itu!" sahut Fakhri.
"Kalian memang keras kepala, jangan salahkan gue kalau kalian menyesal nantinya!" ucap El.
"Hahaha, banyak omong lu!" ucap Alta.
Kedua pria itu menyerang El, membuat El sedikit terkejut tapi masih bisa menangkis serangan yang mengarah padanya.
Meskipun mereka berdua dan El sendiri, namun El berhasil mengalahkan kedua pria itu dengan cepat dan membuat mereka tergeletak di lantai.
"Aakkkhhh!!" pekik Alta kesakitan.
El pun bergerak melangkahi tubuh kedua pria yang tersungkur itu sesuai permintaan mereka.
"Udah gue langkahi kan? Sekarang gue mau bebasin Sahira dulu, bye bye!" ucap El terkekeh.
"Woi jangan lari lu! Kita belum kalah!" teriak Alta.
"Ah sial!" teriak Fakhri emosi dan memukul lantai.
El tak memperdulikan itu, ia terus fokus melangkah demi menemukan Sahira di dalam sana dan menyelamatkannya.
"Sahira! Sahira, kamu dimana Sahira!" El berteriak berharap Sahira dapat menyauti suaranya.
"Mmppphhh mmppphhh..." tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sepertinya tengah dibekap.
"Duh, jangan-jangan itu Sahira! Suaranya kayaknya dari pintu ini deh, gue coba buka aja deh." gumam El setelah mendengar suara itu.
El mencoba membuka kenop pintu itu, tetapi tidak berhasil karena terkunci.
"Ah elah pake dikunci segala!" umpatnya kesal.
"Sahira, kamu di dalam kan Sahira?" ucap El bertanya dengan sedikit berteriak.
"Mmppphhh mmppphhh.." hanya itu yang dapat El dengar, tapi El yakin bahwa itu adalah suara Sahira.
Braakkk...
El pun segera mendobrak pintu, ia terbelalak melihat Sahira tengah terbaring di atas meja dengan posisi terlentang dan kedua tangan serta kakinya terikat kuat.
"Sahira!" El bergegas menghampiri Sahira disana dan menolong gadis itu.
Pertama-tama El membuka sumpalan di mulut Sahira itu, agar Sahira dapat berbicara dan bernafas dengan lega.
"Hah hah hah!" Sahira mengambil nafas cukup banyak karena ia merasa sesak sedari tadi.
"Sahira, lu baik-baik aja kan? Apa yang udah Riki perbuat sama lu, sampai tubuh lu penuh luka goresan begini?" tanya El panik melihat kondisi wajah serta lengan Sahira yang dipenuhi luka dan darah segar.
"Hiks hiks... gue takut banget El, tolong cepat lu lepasin gue dari sini!" ucap Sahira menangis.
"Iya iya, gue pasti lepasin lu kok. Lu tenang dulu ya Sahira! Ada gue disini, lu bakal aman!" ucap El.
Setelahnya, El pun membuka ikatan di tangan serta kaki Sahira dan berhasil membuat gadis itu lepas dari ikatannya.
Sahira segera bangkit dan memeluk El erat, membuat El cukup terkejut namun diam saja karena tidak enak mengganggu Sahira.
"Makasih banyak ya El!" ucap Sahira di dalam pelukan El.
"Sama-sama Sahira,"
•
•
Keira beserta para polisi dan teman-teman El yang sudah datang, langsung masuk ke dalam tempat tersebut untuk membantu Jordan serta Thoriq.
Polisi pun berhasil menangkap empat orang pria suruhan Riki, termasuk juga Alta dan Fakhri yang sedang tergelatak disana.
__ADS_1
Sementara Keira bersama dua orang abang Sahira itu bergegas menyusul El, mereka tampak panik dan ingin tahu kondisi Sahira.
Farhan juga mengikuti mereka dari belakang, jujur saja pria itu ingin berada di samping Sahira saat ini dan menenangkan Sahira yang pastinya sangat tertekan.
Begitu sampai di tempat Sahira berada, Keira justru dihadapkan pada momen yang benar-benar membuat hatinya terluka.
Ya El dan Sahira masih saling berpelukan disana, apalagi tampak kalau mereka sama-sama menikmati pelukan itu.
Jordan, Thoriq, serta Farhan merasa lega karena Sahira sudah bersama El dan gadis itu baik-baik saja walau mereka belum melihat Sahira dari dekat.
Namun, Farhan kini mendekati Keira karena tahu kalau gadis itu tengah cemburu.
"Lu pacarnya si El kan?" ucap Farhan menegur Keira.
"Hah? I-i-iya benar.." jawab Keira terkejut.
"Kejadian kayak gitu mah biasa buat El, dia sering kok peluk-peluk Sahira. Gak di sekolah, gak di luar sekolah. Emang gak tahu diri dia!" ujar Farhan.
"Eee aku ke depan duluan ya?" ucap Keira.
"Kenapa? Kamu gak kuat lihat pacar kamu pelukan sama cewek lain di depan mata kamu?" tanya Farhan.
Keira terdiam, melirik sekilas ke arah Farhan sebelum kembali melangkah pergi.
Farhan tersenyum seringai, ia tahu bahwa Keira akan kecewa pada kekasihnya nanti.
Jordan dan Thoriq sudah lebih dulu melangkah ke dekat Sahira serta El, mereka berdua ingin memastikan bahwa kondisi Sahira baik-baik saja.
"Sahira!" ucap mereka bersamaan.
Sontak Sahira reflek melepas pelukannya dari El, ia menatap ke arah kedua abangnya sembari menghapus air mata di wajahnya.
"Bang Jordan? Bang Thoriq?" ucap Sahira.
"Sahira, ya ampun syukurlah lu udah selamat! Gue cemas banget sama lu tau!" ucap Jordan.
"Iya bang, gue juga senang bisa bebas!" ucap Sahira tersenyum tipis.
"Peluk gue dong Sahira!" pinta Jordan.
Sahira mengangguk pelan, lalu memeluk Jordan dengan erat dan meluapkan kesedihannya disana.
"Gue takut banget bang! Riki hampir aja mau jadiin gue barang koleksi dia," ucap Sahira sesenggukan.
"Lu tenang aja ya! Gue sama Thoriq bakal selalu ada buat jagain lu!" ucap Jordan.
"Iya Sahira, kita ada buat lu!" sahut Thoriq.
Sahira melepas sejenak pelukannya dari Jordan, menatap Thoriq singkat kemudian turut menarik pria itu ke dalam pelukannya.
Mereka bertiga pun saling berpelukan disana, sedangkan El hanya memandang sembari sedikit mengeluarkan air mata.
"Hey bro! Keren juga lu berani tembus tempat ini sendirian!" ujar Farhan.
"Lu ngapain disini? Kehadiran lu itu gak dibutuhkan disini, pergi sana!" ucap El.
"Oh ya? Lu lebih gak pantas buat ada disini, mending lu susulin Keira sana!" ucap Farhan.
"Maksud lu apa? Keira kenapa?" tanya El heran.
"Hahaha, dia tadi pergokin lu lagi pelukan sama Sahira. Gue rasa dia marah sama lu, buktinya dia pergi sambil nangis." jawab Farhan.
"Hah??" El terkejut mendengarnya.
•
•
Keira keluar dari gedung itu dengan wajah sedihnya, ia masih mengingat betul kejadian di dalam tadi saat El memeluk Sahira cukup erat.
Entah mengapa perasaan Keira sedikit sakit melihat itu, walau ia tahu kalau Sahira sedang dalam keadaan syok setelah diculik oleh Riki.
"Aku kenapa gak terima gini ya? Padahal Sahira itu kan sahabat aku dari kecil, harusnya aku gak perlu kayak gini! Tapi, gak tahu kenapa lihat El peluk Sahira begitu bikin aku sakit banget!" batin Keira.
Roger serta Alzi yang menunggu disana, langsung menghampiri Keira begitu melihat gadis itu muncul.
"Loh loh Kei, lu kenapa sedih gitu? Ada apa sama Sahira? Dimana dia?" tanya Roger panik.
"Iya Kei, kok lu sendirian aja sih? Apa Sahira masih belum selamat? Tapi, tadi polisi udah keluar tuh bawa orang-orang suruhan Riki." sahut Alzi.
"Sahira baik-baik aja kok, dia udah selamat tuh di dalam." jawab Keira pelan.
"Terus, lu kenapa sedih gini?" tanya Alzi heran.
"Enggak kok, gapapa. Aku pulang duluan ya? Kalau El tanya nanti, bilang aja aku udah pulang karena ada urusan!" ucap Keira.
"Eh eh, kenapa gak nunggu si El aja? Dia kan bisa anterin lu nanti. Jangan balik sendirian dah, nanti dimarahin sama El lu!" ucap Roger.
"Biarin aja," ucap Keira.
Keira pun melangkah pergi melewati kedua pria di hadapannya itu.
Roger dan Alzi saling menatap satu sama lain, mereka heran mengapa Keira jadi seperti itu.
"Zi, Keira kenapa ya?" tanya Roger bingung.
"Entahlah, kayaknya sih dia lagi marahan sama El." jawab Alzi asal.
"Kok bisa?" tanya Roger heran.
"Mana gue tau, gue kan cuma nebak tadi." jawab Alzi.
__ADS_1
"Yeh dasar lu!" cibir Roger.
Tiba-tiba saja El muncul, ia berlari ke arah Keira berusaha menahan gadis itu agar tetap disana.
"Keira tunggu!" teriak El.
El melewati dua temannya begitu saja, membuat Roger dan Alzi makin terheran-heran.
"Ada apa sih ini?" ujar Roger bingung.
"Udah lah beb, gausah dipikirin!" ucap Raisa.
"Oh iya, untung ada ayang bebeb ku disini.." ujar Roger nyengir.
"Hehe.." balas Raisa.
Alzi hanya bisa pasrah saja melihat sepasang kekasih itu saling berpelukan.
Sementara El berhasil mencekal lengan Keira dari belakang dan menahan gadis itu.
"Kei, tunggu dong!" ucap Elargano.
Keira terpaksa menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah El.
"Kenapa El?" tanya Keira ketus.
"Kamu mau kemana sayang?" ucap El.
"Eee aku mau pulang, emang kenapa?" ucap Keira.
"Kok pulang sih sayang? Kamu gak mau ketemu sama Sahira dulu? Dia kan baru bebas dari si penculik, temuin dulu sana!" ujar El.
"Nanti aja El, aku harus pulang dulu sekarang. Lepasin tangan aku ya El!" ucap Keira.
"Kamu kenapa sih? Kalau kamu mau pulang, yaudah yuk aku anterin deh!" ucap El.
"Gausah El, kamu temenin Sahira aja dulu sana! Dia kan baru bebas dari penculik, jangan langsung ditinggalin!" ucap Keira.
"Kamu cemburu pas lihat aku sama Sahira pelukan? Ayolah Kei, itu tadi kan cuma reflek! Sahira tuh lagi syok banget, kamu wajar lah sayang! Lagian aku sama Sahira juga gak ada apa-apa kok, kita cuma temenan." jelas El.
"Aku gak cemburu, aku mau pulang karena—"
"Ah udah udah! Yuk aku anterin kamu pulang!" potong El langsung menarik tangan Keira pergi.
"Eh eh lepasin aku El...!!" teriak Keira berusaha berontak, tetapi tidak didengar oleh El.
El justru memasukkan Keira ke dalam mobilnya, memasang seat belt di tubuh gadis itu dan pamit pada kedua sahabatnya sebelum pergi dari sana.
•
•
Sahira dituntun oleh Jordan serta Thoriq untuk keluar dari gudang itu, mereka jalan perlahan karena kondisi kaki Sahira yang terluka.
"Awhh!! Sshh.." rintih Sahira.
"Sakit ya? Emang kurang ajar tuh si Riki! Beraninya dia bikin lu jadi kesakitan kayak gini!" ujar Thoriq.
"Enggak kok bang, cuma perih aja." jawab Sahira.
"Yaudah, kita pelan-pelan aja jalannya!" ucap Jordan.
Sahira mengangguk pelan, lalu mereka pun lanjut berjalan dengan sedikit lambat agar Sahira tidak merasa kesakitan lagi.
"Sahira!" mereka kompak terkejut saat mendengar suara teriakan itu.
Ya rupanya Raisa bersama Alzi dan Roger masuk ke dalam gudang itu, ketiganya sudah tidak sabar ingin segera mengetahui kabar serta kondisi Sahira yang habis diculik itu.
"Sahira, ya ampun lu parah banget! Gue gak nyangka si Riki sekejam itu, bisa-bisanya dia tega giniin lu Ra!" ucap Raisa panik.
"Iya Ra, gue juga gak nyangka kalau lu bisa jadi kayak gini gara-gara si Riki. Biadab banget tuh orang!" sahut Alzi.
"Tenang guys! Gue udah baik-baik aja kok, yang terpenting kan sekarang gue bisa bebas. Thanks banget ya buat kalian yang udah mau bantu gue!" ucap Sahira tersenyum.
"Sama-sama Ra," ucap ketiganya bersamaan.
"Oh ya, terus si Riki gimana? Dia udah dibawa ke kantor polisi kan?" tanya Sahira.
"Udah kok, dia bakal kena pasal berlapis. Pertama atas dugaan pencemaran nama baik, terus penculikan dan penganiayaan terhadap lu." jawab Raisa.
"Syukurlah! Semoga dengan ini Grey bisa tenang dan gak tertekan lagi!" ucap Sahira.
"Iya, gue juga berharap begitu!" ucap Raisa.
"Eee udah udah, ngobrolnya dilanjut nanti lagi aja ya! Sekarang lu harus ke rumah sakit Sahira, luka lu ini harus segera diobati!" ucap Jordan.
"Ah iya, benar kata abang lu Sahira! Ayo deh kita sama-sama ke rumah sakit!" ucap Raisa.
"Eh tunggu! El kemana ya? Dia kok gak balik lagi tadi?" ucap Sahira menanyakan El.
"Eee tadi El pulang duluan sama Keira, katanya mereka ada urusan lain." jawab Roger agak khawatir.
"Oh gitu. Yah padahal gue masih pengen ucapin terimakasih sama El, gue juga mau ketemu sama Keira." kata Sahira.
"Sabar ya Sahira! Nanti pasti mereka bakal balik lagi setelah urusan mereka kelar!" ucap Raisa.
Sahira mengangguk pelan, lalu mereka pun kembali melangkah keluar dengan berhati-hati mengingat kondisi Sahira yang masih belum pulih benar.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1