Sang Pemilik Hati

Sang Pemilik Hati
Sahira & Max


__ADS_3

#SangPemilikHati Episode 45.




Elargano dan Sahira sampai di depan sekolah Keira, mereka langsung turun dari mobil mencari dimana keberadaan Keira, namun mereka tak berhasil menemukan Keira disana.


Elargano pun bingung karena biasanya Keira selalu menunggunya di depan sana, namun kali ini justru gadis itu menghilang entah kemana dan tidak bisa dihubungi olehnya.


"Mana cewek lu? Kok gak ada?" tanya Sahira.


"Gak tahu, gue kan juga baru dateng kesini sama lu. Gimana caranya gue bisa tahu dia dimana? Aneh-aneh aja lu jadi cewek!" jawab El ngegas.


"Haish malah ngegas! Lu telpon lah atau sms gitu kek, jangan diem aja kocak!" ujar Sahira.


"Iya iya sebentar, lu yang pengen ketemu dia ngapa jadi gue yang repot sih?!" umpat Elargano kesal.


"Ohh jadi lu gak mau ketemu sama cewek lu juga? Wah parah sih, gue aduin loh ke Keira nanti kalau lu ternyata udah gak perduli sama dia lagi dan gak mau jemput dia! Gue yakin banget si Keira itu pasti langsung mutusin lu!" ancam Sahira.


"Heh! Lu songong banget sih! Gue bukan gak mau jemput Keira, tapi gue males aja gara-gara ada lu disini cewek aneh!" ucap Elargano.


"Dih, apa hubungannya sama gue? Lu kalo gak mau jemput cewek lu bilang aja kali, biar nanti gue yang kasih tau ke Keira supaya dia bisa langsung putusin lu dan gak pacaran lagi sama lu!" ujar Sahira.


"Hah? Emang lu siapa berani ngomong kayak gitu ke Keira? Kenal aja enggak!" ujar Elargano.


"Gue sadar sih gue belum kenal dekat sama Keira, tapi gue yakin banget kalo dia itu sahabat masa kecil gue yang udah lama banget gue kangenin! Jadi, itu artinya gue bisa ngomong begitu ke Keira dan kasih saran ke dia buat hati-hati milih cowok, supaya gak sakit hati nantinya!" ucap Sahira.


"Hahaha pede banget sih lu! Belum tentu juga si Keira itu sahabat kecil lu, gue aja gak percaya kalo dia sahabat lu!" ucap Elargano.


"Kita lihat aja nanti! Udah, sekarang mana nih Keira? Udah lu sms dia belum?" ujar Sahira.


"Udah kok, dia gak balas cuma diread. Gue gak tahu dia lagi dimana sekarang, tapi coba deh gue mau cari Keira ke dalam dulu! Lu tunggu aja disini, nanti gue balik temuin lu bareng sama Keira!" ucap Elargano.


"Oke, gak pake lama ya!" ujar Sahira.


"Buset songong banget! Iya iya, duduk aja tuh disitu kalo lu pegel atau capek!" ucap Elargano.


"Oke!"


Sahira mengangkat tangannya membentuk huruf o, lalu beralih menuju kursi yang tersedia di dekat pos satpam.


Sementara Elargano melangkah ke dalam lorong sekolah itu, terlihat memang masih ramai murid yang baru keluar dari dalam sana karena ini jam pulang sekolah.


Sahira duduk seorang diri disana sambil mengetuk-ngetuk telapak tangannya di paha, ia merasa bosan dan memilih memejamkan mata sembari bersandar pada dinding.


"Huft, semoga aja feeling gue bener kalo Keira ceweknya El itu emang sahabat kecil gue!" batinnya.


"Ehem ehem...."


Tiba-tiba saja ada seseorang yang berdehem di dekatnya, sehingga Sahira terkejut dan reflek membuka matanya melihat ke arah pria yang sedang menatap wajahnya.


"Lu siapa?" tanya Sahira bingung.




Elargano masih mencari-cari dimana Keira berada saat ini, ia menyusuri satu sekolah itu untuk bisa menemukan Keira. Namun, tak kunjung juga ada tanda-tanda mengenai keberadaan gadis itu disana.


Akhirnya Elargano yang mulai frustasi, coba bertanya pada seorang siswa yang kebetulan ia temui saat sedang berjalan, ia pun langsung menghampiri siswa tersebut dan bertanya padanya mengenai Keira.


"Eee misi dek, kamu kenal gak sama murid disini yang namanya Keira Violetta?" tanya Elargano.


"Ohh kenal kok kak, dia anak kelas sebelas b kan?" jawab murid wanita itu.


"Nah iya bener! Terus kamu tahu gak dia dimana sekarang? Soalnya aku sms dia, tapi gak dibalas sama dia!" tanya Elargano.


"Tadi sih aku lihat dia ke kamar mandi, kak!" jawab murid itu.


"Oh kamar mandi sebelah mana ya?" tanya El lagi.


"Disana kak!" jawab murid itu sambil menunjuk ke arah kamar mandi tempat Keira berada.


"Oke deh, makasih ya!" ucap Elargano.


"Sama-sama, kak!"


Setelahnya, Elargano pun melangkah menuju kamar mandi yang ditunjukkan oleh murid tadi. Ia berjalan tergesa-gesa karena sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Keira, apalagi saat ini Sahira juga telah menunggu di depan.


Sesampainya di kamar mandi, benar saja terlihat memang Keira ada disana bersama temannya yang tak lain ialah Alma, Elargano pun langsung bergerak mendekati mereka sambil tersenyum dan menyapa keduanya.


"Hai guys!" sapa Elargano.

__ADS_1


Sontak Keira dan Alma terkejut lalu menatap ke arah Elargano, gadis itu pun tersenyum kemudian menghampiri Elargano dengan sedikit gugup.


"Ka-kamu udah sampe? Kok gak sms ke aku dulu sih?" tanya Keira gugup.


"Aku udah sms dan telpon kamu berkali-kali, tapi kamu gak angkat juga gak balas sms dari aku! Yaudah deh aku cari aja kamu ke dalam, untung ada yang lihat kamu kesini!" jawab Elargano.


"Hah? Masa sih?" ujar Keira tak percaya.


Gadis itu mengecek ponselnya di dalam tas, dan ternyata ponsel miliknya itu memang mati.


"Eh iya, hp ku mati sayang. Maaf ya, aku kayaknya lupa nge-charge deh tadi di kelas!" ucap Keira.


"Oh gitu, yaudah yuk pulang! Ada yang mau ketemu sama kamu tuh di depan!" ucap Elargano.


"Siapa?" tanya Keira penasaran.


"Ada deh, nanti kamu juga tahu sendiri!" ucap El.


"Oh oke! Ma, gue balik duluan ya? Thanks udah temenin gue sampe kesini tadi!" ucap Keira pamitan pada sohibnya.


"Santai Kei!" ucap Alma tersenyum.


Elargano pun merangkul gadisnya itu, lalu berjalan keluar dari kamar mandi untuk menuju ke depan sekolah. Namun, pria itu masih bingung mengapa Keira harus berbohong padanya tadi.


"Kok Keira bohong sih? Padahal jelas-jelas sms gue dibaca tadi sama dia! Ini ada apa sih?" batin El.


Elargano yang penasaran, coba bertanya langsung pada Keira karena tak biasanya gadis itu berbohong seperti itu padanya.


"Sayang, aku mau tanya deh!" ucap Elargano.


"Tanya apa sayang?" ucap Keira penasaran.


"Eee kamu tadi kenapa bohong sama aku? Padahal kamu sempat baca chat dari aku, kenapa kamu bilangnya hp kamu mati karena lowbat? Apa sih yang kamu sembunyiin dari aku?" tanya Elargano.


Keira terkejut mendengarnya, namun ia berusaha tenang agar tak membuat kekasihnya curiga.


"Oh, iya iya aku baru ingat! Tadi emang aku udah sempat baca chat kamu, tapi pas aku mau balas eh tiba-tiba hp ku mati!" jawab Keira berbohong.


"Masa sih? Aku gak percaya!" ujar Elargano.


"I-i-iya sayang, beneran kok! Udah yuk cepetan, katanya tadi ada yang mau ketemu sama aku!" ucap Keira menarik lengan Elargano untuk segera melangkah kembali.


"Kamu gak bohongin aku kan sayang?" tanya Elargano curiga.


"Ya enggak lah sayang, buat apa juga aku bohongin kamu kan?" jawab Keira.


"Iya iya gak bohong kok!" ucap Keira ketakutan.


Mereka pun melanjutkan perjalanan ke depan sekolah sambil saling merangkul, namun tetap saja Elargano masih merasa bingung dan penasaran mengapa Keira berbohong padanya.




"Lu siapa?" tanya Sahira pada seorang pria yang menghampirinya.


Pria itu tersenyum singkat, kemudian berdiri tepat di samping Sahira dan memandang ke arahnya.


"Harusnya gue dong yang tanya, lu bukan murid disini kan? Baju lu aja beda, terus ngapain lu malah ada di kawasan sekolah ini?" ucap pria itu.


"Gue ada janji sama murid disini," ucap Sahira.


"Oh, siapa?" tanya pria itu penasaran.


"Eee namanya Keira, dia lagi dipanggil sama cowoknya. Makanya gue tunggu disini, tapi kalo emang masalah buat lu yaudah gapapa gue pergi aja dari sini!" ucap Sahira.


Sahira hendak pergi meninggalkan tempat itu, namun dicekal oleh pria itu dari belakang.


"Tunggu!" ucap pria itu.


"Kenapa? Lu bilang tempat ini khusus murid-murid disini, terus gue mau pergi kenapa malah lu larang kocak?" ujar Sahira terheran-heran.


"Siapa bilang tempat ini khusus murid disini? Gue kan cuma tanya lu anak sini apa bukan, kalo emang bukan ya gak kenapa-napa lu duduk aja udah jangan pergi!" ucap pria itu.


"Oh gitu, yaudah gue duduk! Terus lu ngapain masih ada disini, gak pulang?" ucap Sahira.


"Eee gue mau kenalan sama lu," ucap pria itu.


"Kenalan? Buat apa?" ujar Sahira heran.


"Ya biar kenal aja, nama gue Max. Nama lu siapa?" ucap pria itu mengenalkan diri sembari mengulurkan tangan ke arah Sahira.


"Oh, gue Sahira. Salam kenal!" ucap Sahira.

__ADS_1


Mereka pun bersalaman sebentar, sebelum Sahira menarik kembali tangannya dan agak menjauh dari pria bernama Max itu.


"Nama yang bagus! Semoga kita bisa jadi teman ya, lu cantik banget!" ucap Max.


"Thanks!" ucap Sahira singkat.


Max tersenyum, lalu ikut duduk di samping Sahira sambil berusaha mencuri-curi pandang ke arah gadis tersebut.


"Ehem ehem..." Max berdehem pelan berharap Sahira mau menoleh ke arahnya.


"Kenapa lu?" tanya Sahira heran.


"Ah enggak kok, gue cuma mau menikmati indahnya ciptaan Tuhan! Soalnya lu cantik banget, gue jadi gak bisa berpaling dari lu! Oh ya, ngomong-ngomong boleh gak gue minta nomer lu?" ucap Max.


"Nomer gue? Mau ngapain sih lu minta nomor gue? Buat apaan?" ujar Sahira.


"Ya supaya kita bisa lebih dekat aja, tapi gue gak maksa sih kalo lu gak mau juga gapapa, terserah lu aja!" ucap Max.


"Oh yaudah, gue gak mau!" ucap Sahira.


"Loh kenapa?" tanya Max kecewa.


"Kan tadi lu sendiri yang bilang, gue gak mau ngasih juga gapapa. Terus kenapa lu sekarang malah kecewa gitu? Suka-suka gue dong mau kasih atau enggak, lagian nomor gue itu privasi dan gak semua orang boleh tahu nomor gue!" jawab Sahira.


"Yaelah sombong amat! Okelah gapapa, kalo gitu nama akun sosmed lu apa? Biar gue follow, terus kita bisa lanjut chattingan disana!" ucap Max.


"Gak mau juga, udah ah mending lu pulang sana gue risih diganggu lu terus!" ujar Sahira ketus.


Max merasa bingung harus bagaimana lagi cara untuknya membujuk Sahira, ia pun garuk-garuk kepala sambil menunduk berpikir untuk bisa membuat Sahira mau memberikan nomornya.




Singkat cerita, Elargano dan Keira sudah sampai di lobi. Mereka melihat Sahira tengah bersama seorang pria asing di pos satpam, tentu saja Elargano penasaran karena ia belum pernah melihat lelaki tersebut sebelumnya.


Sementara Keira masih tak sadar jika yang ingin bertemu dengannya adalah Sahira, ia mengamati wajah kekasihnya penasaran lalu bertanya pada sang kekasih mengenai siapa yang ingin menemui dirinya disana saat ini.


"Sayang, kenapa diem? Mana orang yang mau ketemu sama aku?" tanya Keira keheranan.


"Eh eee itu orangnya sayang, dia yang lagi duduk di pos satpam sama cowok! Kamu kenal gak siapa cowok itu sayang?" ucap El menunjuk ke depan.


"Hah?"


Keira langsung mengarahkan pandangan ke tempat yang ditunjuk sang kekasih, ia menyadari bahwa itu adalah Sahira karena baru-baru ini mereka bertemu dan Keira tak mungkin mudah lupa.


"Itu kan cewek yang waktu itu kamu jadiin pembantu, dia ngapain disitu sayang?" tanya Keira penasaran.


"Ya emang iya, Sahira itu mau ketemu sama kamu sayang! Makanya aku bawa dia kesini, tapi aku bingung siapa laki-laki yang ada di sampingnya? Kamu kenal gak sayang sama dia? Murid sini juga kan pasti?" ucap El bertanya-tanya kebingungan.


"Umm, iya dia anak sini kok! Namanya Max, senior aku disini. Kamu cemburu ngeliat Sahira lagi sama cowok lain?" ucap Keira.


"Hah? Ya enggak lah! Ngapain juga aku cemburu coba?" ucap Elargano mengelak.


"Terus kenapa kamu kayak yang gak suka gitu ngeliat Sahira lagi berdua sama cowok lain? Sampe mukanya jadi kesel gitu, bilang aja kali kalo kamu cemburu sayang!" goda Keira.


"Apaan sih Kei? Kamu kok jadi begitu sama aku? Buat apa aku cemburu Kei? Toh aku udah punya kamu sayangku, aku cemburunya kalau kamu dekat sama laki-laki lain! Udah ya sayang, yuk kita samperin aja mereka!" ucap Elargano tersenyum.


"Umm, iya deh!" ucap Keira.


Akhirnya keduanya lanjut melangkah mendekati Sahira dan Max, namun Keira masih penasaran mengapa Sahira ingin bertemu dengannya.


"Ada apa ya? Kok Sahira mau ketemu sama aku? Apa jangan-jangan...." gumam Keira dalam hati.


Begitu sampai di dekat pos satpam, El langsung menghampiri Sahira dan menegur mereka.


"Ehem ehem..." Elargano berdehem pelan.


Sontak Sahira dan Max pun menoleh ke arah pria tersebut, mereka langsung berdiri menghadap Elargano serta Keira.


"Eh kalian udah dateng?" ucap Sahira tersenyum.


"Iya, ini cewek gue! Katanya lu mau ketemu sama dia kan? Udah ngobrol gih!" ucap Elargano.


"Iya kak, makasih ya!" ucap Sahira.


Lalu, Sahira pun melangkah dan berhenti tepat di dekat Keira sambil tersenyum.


"Hai Keira!" sapa Sahira.


"Hai juga, Sahira! Ada apa kamu mau ketemu sama aku?" tanya Keira penasaran.


"Eee aku...."

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2