Sang Pemilik Hati

Sang Pemilik Hati
Menangis


__ADS_3

#SangPemilikHati Episode 122.




"Halo Sahira, my bestie!" Raisa langsung menyapa Sahira begitu tiba di kamar gadis itu.


"Aaaaa bestie ku..." ucap Sahira amat bahagia.


Mereka pun berpelukan disana, Sahira cukup senang karena sahabatnya datang dan ingin menjenguknya saat sedang sakit.


Sahira merasa terkejut melihat kehadiran sahabat-sahabatnya disana, terutama El yang juga turut datang membawakan kue untuknya.


"Hai Sahira! Gimana kondisi lu? Lu baik-baik aja kan?" ucap El menyapa Sahira.


"Iya El, gue udah mendingan kok. Cuma kalau dibuat jalan masih susah," jawab Sahira.


"Syukurlah! Paling gak lama lagi juga lu bakal pulih benar. Oh ya, ini gue bawain kue keju buat lu. Tadi gue beli di toko kue pas pulang sekolah. Gue gak tahu apa kesukaan lu, jadi gue bawain aja kue ini buat lu. Kata mbak-mbak penjualnya sih semua orang bakal suka sama kue ini, semoga lu juga sama!" ucap El.


"Makasih ya El! Gue suka kok kue keju, nanti kita makan sama-sama aja. By the way, kalian semua kok bisa kompakan gini sih jenguk gue? Apa kalian udah rencanain ini?" ucap Sahira heran.


"Eee enggak sih Sahira, kita tadi malah gak tahu kalau kak El mau ikut jenguk lu juga. Makanya ini kita bawain makanan yang beda, ini tuh pancake durian yang enak banget dan lagi viral tau! Lu wajib cobain deh!" ucap Raisa.


"Oke guys, thanks banget ya buat makanannya! Nanti kita makan bareng-bareng aja, boleh kan kak Nur?" ucap Sahira menatap ke arah Nur.


"Iya Sahira, terserah kamu aja. Biar aku ambilin piring dulu ya ke bawah, kalian disini aja." ucap Nur.


"Eh jangan kak! Aku gak enak lah sama kakak, biar si Raisa aja yang ke bawah ambil piring! Sana Rai, kasihan kak Nur tau!" ucap Sahira.


"Iye iye.." ucap Raisa menurut.


"Hahaha, buruan ya Rai jangan kelamaan! Gue udah gak sabar mau nyobain pancake durian yang enak ini!" ucap Anisa terkekeh.


"Yeh sialan lu!" cibir Raisa.


"Kamu turun aja ke dapur, terus minta pelayan disana buat ambilin piring ya Raisa!" ujar Nur.


"Ah iya kak, siap!" ucap Raisa.


Raisa pun melangkah pergi dari sana, sedangkan yang lainnya tetap disana terutama El yang kini duduk di sebelah Sahira.


"El, Keira mana? Kok dia gak ikut kesini? Apa dia gak mau jenguk gue?" tanya Sahira penasaran.


"Hah? Bukan gitu Ra, Keira lagi ada urusan di sekolahnya. Mungkin nanti kalau udah gak sibuk, gue bakal bawa Keira kesini buat jenguk lu." jawab El mengarang cerita.


"Oh gitu, kirain dia gak mau jenguk gue. Soalnya dari kemarin juga dia gak kesini, terus pas di tempat penculik Keira juga pulang duluan. Apa waktu itu dia juga ada urusan?" ucap Sahira.


"Eee ya gitu deh Sahira, lu jangan mikir yang enggak-enggak dulu ya soal Keira! Pasti nanti Keira bakal datang kok kesini!" jawab El.


"Iya deh," ucap Sahira singkat.


"Gara-gara Sahira bahas Keira, gue jadi keinget kalau harusnya sekarang kan gue jemput Keira di sekolahnya. Keira udah pulang belum ya? Gue takut dia marah lagi sama gue, aaarrgghh bisa-bisanya gue lupa!" batin El.


Sahira kini beralih menatap Grey yang juga ada di dekatnya, ia senang karena gadis itu sudah baikan dan tidak histeris seperti kemarin.


"Grey, syukurlah lu udah membaik! Gue senang banget lihat lu bisa senyum dan ceria kayak gini lagi, semoga gak ada masalah lagi yang menimpa lu ya Grey!" ucap Sahira.


"Aamiin! Gue juga udah bosan kena masalah terus, ya semoga aja hidup gue bisa bebas sekarang!" ucap Grey.


Elargano masih saja memikirkan Keira, ia khawatir gadisnya marah karena ia lupa dengan janjinya untuk menjemput Keira.




Jordan serta Thoriq yang tengah berkumpul di ruang tamu, melihat Raisa turun dari tangga dan terlihat terburu-buru.


Mereka pun beranjak dari sofa, mendekat ke arah Raisa karena mengira terjadi sesuatu pada adik mereka, Sahira.


"Raisa, ada apa? Kok lu buru-buru gitu? Terjadi sesuatu sama Sahira?" tanya Jordan cemas.


"Eh, enggak kok bang. Sahira baik-baik aja. Ini gue cuma disuruh buat ambil piring di dapur, soalnya Sahira mau makan. Kalian gausah cemas begitu lah, bang!" jawab Raisa sambil nyengir.


"Huh syukurlah! Kita kira Sahira kenapa-napa lagi. Yaudah, lu ambil aja piringnya di dapur! Minta sama bik Sisi coba sana!" ucap Jordan.


"Oke bang! Kalo gitu gue permisi dulu ya bang!" ucap Raisa.


Jordan dan Thoriq kompak mengangguk pelan, sedangkan Raisa sudah pergi ke dapur untuk mengambil piring.

__ADS_1


Ratna yang melihat kedua putranya tengah berdiri di dekat tangga pun heran, ia menghampiri mereka lalu bertanya langsung pada kedua pria itu.


"Jordan, Thoriq, kalian ngapain?" tanya Ratna.


"Eh ibu, enggak kok Bu kita gak ngapa-ngapain." jawab Jordan sedikit gugup.


"Iya Bu, tadi kita cuma cemas aja pas Raisa buru-buru turun dari tangga. Eh ternyata dia cuma mau ambil piring buat makan bareng Sahira di atas," sahut Thoriq.


"Oalah, segitu cemasnya ya kalian sama Sahira? Tenang aja, ibu yakin Sahira baik-baik aja kok! Di atas sana kan ada Nur juga," ucap Ratna.


"Iya Bu, kita tenang kok." ucap Thoriq terkekeh.


"Eh ya, tadi ibu lihat Nawal pergi keluar. Dia mau kemana? Wajahnya kelihatan jengkel gitu, emang dia lagi marah sama siapa?" tanya Ratna.


"Eee kita juga gak tahu, Bu. Biasalah, Nawal itu kan masih ABG jadi dia agak labil gitu. Mungkin Nawal mau jalan-jalan sebentar di luar, biarin ajalah Bu dia udah besar ini!" jawab Thoriq.


"Gak bisa begitu juga sayang, kamu susul dia gih sana! Ibu takut dia kenapa-napa!" pinta Ratna.


"Iya Bu, aku susulin Nawal sekarang." kata Thoriq.


"Yasudah, kalo gitu ibu mau ke kamar sebentar. Jordan, kalau ada apa-apa sama Sahira bilang ke ibu ya!" ucap Ratna.


"Siap Bu!" ucap Jordan menurut.


Setelahnya, Ratna pun melangkah pergi menuju kamarnya. Sedangkan Thoriq menyusul Nawal di luar sana sesuai perintah ibunya.


Jordan yang hendak kembali duduk, merasa terkejut saat mendengar suara pecahan piring dari arah sampingnya.


Praaangg...


Sontak saja Jordan reflek menoleh, ia melihat Raisa baru saja memecahkan piring di tangannya itu dan tampak panik.


"Yah pecah lagi! Duh, gimana dong ini? Gue disuruh ganti rugi gak, ya?" ujarnya cemas.


Jordan pun bergerak menghampiri Raisa, ia menegur gadis itu dan seketika Raisa merasa kaget dengan kemunculan Jordan.


"Raisa!" ucap Jordan pelan.


"Ah iya bang, gu-gue minta maaf ya bang! Gue beneran gak sengaja pecahin piring ini, tolong jangan marahin gue!" ucap Raisa cemas.


Jordan menatap pecahan piring di lantai itu, kemudian terkekeh saat melihat raut kecemasan di wajah Raisa.


"Serius bang?" tanya Raisa memastikan.


"Iyalah, udah tenang aja!" jawab Jordan.


"Huh Alhamdulillah!" ucap Raisa merasa lega.




Thoriq yang baru keluar rumah, tak sengaja melihat Keira tengah bersama seorang lelaki di sebrang rumahnya.


Thoriq merasa heran lantaran mereka tampak mengamati rumahnya dari kejauhan, ia pun langsung bergerak mendekati keduanya untuk bertanya pada mereka.


"Keira! Kamu kok datang ke rumah Sahira gak masuk sih? Pasti mau jenguk Sahira kan? Di dalam aja ayo!" ucap Thoriq.


"Eh ada bang Thoriq, iya nih bang aku mau jenguk Sahira. Dengar-dengar katanya dia kemarin sempat diculik, terus sekarang kondisinya agak buruk ya bang? Aku sebenarnya udah mau jenguk dia dari kemarin, tapi aku sibuk terus." ujar Keira.


"Ah gapapa, Sahira juga udah membaik kok. Masuk aja kalo mau jenguk mah! El pacar kamu juga ada di dalam kok, jadi kamu gak perlu lah nunggu di luar kayak gini!" ucap Thoriq.


"Iya bang, ini aku baru mau kesana kok. Kebetulan aja bang Thoriq udah keluar duluan," ucap Keira.


"Oh gitu, yaudah ayo masuk! Ajak sekalian temannya buat masuk!" ujar Thoriq.


"Gausah bang, dia mah mau langsung pulang kok. Baim, lu pulang aja ya! Thanks udah anterin gue sampe sini, nanti biar gue baliknya bareng El aja!" ucap Keira tersenyum ke arah Ibrahim.


"Ah oke, aku pulang duluan ya? Kamu hati-hati!" ucap Ibrahim.


Keira mengangguk-angguk kecil, sedangkan Ibrahim pamit kepada Thoriq dan naik ke motornya lalu pergi dari sana.


Setelah Ibrahim pergi, Thoriq mengajak Keira untuk segera masuk ke dalam rumahnya mengingat Sahira juga sudah menunggu disana.


"Ayo Kei, kita masuk!" ucap Thoriq.


"Iya bang.." ucap Keira menurut.


Mereka pun melangkah ke dalam rumah itu, namun Thoriq memutuskan hanya mengantar Keira sampai ruang tamu karena ia harus menyusul Nawal.

__ADS_1


"Keira, aku antar sampai sini aja ya? Kamu bisa langsung naik ke atas, kamar Sahira udah tahu kan?" ucap Thoriq.


"Iya bang, aku tahu kok. Makasih ya udah anterin aku sampai sini!" ucap Keira tersenyum.


"Sama-sama, yaudah aku tinggal dulu ya? Kamu bisa kan jalan sendiri?" ucap Thoriq.


"Bisa kok bang," jawab Keira.


"Okay!" ucap Thoriq singkat, lalu berbalik dan pergi keluar mencari Nawal.


Sementara Keira mulai melangkah menuju tangga, kebetulan saat ini Jordan masih sibuk mengurus pecahan piring di dapur bersama Raisa sehingga tak melihat kedatangan Keira.


Keira sudah menaiki tangga secara perlahan, ia terus menatap ke atas berupaya menguping pembicaraan dari kamar Sahira yang terdengar cukup keras sampai kesana.


"Hahaha, lu emang paling bisa deh bikin mood gue meningkat! Thanks ya El, ternyata selain baik lu itu juga perhatian sama gue!"


"Sama-sama Sahira, udah tugas gue sebagai sahabat lu buat selalu menghibur lu dikala sedih dan membantu lu saat lu butuh bantuan!"


Mendengar itu, Keira yakin sekali bahwa suara itu adalah milik Sahira dan El. Keira semakin jengkel, ia mengepalkan tangannya dan memukul tembok di sampingnya dengan pelan.


"Ish, ternyata bener kan kalau El lagi mesra-mesraan sama Sahira!" geram Keira.


Gadis itu terus melangkah lebih dekat menuju kamar Sahira, ia dapat melihat sekilas kejadian di dalam sana melalui celah pintu yang tidak tertutup rapat itu.


Keira melongok dan menganga lebar ketika menyaksikan El tengah menyuapi Sahira dengan tangannya, apalagi keduanya tampak saling menyukai momen itu.


"Hah? El suap-suapan sama Sahira? Romantis banget sih mereka. Apa ini yang namanya cuma teman?" gumam Keira.


"Pantes aja El udah gak perduli lagi sama aku, ternyata emang El lebih sayang dan perhatian sama Sahira." sambungnya.


Keira pun meneteskan air mata, ia langsung berbalik dan hendak pergi dari sana.


Namun, tanpa diduga Jordan serta Raisa ada di belakangnya dan mereka pun sama-sama terkejut.


"Keira? Kamu kenapa nangis?" tanya Jordan heran.




Sahira dan El masih belum mengetahui jika ada Keira di depan kamar itu.


Bahkan, mereka masih tampak asyik saling berbagi kue keju itu dan bercanda tawa.


"Awas tuh berantakan kemana-mana kuenya! Kalau makan itu jangan sambil ketawa dong Sahira!" ucap Nur menegur adik iparnya.


"Ah iya kak, maaf ya! Abisnya ini si El bercanda mulu daritadi, marahin aja dia kak!" ucap Sahira.


"Eee maafin aku ya kak Nur! Aku gak ada maksud buat bikin kamar Sahira berantakan, aku cuma mau hibur Sahira." kata El pada Nur.


"Ahaha, iya gapapa El. Tadi kakak cuma bercanda kok," ucap Nur tertawa kecil.


"Ah kakak ini ternyata bisa becanda juga ya! Tapi bagus deh, jadi gak ada yang bakal dimarahin deh disini." ucap Sahira tersenyum lebar.


"Eh Ra, gue mau ke toilet dong. Daritadi gue udah kebelet banget, kali ini gue gak bisa tahan lagi. Kayaknya udah mau diujung deh," ucap Anisa.


"Hah? Ya ampun Anisa! Kenapa gak bilang daritadi coba?" ucap Sahira keheranan.


"Gue gak enak ganggu lu sama kak El yang lagi asik bercanda, gak sopan juga lah. Makanya gue coba tahan dulu, eh sekarang gue udah gak kuat lagi buat nahannya." jawab Anisa.


"Hahaha, yaudah lu ke toilet aja sana! Toiletnya ada di bawah kok, nanti tanya aja sama orang di bawah!" ucap Sahira.


"Oh oke, bentar ya guys!" ucap Anisa.


"Iya.."


Anisa pun melangkah keluar dari kamar Sahira, namun ia cukup terkejut menyaksikan Keira beserta Raisa dan Jordan di depan sana.


"Loh, ini ada apa?" tanya Anisa pada ketiga orang itu.


Jordan, Raisa, serta Keira menoleh secara bersamaan ke arah Anisa. Keira masih terus meneteskan air mata, namun kali ini ia berusaha menyekanya agar tak dicurigai.


"Eh Nisa, enggak ada apa-apa kok. Ini barusan gue sama bang Jordan mergokin Keira lagi berdiri di depan kamar Sahira sambil nangis, kita penasaran dong terus tanya sama dia. Eh tapi dia belum jawab pertanyaan kita," jelas Raisa.


"Hah? Emang lu kenapa Keira? Kok nangis? Lu mau ketemu sama Sahira atau El? Mereka ada di dalam kok, ayo masuk aja!" tanya Anisa pada Keira.


Keira hanya menggeleng pelan sambil terus menghapus air matanya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2