
Hai akak, jumpa lagi dengan Chantika dan Rendy.. Maaf baru bisa melanjutkan kembali cerita ini. Mohon dukungannya dengan like komen rate bintang lima dan juga favoritkannya biar tak ketinggalan lanjutan ceritanya.
☘️☘️☘️☘️
Happy reading...
Pagi ini Rendy telah bersiap dengan pakaian olahraga nya. Ia akan lari pagi mengelilingi villa. Sudah menjadi kebiasaan Rendy untuk tetap menjaga badannya agar sehat dan bugar.
"Sayang, aku mau jalan-jalan pagi dengan Mbok ke Pasar pagi yang ada di bawah villa ini. Kata Mbok Tri, di sana kalau pagi begini banyak orang jualan. Aku mau lihat juga. Boleh ya? " tanya Chantika meminta persetujuan suaminya.
"Hmmm.." Rendy tampak berpikir serius.
"Kenapa nggak sama aku saja nanti, sayang?" Rendy sedikit keheranan melihat sikap istrinya, pagi ini.
"Aku maunya sekarang, kalau nunggu kamu pulang dari lari pagi yang ada pasarnya sudah bubar" rengek Chantika.
"Aku bisa menemanimu kemana pun yang kamu mau, sayang. Terbang ke bulan pun, aku temani" cetus Rendy menawarkan hal yang sangat mustahal.
Chantika terkekeh geli, mendengar gombalan suaminya di pagi hari.
"Emang bisa terbang? Punya sayap?" Chantika menatap Rendy dengan cemberut.
"Bisa dong. Nanti aku pinjam sayap ayam dulu sebentar" jawab absurd Rendy.
"Mau dibuat kare ayam, sayap nya. Pak" Chantika dengan kekehan nya.
"Dicampur cabe rawit yang banyak dan jangan lupa dada atasnya juga" oceh Rendy sembari mengedip-ngedipkan matanya kearah Chantika.
Tiba-tiba Chantika maju menempelkan dadanya ke dada bidang suaminya.
"Ini dada"
"Hahahaha, ini beda. Sayang" jawab Rendy sambil mengecup sekilas bibir seksi milik Chantika.
"Sayang, boleh ya?" pintar Chantika dengan wajah memelas, ia menangkup kedua tangan di depan dada. "Please, Pak Bos. Aku kan juga ingin jalan-jalan sama Mbok Tri"
Rendy sedikit dibuat bingung dengan sikap manja Chantika, saat ini. Timbul kerutan dalam di kening mulus Rendy.
"Iya, iya.. Ya sudah kalau itu yang menjadi keinginan istriku. Aku nggak bisa melarangnya nanti nggak dapat jatah bisa berabe" cetus Rendy lagi.
__ADS_1
"Siap grakk, Pak Bos" Chantika mengangkat tangan membentuk sikap hormat dengan tangan yang ia letakkan di keningnya.
"Siapa, Bos?" sahut Rendy mengacak-acak rambut Chantika yang tergerai indah.
"Ihh, Sayang! Tangannya nakal! Kan jadi berantakan rambut Chantika! Sangat menyebalkan" dengus manja Chantika, merajuk bak anak kecil yang sedang merengek.
Rendy menjulurkan lidahnya, meledek Chantika dengan terkekeh geli yang melihat kekesalan di wajah cantiknya.
"Awas aja, siap-siap tak kasih jatah malam" balas Chantika sembari melangkah keluar kamar.
"Uppsst.. Tidak bisa" jawab Rendy menarik pinggang istrinya kedalam pelukannya.
"Apa?"
"Utu.. Utu.. Kasih sangu dulu sebelum berangkat jalan biar aman" Rendy langsung menyesap bibir merah Chantika.
"Uuhh, dasar kancil suka nyuri kesempatan" cerca Chantika setelah bisa melepaskan dari jerat kancil dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Satu kosong" kekeh Rendy sambil mengangkat jarinya membentuk bulatan kecil kearah istrinya.
"Tunggu pembalasanku, Furgoso!"
"Sudah.. Sudah.. Nanti tak jadi pergi akunya" Chantika langsung melesat meninggalkan Rendy.
*****
Chantika berjalan menuju dapur mencari Mbok Tri, dengan wajah yang ceria sedap dipandang.
"Mbok Tri sudah siap?" Chantika memeluk Mbok Tri dari belakang, sedikit membuat kaget Mbok Tri. Karena Mbok Tri sedari tadi mencari Yuyud, tapi tak kunjung bertemu.
"Eh, Non Chantika. Buat kaget Mbok Tri" balas Mbok Tri dengan tersenyum ramah dan mengusap tangan Chantika.
"Yuk berangkat, Mbok. Nanti kesiangan" ajak Chantika sembari berjalan keluar rumah, mengandeng tangan Mbok Tri seperti Ibu kandungnya.
Perempuan dengan paras yang ayu, kulit putih mulus. Berstatus istri majikannya itu terlihat rapi dan wangi. Dengan hanya berdandan ala kadarnya saja, sudah keluar aura kecantikan yang sejak lahir dimiliki oleh seorang Chantika.
"Baik, Non Chantika. Apa Tuan Muda Rendy juga sudah berangkat lari pagi?" Mbok Tri bertanya pada Chantika.
"Belum Mbok, tapi tadi sudah bersiap dengan seragam olahraga nya. Sewaktu Chantika tinggal ke dapur" ujar Chantika.
__ADS_1
Hati Mbok Tri belum merasa tenang, kalau belum melihat keberadaan Yuyud. Putrinya. Pasalnya sedari habis sholat shubuh, Mbok Tri belum melihat putri satu-satunya itu.
Chantika yang melihat raut muka Mbok Tri seperti orang bingung itu pun merasa curiga.
"Mbok Tri keberatan ya, Chantika ajak jalan-jalan ke pasar pagi ini?" kata Chantika.
"Eh, maaf Non Chantika. Mbok bukan keberatan diajak jalan-jalan pagi ini. Tapi Mbok Tri belum melihat Yuyud sedari tadi. Enggak biasanya dia pergi tanpa pamit sama Mbok, Non Chantika" balas Mbok Tri dengan nada bingung memikirkan putrinya.
"Mungkin lagi jalan sama temannya kali, Mbok"
”Iya kali ya, Non" jawab Mbok Tri yang terus berjalan pagi menuju pasar dengan Chantika.
Bukannya tidak memperdulikan keadaan putri pembantunya itu. Chantika hanya berpikir positif thinking aja, agar hal tersebut tidak mempengaruhi moodnya, saat ini. Karena pikirannya sekarang ini, ia hanya ingin berjalan-jalan santai di pagi hari untuk merefleksikan otak dan menikmati keindahan suasana pagi di villa milik suaminya itu.
****
Yuyud baru pulang dengan membawa sesuatu yang disembunyikan dalam balik saku celana jeans yang dipakainya.
Melihat suasana villa yang sepi, dengan senyum yang misterius Yuyud terus melangkah ke dalam kamarnya yang disediakan oleh keluarga Rendy.
Yuyud berdiri didepan cermin yang tidak begitu besar dalam kamarnya. Dia terus memuji dirinya sendiri.
"Masih juga cantikkan aku. Usia muda yang aku miliki pasti bisa merebut hati mas Rendy. Ditambah lagi body aku yang seksi, semok bahenol. Pasti mas Rendy akan lebih memilih aku daripada istrinya itu yang kurang sedap dipandang mata"
Yuyud yang berputar-putar didepan cermin dengan mencium sesuatu yang dikeluarkan dari saku celana jeans nya.
"Dengan barang ini, aku bisa menaklukkan mas Rendy. Hari ini juga, aku harus bisa membuat mas Rendy bertekuk lutut dalam pelukanku"
Yuyud segera mengganti kaos oblong yang dipakainya dengan pakaian yang seksi, biar bisa menghipnotis korbannya yang sudah lama diimpikan nya itu.
Yuyud telah bersiap menyambut kedatangan Tuan Mudanya dengan berdandan secantik mungkin dan berpakaian seksi agar mangsanya terjerat dengan umpan yang telah dibuatnya. Ia tersenyum sendiri melihat penampilannya yang hot kali ini. Yuyud menggunakan celana legging yang sangat ketat dan kaos yang press body menempel di kulitnya.
Sangat terlihat aset yang dimiliki Yuyud dengan penampilannya kali ini. Jauh hari ia telah membelinya lewat online dan telah membaca dari situs online bagaimana cara-cara langkah untuk menjerat mangsa besarnya itu, harus dengan umpan yang besar pula.
"Hahahaha.. Tambang uang itu harus diperjuangkan dengan segala cara" pedoman Yuyud, saat ini.
☘️☘️☘️☘️☘️
Bersambung...
__ADS_1