
#SangPemilikHati Episode 136.
•
•
Elargano baru tiba di sekolahnya setelah mengantar Keira tadi, ia merasa sedikit lega karena Keira mau diantar olehnya walau harus dengan paksaan darinya dan juga orang tua gadis itu.
Namun, rasa senang El lenyap seketika saat ia melihat mobil milik Farhan berhenti di dekatnya dan pemilik mobil itu keluar bersama seorang wanita di sebelahnya.
"Sahira?" ucap El spontan terkejut dan membuka mulutnya lebar-lebar.
Rupanya Sahira juga menyadari keberadaan El disana, gadis itu pun memulai aksinya dengan cara menyelipkan tangannya di sela-sela lengan Farhan untuk membuat El makin cemburu.
"Kak, yuk kita masuk!" ucap Sahira.
Mendapat perlakuan manis dari Sahira, membuat Farhan merasa terheran-heran sekaligus tak percaya karena tidak biasanya Sahira begitu.
"Kamu itu lagi kenapa Sahira? Tumben banget kamu mau gandengan begini?" tanya Farhan.
"Gapapa, lagi pengen aja. Emangnya kamu gak suka ya kalau aku begini?" jawab Sahira.
"Ya jelas suka dong, aku malah pengennya kita begini terus setiap hari." ujar Farhan.
"Ahaha, yaudah kamu jangan bilang tumben gitu dong!" ucap Sahira tersenyum manis.
Entah mengapa sikap manja Sahira membuat Farhan sedikit heran, ia pun celingak-celinguk memastikan keadaan sekitar sana.
Ya pada akhirnya Farhan menemukan sosok El tengah berdiri menatap ke arah mereka di tempat parkir itu.
Farhan pun tahu bahwa sikap manja Sahira ini terjadi akibat ada El disana, ia sedikit kecewa karena Sahira tidak benar-benar ingin berdekatan dengannya.
Namun, Farhan diam saja dan lanjut melangkah karena tak mau membuat Sahira kesal.
Sementara El semakin dibuat stress dengan apa yang dilihatnya saat ini, ia sampai menendang tong sampah disana sangking kesalnya.
"Aaarrgghh!! Kelebihannya apa sih tuh cowok? Kok Sahira bisa terima dia buat jadi pacarnya? Heran banget gue sama dia, apa jangan-jangan si Farhan pake pelet?" gumam El.
Akhirnya El memutuskan masuk melalui pintu belakang untuk menghindari bertemu dengan Sahira disana, ia tidak kuat jika harus terus melihat kemesraan antara Sahira dan Farhan.
"Apa udah gak ada harapan bagi gue buat dekat lagi sama Sahira?" batin El.
Saat sedang berjalan pelan sembari memikirkan Sahira, El justru berpapasan dengan Grey yang nampaknya baru memarkir mobilnya disana.
"Eh kak El?" ucap Grey sambil tersenyum.
"Grey? Gimana kondisi lu? Udah membaik kan?" tanya El mencoba sedikit tenang.
"Ah iya, aku udah baikan kok. Ini semua kan juga berkat kak El yang selalu bantuin aku, makasih ya kak!" jawab Grey.
"Sama-sama, gue ikut senang lah dengarnya kalo lu baik-baik aja. Semoga gak ada masalah lagi ya yang menimpa lu!" ucap El.
"Aamiin! Oh ya, kak El mau kemana? Kok arahnya malah kesini?" tanya Grey bingung.
"Ya gue mau masuk sekolah lah, tapi lewat pintu belakang yang agak sepi." jawab El.
"Loh, kenapa gitu? Biasanya kak El juga lewat pintu depan sama kayak yang lain," tanya Grey heran.
"Eee kali ini beda Grey, gue lagi pengen sendiri dan jauh dari gangguan orang. Lu kan tahu kalau hubungan gue sama pacar gue lagi kurang baik, makanya gue butuh healing." jawab El.
"Okelah, tapi kak El mau aku temenin ngobrol gak? Barangkali kamu mau curhat atau cerita apa gitu tentang hubungan kamu sama Keira," ucap Grey.
"Emangnya lu bersedia?" tanya El memastikan.
"Iya dong, kan aku yang tawarin tadi. Masa iya aku malah gak bersedia?" jawab Grey pasti.
"Oh iya, yaudah boleh deh." ucap El singkat.
Grey tersenyum singkat, lalu membalikkan badannya menjadi searah dengan El dan melangkah bersamaan.
"Jadi, apa nih yang pertama kali kamu mau ceritain ke aku?" tanya Grey.
"Eee soal Sahira," jawab El.
"Hah?" Grey terkejut dan melongok lebar seraya menatap ke arah El.
•
•
Sahira dan Farhan masih melangkah berduaan di lorong sekolah, namun kali ini Sahira sudah tidak menggandeng tangan Farhan lagi karena ia malu jika dilihat oleh orang-orang disana.
Farhan pun mewajarkan itu, apalagi ia tahu jika Sahira berlaku manja padanya hanya karena ingin membuat El cemburu. Ya walau sebenarnya ia juga merasa sedikit bersedih karena itu.
__ADS_1
"Kak, maaf banget ya soal tadi! Aku bukannya mau bikin kamu sedih atau gimana, aku cuma malu aja kalau kita terus gandengan tangan." kata Sahira.
"Gapapa Sahira, aku paham kok." ucap Farhan.
"Beneran kak? Kamu gak marah atau kesel gitu karena aku tiba-tiba lepas gandengannya tadi?" tanya Sahira memastikan.
"Ya iyalah, buat apa juga aku marah atau kesal? Itu kan hak kamu mau tetap gandeng tangan aku apa enggak, aku gak bisa paksa kamu dong." jawab Farhan sambil tersenyum.
"Makasih ya kak! Kamu ternyata emang orang yang baik dan pengertian, aku suka deh!" ucap Sahira.
Mendengar perkataan Sahira barusan, membuat Farhan merasa berbunga-bunga dan semakin yakin bahwa Sahira akan menerima cintanya.
"Serius kamu suka sama aku?" tanya Farhan.
"Eee iya, tapi maksud dari kata suka tuh aku suka sama sikap kamu yang baik dan pengertian itu kak." jawab Sahira.
"Ohh, ya gapapa deh yang penting kamu suka sama aku." kata Farhan sambil tersenyum.
"Eee yaudah kak, kayaknya kita pisah disini aja deh. Kelas kita kan juga beda, aku mau lewat tangga ini aja biar cepet dan enggak ketemu sama kakak senior kalo lewat sana." ujar Sahira.
"Oh oke, gimana kalau aku antar kamu sampai ke depan kelas? Kebetulan aku masih pengen ngobrol sama kamu, boleh gak?" usul Farhan.
"Emangnya kamu gak kejauhan? Kan kalau lewat sini, nanti kamu muter-muter." tanya Sahira.
"Enggak kok, kalau sama kamu mah aku gak akan ngerasa kejauhan atau capek. Aku malah maunya sama kamu terus biar enak," jawab Farhan.
"Duh, bisa aja kamu ah!" ujar Sahira tersipu.
"Yaudah, yuk kita ke atas!" ucap Farhan sembari menggenggam telapak tangan Sahira.
"Hah?" Sahira terkejut saat tangan Farhan menyentuhnya.
"Kenapa? Kamu gak suka ya?" tanya Farhan.
"Bu-bukan kak, aku cuma kaget aja tadi. Aku gak sangka kamu mau pegang tangan aku, makanya aku kaget." jawab Sahira.
"Jadi, boleh kan?" tanya Farhan lagi.
"Eee ya boleh-boleh aja sih," jawab Sahira gugup.
"Makasih ya Sahira!" ucap Farhan merasa senang.
Disaat mereka hendak melangkah menaiki tangga, tanpa sengaja mereka malah bertemu dengan Anisa dan juga Raisa yang sedang menuruni tangga di depan mereka.
"Iya Nis, bener banget lu! Bilangnya sih gak pacaran, tapi lihat aja tuh tangannya gandengan kayak gitu!" sahut Raisa.
"Hahaha, ini udah fix sih kita harus minta pajak jadian sama Sahira!" ucap Anisa.
"Heh! Kalian ngomong apa sih? Aku sama kak Farhan belum jadian ya!" ucap Sahira menyangkal perkataan Raisa dan Anisa.
"Oh ya? Berarti kalau belum, bisa ada kemungkinan kalian bakal jadian dong?" ujar Anisa.
"Eee..." Sahira langsung kikuk dan bingung sendiri saat ditanya seperti itu oleh Anisa.
Sementara Farhan hanya senyum-senyum saja tanpa melepas genggaman tangannya.
•
•
Siang harinya setelah pulang sekolah, Sahira berniat menemui Keira untuk meminta maaf sekaligus menjelaskan yang sebenarnya.
Akan tetapi, Sahira masih sedikit ragu mengingat Keira sangat kecewa pada dirinya dan ia khawatir Keira tidak mau menemuinya nanti.
"Sahira!"
Tiba-tiba saja ada yang memanggil namanya, sontak Sahira terkejut dan langsung menoleh ke belakang untuk memastikan siapa yang memanggilnya tadi.
"Kak El?" ucap Sahira menganga lebar saat mengetahui El lah yang ada disana.
"Hey! Kita pulang bareng yuk!" ucap El tanpa ragu mengajak Sahira pergi bersamanya.
"Hah? Lu udah gak waras apa gimana sih kak? Gue gak mau balik sama lu!" ujar Sahira.
"Kenapa sih? Lu masih pengen menghindar dari gue karena Keira? Dengar Sahira, gue sama Keira udah baikan kok. Jadi, lu gausah lah pake menjauh dari gue kayak gitu lagi!" ucap El.
"Walau lu sama Keira udah baikan, tetap aja gue gak mau dekat-dekat sama lu lagi. Gue harus jaga perasaan Keira, lagian gue juga udah punya pacar dan lu gak bisa deketin gue lagi!" ujar Sahira.
"Oh ya? Gue gak percaya kalau lu udah pacaran sama Farhan, pasti lu bohong kan. Kalian cuma pura-pura pacaran kan?" ucap El.
"Terserah apa kata lu aja! Intinya gue gak mau pulang bareng lu, apalagi dekat-dekat sama lu lagi. Udah, lu pergi aja sana!" ucap Sahira ketus.
"Yakin? Mending lu bareng gue aja, lagian cuma satu kali ini kok. Gue yakin baik Keira ataupun Farhan juga gak bakalan marah kok, lu mau ya gue antar pulang?!" ucap El.
__ADS_1
"Walaupun mereka gak marah, tetap aja gue gak mau bareng sama lu El! Lu ngerti bahasa gak sih? Kalo gue bilang enggak ya enggak, paham kan?!" ucap Sahira kesal.
Sahira hendak pergi meninggalkan El, namun El mencekal lengannya dari belakang.
"Tunggu Sahira!" ucap El.
"Apa lagi? Masih mau paksa gue buat bareng sama lu? Dengar ya El, gue ini punya pacar dan lu juga punya! Jadi, bukan suatu hal yang baik kalau kita terus-terusan berduaan!" ucap Sahira.
"Gak ada yang salah kan? Toh kita cuma temenan, kecuali kalau kita selingkuh, itu baru salah. Lu gausah lebay gitu lah!" ujar El.
Sahira menyingkirkan tangan El dari lengannya dan menatap tajam ke arahnya.
"Lu emang susah dibilangin ya! Sekarang lu pergi, jangan tahan gue lagi! Kasihan Keira tau, dia pasti bakal marah banget!" ucap Sahira.
"Lu mau ketemu Keira?" tanya El.
"Bukan urusan lu, mau gue temuin Keira atau enggak itu terserah gue dan lu gak berhak tau tentang itu!" jawab Sahira.
"Kalau lu mau ketemu dia, gue bisa antar lu kok. Hubungan gue sama Keira kan udah membaik, jadi gue bisa temuin kalian berdua. Kalau lu pergi sendiri, belum tentu dia mau ketemu sama lu." kata El sambil tersenyum.
Sahira terdiam memikirkan perkataan El, ia merasa ada benarnya juga apa yang dikatakan El itu.
"Gimana? Lu pasti juga mikir hal yang sama kan sama yang gue bilang tadi? Keira gak mungkin mau temuin lu sekarang, karena dia pasti masih kecewa sama lu." ujar El.
"Bener juga yang dibilang El, tapi masa iya gue harus pergi bareng dia buat temuin Keira? Bukannya itu malah makin bikin Keira salah paham ya sama gue?" batin Sahira.
El meraih dua tangan Sahira dan menggenggamnya, membuat gadis itu sedikit terkejut.
"Ayolah Sahira, ikut sama gue ya!" ucap El.
"El, lu—"
"Lu gak perlu banyak mikir Sahira! Ikutin aja kemauan gue, pasti lu bakal bisa dapat maaf deh dari si Keira!" potong El.
"Ehem ehem.." mereka berdua kompak terkejut saat mendengar suara deheman seseorang.
Keduanya menoleh secara bersamaan ke belakang untuk memastikan siapa disana.
"Kak Farhan?" ucap Sahira menganga lebar.
"Lepasin tangan Sahira!" ucap Farhan menatap tajam ke arah El.
"Lu ngapain sih?" ujar El.
Akhirnya Farhan menarik paksa tangan Sahira dan melepaskan tangan El dari sana, ia juga berdiri tepat di depan Sahira untuk melindungi gadis itu dari sentuhan El.
"Jangan pernah lu deketin cewek gue lagi! Lu harus ngerti bro, dia udah punya gue dan lu juga udah punya cewek!" ucap Farhan.
"Santai ajalah! Lu gausah emosi begitu! Sampai sekarang ini gue sama Sahira cuma sekedar sahabat, dan lagipun gue juga gak percaya kalau Sahira udah jadian sama lu. Mending udahin deh drama kalian berdua ini!" ucap El.
Farhan terdiam seraya melirik ke arah Sahira, El semakin yakin jika diantara mereka memang tidak ada hubungan apa-apa dan Sahira hanya ingin membuatnya cemburu.
•
•
"Keira!" Ibrahim muncul dan berhenti tepat di dekat Keira berdiri.
Gadis yang sedang menunggu jemputan itu pun hanya tersenyum sembari menoleh ke arah pria di sampingnya.
"Iya, kenapa?" tanya Keira lembut.
"Kamu hari ini dijemput siapa?" ucap Ibrahim.
"Eee kayaknya sih pacar gue yang bakal jemput, emangnya kenapa?" ucap Keira.
"Pacar kamu? Maksudnya si El itu? Emang kalian berdua udah baikan ya?" ucap Ibrahim penasaran.
"Ya gitu deh, lagian dari awal juga semuanya cuma salah paham." jawab Keira sambil tersenyum.
"Ohh, ya syukurlah kalau kamu sama El emang udah baikan! Tapi, kamu yakin kalau itu semua cuma salah paham? Emang kamu gak curiga gitu sama si El?" ujar Ibrahim.
"Maksud lu apa sih? Kenapa gue harus curiga sama cowok gue?" tanya Keira heran.
"Ya curiga aja Kei, si El itu kayaknya udah gak cinta lagi sama kamu. Buktinya dia lebih sering abisin waktunya bareng cewek lain, dibanding kamu. Padahal yang pacarnya itu kan kamu," jawab Ibrahim.
"Lu jangan hasut gue dengan pikiran lu yang gak jelas itu deh! Gue tetap percaya sama El, lagian Sahira itu sahabat gue dan dia gak mungkin tega rebut El dari gue!" tegas Keira.
"Iya iya, kamu sabar dong Keira! Aku kan cuma kasih tau kamu aja, supaya kamu lebih hati-hati dan gak kecolongan lagi!" ucap Ibrahim tersenyum.
Keira menggeleng sembari membuang muka, lalu melangkah pergi begitu saja meninggalkan Ibrahim tanpa berbicara.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...