Sang Pemilik Hati

Sang Pemilik Hati
Part 3


__ADS_3

Flasback on


Dengan langkah lebar nya Ara yang saat itu berumur 10 tahun melangkah memasuki rumah saat tiba di ruang tamu dia melihat keluarga kecil yang begitu bahagia tanpa dirinya dan bundanya.


"Ayah lihat nilaiku, aku jadi juara 1 di kelas "


Ucap anak laki laki yang tak lain adalah Arka adik tiri Ara.


"Wah kamu hebat jagoan, Kamu mau hadiah apa dari ayah?


" Aku ingin berjalan jalan bersama ayah dan bunda"


"Tentu saja sayang ayah dan bunda akan menurutinya"


Melihat keluarga yang bahagia itu sangat muak, Ara berjalan melewati mereka.


"Zanara kamu tak ingin bergabung bersama kami"


Ucap Arini yang membuat Ara menghentikan langkahnya.


"Tidak"


jawabnya singkat


"Zanara, coba ayah lihat raportmu"


Dengan terpaksa Zanara menyodorkan Raportnya pada sang ayah. Saat melihat nilai Zanara Ayah seketika itu mengeraskan rahangnya.


"Apa ini, nilaimu merosot hanya ranking 2 dasar anak tidak becus"


Bentak Tuan Arman dengan melemparkan Raportnya pada Ara.


" Lihatlah adikmu yang masih kecil saja juara satu sedangkan kau"


" Untung saja bukan aku yang mengambilkan raportmu kesekolah"


" Sudah ku duga ayah akan seperti ini, ini semua karena ayah tak pernah memperhatikan ku, ayah hanya sibuk dengan keluarga baru ayah"


Plaaak


" Sudah berani melawan ayah "


"Mas, Cukup jangan kasar pada Zanara dia putrimu"


Ucap Arini sambil membantu Ara berdiri tapi di tepis oleh Ara.


"Jangan sentuh aku, Aku benci ayah"


Teriak Ara menangis dengan berlari kekamarnya.


"Mas aku akan mengejarnya"


" Biarkan saja Anak keras kepala seperti ibunya"


Ara yang saat itu masih berhenti di tangga Mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Ayahnya seketika itu dia mengepalkan tangannya.


Flashback Of


Sejak Saat itu Ara tak pernah memanggil Tuan Arman dengan sebutan Ayah dan saat wisuda sekolahnya dia juga tak pernah datang sekalipun Arini berinisiatif ingin Ara pergi tapi Ara sudah membenci keluarga itu, Arka yang saat itu yang tak tau apapun ikut Ara benci.


Di Pesantren


"Assalamaualaikum mbak Zanara"


Seseorang santri menghampirinya yang tengah duduk melamun di sebuah Gubuk.


"Ww-aalaikumsalam"


jawab Ara dengan terbata


" Mbak kenalin aku sifa"

__ADS_1


Ucap Santri bernama Sifa dengan mengulurkan tangannya pada Ara.


"Gue Zanara"


Jawab Ara tanpa membalas uluran tangan Sifa, Sifa sadar uluran tangannya tidak di balas pun menariknya kembali.


"Mbak Zanara Anak mana to? emm kesini cuma naik motor ya?, kok mbak bisa nabrak pohon? terus kenapa mbak..?"


"Lo berisik banget si"


Potong Ara dan berlalu pergi dengan langkah tertatih tatih.


"Mbak Zanara tunggu, Mbak mau kemana?


" Jangan ikutin gue"


" Tapi sekarang kemanapun mbak Ara mau pergi Ada Sifa yang ngikutin mbak"


" Emang lo siapa, lo bukan temen gue"


"Tapi sekarang Sifa adalah temen mbak"


" Mulai kapan lo jadi temen gue kenal aja baru?


"Mulai sekarang"


"Kalo gue gk mau?"


"Sifa maksa"


"Ckk.. Mbak mau kemana? ke kamar mandi? ke halaman? ke masjid? Atau.."


"Diam lo brisik banget si lo pergi jangan ganggu gue"


Teriak Ara pada Sifa. Sifa yang di bentak pun hanya tersenyum.


" Mbak Zanara ini keren lo ya"


Ucap Aneh Sifa membuat Ara mengernyitkan dahinya


"Iya mbak Zanara itu keren suaranya keras banget "


" Hahaha lo bilang gue keren hanya karena suara keras gue, lo polos banget si"


" Mbak Zanara cantik lo kalo ketawa"


Ucap Sifa membuat Ara menghentikan tawanya seketika.


"Ehh mbak kok malah pergi, di katain cantik malah pergi"


Tanpa menjawab ucapan aneh Sifa Ara yang berjalannya masih tertatih tatih pergi kekamarnya.


Ara merebahkan tubuhnya di sebuah ranjang susun yang ada di kamar itu. Di kamar tersebut terdapat dua Ranjang susun dan di huni oleh 4 santri.


Meskipun Ara tak tau siapapun yang tinggal di kamar itu dia langsung merebahkan badannya tanpa pikir panjang.


Ketika akan memejamkan matanya terdengar suara pintu terbuka.


Ckleek


"Loh embak Zanara tidurnya disini to"


Suara cempreng milik Sifa membuat dua bola mata Ara membulat.


"Kenapa lo ada disini si"


"Ini kamar Sifa juga mbak, mbak Zanara senang ya sekamar dengan Sifa"


Perkataan Sifa membuat Ara mengacak rambutnya frustasi.


" Emm mbak"

__ADS_1


Panggil Sifa


"Apa lagi gue mau Istirahat jangan ganggu gue"


"Ini waktunya Sholat Maghrib, Mbak Ara mau sholat bareng sifa di Aula bareng umi"


" Enggak gue mau istirahat jangan ganggu gue"


" **-api mbak.."


"Stop"


"Baiklah mbak, Sifa sholat dulu"


Ketika Sifa berada di Aula bersama para santri lainnya Umi datang menghampirinya.


"Loh Sifa, Ara nya mana gk ikut sholat Maghrib berjamaah?


"M-ba-ak Zanara nya tidur umi"


"Hm baiklah tidak apa apa mungkin dia belum terbiasa"


Umi dan para santri putri pun Sholat berjamaah.


Di kamar Ara tidak bisa tidur mengingat perlakuan sang ayah.


"Pasti lo senangkan gue pergi "


"Lo bisa bahagia dengan keluarga kecil lo itu"


"Tak seharusnya kau bicara seperti itu pada Istriku Zanara, Kau menghina Istriku lalu apa yang harus aku katakan tentang ibumu yang kurang ajar itu aku tak pernah mencintai ibumu yang ****** itu, Mungkin kau juga akan menirukan ibumu menjadi ****** di club malam itu"


"Gue sangat membencimu atas penghinaan yang lo lakukan kepada bunda gue"


Mengingat itu semua Ara meneteskan air matanya, tidak ada yang tau betapa besar luka yang ia tampung dalam hatinya, betapa berat beban yang ia panggul di pundaknya dan betapa besar masalah yang ia tanggung.


Dia menangis sendiri tanpa pundak yang menjadi sandaran tempatnya melegahkan setiap beban, tanpa kenal


Allah yang bisa menjadi tempatnya untuk bersujud dan berkeluh kesah di setiap masalah.


"Emm mbak "


Panggil Sifa.


"Apa jangan ganggu gue"


"Mbak, Sifa cuma mau kenalin penghuni lain kamar ini"


Ketika mendengar itu Ara segera berbalik menatap mereka bertiga.


"Kenalin, sebelah kanan Sifa namanya Anjani dan yang di sebelah kiri Sifa adalah haifa"


"emm dan nja,fa kenalin ini mbak Zanara penghuni baru kamar ini"


"Ralat, Gue cuma sementara disini sampai kaki gue sembuh"


"Aku doain supaya kaki mbak gk sembuh sembuh biar gk pergi dari sini"


Ucapan blak blakan Sifa membuat Ketiga gadis di situ melotot ke arahnya terutama Ara.


"Apa lo bilang? lo nyumpahin gue?


" T-idak mbak maksud Sifa adalah semoga kaki mbak cepat sembuh dan segera pergi dari sini"


"Lo ngusir Gue"


" Huh terserah mbak Zanara aja deh Sifa bingung"


" lo aja yang ngomong bingung apalagi gue"


Ucap Ara frustasi, anjani dan haifa pun hanya geleng geleng kepala atas tingkah Sifa yang lugu.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa Kritik, saran dan juga dukungannya dengan Vote like dan komen dari kalian💪


__ADS_2