
#SangPemilikHati Episode 52.
•
•
Sahira dan Keira kini tiba di bioskop sesuai rencana mereka, kedua gadis itu memang telah berganti pakaian dengan dress yang cantik. Bahkan Sahira sampai bingung saat memakai dress milik Keira tersebut, ya biasanya gadis itu memang belum pernah memakai dress seperti itu.
Keduanya pun masuk ke dalam studio bioskop sesudah membeli tiket dan juga popcorn serta tentunya minuman untuk menemani mereka saat menonton film disana.
"Kei, baju kamu ini bagus banget deh! Nyaman banget dipake nya, tapi aku juga gak terbiasa pakai baju kayak gini Kei!" ucap Sahira.
"Gapapa Ra, nanti juga lama-lama kamu terbiasa kok! Ini kan masih baru, udah yuk kita cari tempat duduknya sebelum filmnya dimulai!" ucap Keira menggandeng tangan Sahira.
"Iya deh, makasih ya Kei!" ucap Sahira tersenyum.
Keira membalas senyum sahabatnya, lalu mereka melangkah mencari tempat duduk mereka. Begitu ketemu, tentu saja keduanya langsung duduk disana untuk menikmati film yang sebentar lagi akan segera dimulai.
"Eh Kei, kira-kira pacar kamu sekarang lagi ngapain ya? Dia pasti bete banget tuh karena gak bisa jalan sama kamu lagi, kasihan tau!" ucap Sahira.
"Gapapa Ra, tadi juga kan aku udah izin sama dia! Toh dia ada urusan di kantornya!" ucap Keira.
"Ohh iya sih..." ucap Sahira sambil memasukkan satu buah popcorn ke mulutnya.
Tak lama kemudian, seorang pria datang dan duduk di bangku samping Sahira. Tampak pria itu menatap ke arah Sahira dan tersenyum, sedangkan Sahira masih asyik menyantap popcorn miliknya sehingga tak sadar jika tengah diamati.
Barulah ketika Keira menoleh ke samping, ia melihat sosok laki-laki yang tengah mengamati Sahira, sahabatnya itu. Sontak Keira langsung memberitahu Sahira dengan cara berbisik, tentunya Keira juga tak mau kalau ada orang yang berani macam-macam dengan sahabatnya.
"Ra, ada cowok tuh ngeliatin kamu terus dari samping! Kamu hati-hati ya jangan sampai lengah, kayaknya dia ngincer kamu deh!" bisik Keira.
"Ish kamu apaan sih? Jangan bikin aku panik deh!" ucap Sahira masih belum sadar.
"Yeh siapa yang mau bikin panik? Beneran kok di sebelah kamu ada cowok yang lagi ngeliatin kamu, makanya coba aja kamu noleh gitu ke samping dan lihat sendiri ada siapa!" ujar Keira.
"Hah? Masa sih??" tanya Sahira tak percaya.
Akhirnya gadis itu menoleh ke sampingnya, ya benar saja si pria masih memandangnya. Namun, pria itu langsung mengalihkan pandangannya begitu Sahira mengetahui apa yang dia lakukan, tentu hal itu membuat Sahira ketakutan.
"Ih iya bener, mana cowoknya kumisan lagi! Aku jadi ngeri Kei! Gimana kalo dia emang punya niat jahat sama aku?" bisik Sahira panik.
"Tenang aja, kan ada aku disini! Lagian dia gak mungkin berani macam-macam sama kamu, toh disini ramai gak cuma kita berdua! Udah, fokus aja nontonnya tuh mau mulai!" ucap Keira.
"Iya Kei, thanks ya! Walau tetap aja sih aku masih belum bisa tenang!" ucap Sahira gugup.
"Hahaha sinian duduknya, jangan terlalu dekat sama dia!" pinta Keira.
"Oh iya iya..." Sahira mengangguk dan bergeser mendekati Keira, ia kembali melirik pria tua di sampingnya itu dan menjauh darinya.
"Hih ngeri banget tuh om-om!" batin Sahira panik.
Film pun dimulai, kecemasan Sahira kini mereda karena ia menikmati alur film yang cukup seru itu sembari menyantap popcorn di tangannya serta minuman cola yang tadi ia beli.
•
•
Setelah film tersebut selesai, kini Sahira dan Keira keluar dari studio sambil bercerita mengenai alur film yang baru saja mereka tonton, ya seperti kebiasaan orang ramai tentunya habis nonton langsung kasih spoiler ke orang yang baru mau nonton di depan bioskop.
"Eh eh tadi seru banget ya filmnya? Hampir aja si karakter utama mati, untung dia masih punya nyawa ke delapan jadi selamat deh!" ujar Sahira.
"Iya Ra, gak nyesel aku pilih nonton film ini disaat sedang maraknya film KKN itu!" ucap Keira.
"Hooh, yaudah yuk balik! Eh ya, ngomong-ngomong si cowok tua yang tadi di samping aku itu kemana ya? Dia kok gak kelihatan di luar sini, apa dia masih di dalam bantu petugas kebersihan?" ujar Sahira.
"Hahaha, yakali Sahira! Mungkin dia udah pulang kali, lagian ngapain kamu nanyain dia? Oh jangan-jangan kamu naksir ya?" ledek Keira.
"Idih najis banget! Masa iya aku naksir sama om-om model begitu?!" elak Sahira.
"Ya abisnya kamu pake nyariin dia segala, aku jadi salah paham kan kalo kamu naksir sama dia!" ujar Keira sambil tertawa kecil.
"Ada-ada aja kamu ah!" cibir Sahira.
__ADS_1
Disaat mereka hendak melanjutkan perjalanan keluar bioskop, tiba-tiba saja Keira merasa ingin buang air kecil. Ya biasalah kalau habis nonton di bioskop yang dingin, pasti bawaannya pengen buang air kecil setelah selesai nontonnya.
"Eh sebentar ya, aku tiba-tiba kebelet nih pengen pipis dulu! Kamu mau ikut juga apa enggak, Sahira?" ucap Keira.
"Aku tunggu disini aja, soalnya tadi kan udah ke toilet pas film lagi mulai!" ucap Sahira.
"Oh iya ya, yaudah aku ke kamar mandi dulu ya? Jangan kemana-mana loh disini aja, nanti pas aku keluar jadi gampang temuin kamunya!" ucap Keira mengingatkan sahabatnya itu.
"Iya, santai aja Kei!" ucap Sahira tersenyum.
Keira pun melangkah menuju kamar mandi wanita yang ada di dalam bioskop itu, sedangkan Sahira menunggu di depan sambil mengutak-atik ponsel miliknya agar tidak gabut, terdapat pesan masuk dari abangnya yang menanyakan kapan ia akan pulang karena hari sudah mulai gelap.
Bang Jordan
Sahira, kapan lu pulang? Udah malem nih, jangan kelamaan di luar nanti sakit!
^^^Sahira^^^
^^^Iya bang, ini aku juga baru selesai nonton. Mungkin abis ini sebentar lagi aku pulang kok, sabar aja ya bang!^^^
Saat sedang asyik bermain ponsel, tiba-tiba seorang pria berdiri di dekatnya dengan tingkah aneh. Sahira sadar ada yang tidak beres, ia pun mendongak menatap sosok pria yang ada di sampingnya itu.
Terlihat sosok pria tua berkumis yang tadi ia temui di dalam studio, rupanya pria itu masih belum pulang dan dugaan Keira salah. Ya justru kini pria itu mendekatinya kembali, dia tersenyum memandangi wajah Sahira dengan tatapan yang mengerikan dan membuatnya takut.
"Hai! Nama kamu siapa gadis manis? Boleh kan saya kenalan sama kamu?" ujar pria paruh baya itu.
Sahira tercengang mendengarnya, yang benar saja pria tua seperti itu mengajak gadis remaja seperti dirinya, sungguh hal yang menjijikkan dan tidak pernah terbayangkan dalam benak Sahira.
"Eee maaf pak, saya—"
"Hey, jangan panggil saya dengan sebutan pak! Emangnya saya ini kelihatan tua apa?" potong pria itu sambil tersenyum miring ke arah Sahira. "Panggil saja saya om, om Frans!" sambungnya mengenalkan.
"I-i-iya deh om, tapi maaf om! Om ini ngapain ya tanya nama saya? Oh ya, emang keluarga om kemana?" tanya Sahira bingung.
"Keluarga? Saya ini masih single dan belum berkeluarga, jadi saya kesini sendirian karena ingin mencari calon untuk dijadikan istri! Apa kamu bersedia?" jawab pria bernama Frans itu.
"Hah??" Sahira menganga lebar mendengar penuturan pria tua itu.
•
•
Biarpun saat ini Elargano baru menginjak kelas tiga SMA, namun papanya ingin ia belajar mengenai seluk beluk perusahaan miliknya agar nantinya jika ia sudah pensiun, Elargano bisa menggantikan posisi dirinya sebagai direktur utama di perusahaan tersebut.
"El, gimana meeting tadi? Kamu sudah paham kan tentang proyek bisnis perusahaan kita?" tanya Erlangga pada putranya itu.
"Belum terlalu ngerti sih, pah. Ya papa tau lah, kan aku masih SMA dan jarang juga aku ikut papa meeting kayak tadi! Mungkin gak lama lagi, aku bisa paham betul, pah!" jawab Elargano.
"Ya, kamu benar! Berarti mulai saat ini, kamu harus sering-sering ikut papa!" ucap Erlangga.
"Siap pah!" ucap Elargano menurut.
Ting!
Pintu lift terbuka, keduanya sama-sama melongok melihat sosok wanita cantik keluar dari sana dan berjalan ke dekat mereka. Itu adalah Adelia, putri dari rekan bisnis Erlangga.
"Eh pas banget ketemu om sama Gano disini, halo om!" ucap Adelia menyapa keduanya.
"Iya, halo Adelia! Kamu ada urusan apa datang ke kantor om malam-malam begini?" tanya Erlangga penasaran.
"Eee ini om, niatnya sih aku mau cari papa siapa tau aja disini. Soalnya aku cari-cari di rumah sama kantor, tapi papa gak ada!" jawab Adelia.
"Ohh papa kamu gak ada disini, sayang! Mungkin dia ada rapat sama rekan bisnisnya yang lain, kenapa kamu gak coba hubungin aja papa kamu biar gampang gitu?" ucap Erlangga.
"Iya ya, yaudah aku mau telpon papa deh!" ucap Adelia tersenyum.
"Silahkan!" ucap Erlangga manggut-manggut.
Adelia pun menghubungi nomor papanya lagi di depan Erlangga dan juga Elargano, sedangkan dua pria itu tetap berdiri disana menunggu Adelia selesai menelpon papanya.
📞"Halo pah! Papa dimana sih? Aku nyariin papa loh daritadi!" ucap Adelia cemas.
__ADS_1
📞"Iya sayang, ini papa masih di tempat teman papa! Ada apa kamu cariin papa sih?"
📞"Aku mau ngobrol sama papa!" jawab Adelia.
📞"Oh gitu, yaudah sebentar lagi papa pulang kok! Kamu tunggu aja di rumah ya!"
📞"Iya pah..."
Setelahnya, Adelia mematikan telpon lalu kembali menatap wajah Erlangga dan juga Elargano.
"Gimana?" tanya Erlangga.
"Papa katanya lagi sama temannya," jawab Adelia.
"Ohh, eh mumpung kamu ada disini, gimana kalo kita makan malem bareng aja bertiga? Kebetulan om sama Gano juga mau makan nih, mau ya ikut sama kita!" ucap Erlangga.
Sontak wajah Elargano langsung kaget mendengar apa yang dikatakan papanya, ya sungguh ia tak suka jika Adelia ikut makan bersamanya saat ini.
"Eee aku gak bisa om, kan aku ada urusan sama papa! Nanti kalau papa udah sampai rumah, terus aku gak ada kan malah ribet lagi! Maaf ya om, mungkin lain kali baru aku bisa makan bareng sama om dan Gano!" ucap Adelia menolak.
"Huh syukurlah!" ujar Elargano spontan sembari menghela nafasnya lega.
"Gano! Kamu apa-apaan sih? Kok malah bilang gitu?" tegur Erlangga menyikut lengan putranya.
Elargano pun menunduk sembari menggaruk pelipisnya, sedangkan Adelia yang mendengar itu hanya tersenyum tipis walau perasaannya cukup sakit mendengar ucapan Elargano tadi.
"El kelihatan seneng banget pas aku nolak ajakan papanya, huft kayaknya emang gak mungkin banget aku bisa dekat sama El!" batin Adelia.
•
•
Sementara itu, Sahira dan Keira sudah keluar dari bioskop tadi. Ya kini mereka mampir sejenak di sebuah restoran dekat sana untuk menikmati makan malam karena mereka sangat lapar.
Namun, Sahira masih teringat pada momen saat dirinya didekati oleh om-om tua saat ia tengah menunggu Keira di dalam bioskop, gadis itu benar-benar tak menyangka kalau ia akan mengalami momen seperti itu.
"Sahira, kamu kenapa sih? Kok ngelamun terus daritadi? Mikirin apa?" tanya Keira heran.
Ya Keira memang tidak tahu apa-apa tentang om-om tua yang mengajak Sahira nikah tadi, karena saat itu Keira sedang di dalam kamar mandi dan begitu keluar ia melihat sahabatnya sedang berada di antrian minuman.
"Eee gak ada kok, aku cuma masih mikirin film yang tadi kita tonton! Itu seru banget tau, aku jadi pengen nonton lagi bareng bang Jordan dan kak Nur nanti!" ucap Sahira tersenyum.
"Oh iya sih benar, emang filmnya tuh rame banget dan bikin nagih! Aku juga mau nonton lagi bareng El nanti, jadi kita nonton berlima biar tambah seru! Gimana? Setuju gak?" usul Keira.
"Boleh tuh, aku setuju sama saran kamu!" ucap Sahira.
Tak lama kemudian, seorang pria duduk di kursi dekat Sahira dan Keira. Pria itu terus mengamati Sahira dari posisinya saat ini, mengulum senyum di bibirnya dengan telapak tangan terkepal.
Sahira tak sengaja menoleh ke tempat pria itu berada, ya ia langsung menyadari bahwa pria itu adalah om-om yang tadi sempat mendekatinya dan bahkan mengajaknya menikah, ia spontan mengalihkan pandangan karena tak mau menatap wajah pria tersebut.
"Duh, dia ngapain ada disini juga sih? Apa jangan-jangan dia emang ngikutin gue ya?" gumam Sahira dalam hati.
Keira pun merasa heran melihat tingkah Sahira, ia bertanya pada sahabatnya itu.
"Ada apa Sahira? Kamu kok kayak ketakutan gitu? Cerita aja sama aku, gausah ditutup-tutupi!" tanya Keira penasaran.
"Eh eee itu loh di samping kita, ada om-om tua yang tadi nonton bareng kita di bioskop!" jawab Sahira menunjuk ke arah si om-om dengan dagunya.
Keira langsung menoleh ke arah yang ditunjuk Sahira, dilihatnya sosok om-om berkumis tengah mengaduk minumannya.
"Oh iya benar, ternyata dia ada disini juga ya! Tapi, kenapa kamu sampe takut gitu lihat dia? Bukannya tadi kamu ya yang nyariin dia pas di bioskop? Udah tuh mumpung dia ada, samperin gih!" ujar Keira.
"Dih apaan sih? Ogah banget aku samperin dia!" ujar Sahira.
"Hahaha..." Keira tertawa lepas menyaksikan ekspresi sahabatnya itu.
Sementara om-om bernama Frans itu hanya tersenyum seringai, ia sadar kalau kedua gadis di dekatnya sedang membicarakan dirinya.
...~Bersambung~...
^^^JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!^^^
__ADS_1