
#SangPemilikHati Episode 41.
•
•
Keesokan harinya, Elargano kembali menjemput Keira di rumahnya. Ia menepati janjinya ingin mengajak gadisnya pergi menemui mama serta papanya yang berada di rumah.
Saat Elargano turun dari mobil, ia disambut oleh Lingga sang ayah dari Keira yang kebetulan memang ingin pergi keluar bersama rekan kerjanya, sehingga tanpa sengaja bertemu dengan El di halaman rumahnya itu.
"El?" sapa Lingga sambil melangkah mendekati Elargano alias calon menantunya.
"Eh om? Om mau kemana nih, rapih bener?" ujar El dengan sikap ramah dan sopan nya, ia mencium tangan Lingga sambil tersenyum.
"Oh ini om ada janji sama teman, kamu sendiri ngapain pagi-pagi udah main ke rumah om? Mau ngapelin anak om ya?" ujar Lingga.
"Hahaha om tau aja, Keira nya udah siap belum ya om?" ucap Elargano.
"Waduh, om kurang tahu deh tuh. Kamu masuk aja terus lihat sendiri di dalam! Tadi sih Keira masih di kamarnya, mungkin lagi siap-siap. Emang kamu mau bawa Keira kemana lagi sih, El?" ucap Lingga.
"Hahaha eee saya mau ajak Keira main ke rumah saya, om. Kan selama ini saya udah sering banget main kesini, ketemu sama om dan tante. Nah sekarang gantian saya mau bawa Keira ke rumah saya, biar lebih akrab aja gitu!" ucap Elargano.
"Ohh ya baguslah itu! Jadi, Keira bisa makin dekat dengan keluarga kamu! Kalo gitu, silahkan aja masuk ke dalam El!" ucap Lingga.
"Eee iya om, makasih! Om hati-hati ya di jalan, jangan ngebut om bahaya!" ucap Elargano tersenyum.
"Kamu ini gimana sih? Mobil om kan juga udah canggih, bisa nyetir sendiri. Bukan om lagi yang nyetir mobilnya, jadi kalau kamu mau bilang gitu ya silahkan aja langsung ke mobil om itu?" ucap Lingga terkekeh.
"Ahaha iya juga ya om, tapi kan tetap om, om bisa atur sendiri kecepatannya! Saya gak salah dong kalau bicara begitu sama om?" ujar Elargano.
"Iya sih, yaudah lah om pusing! Ini gara-gara kemarin seminggu full kerja terus gak ada liburnya, makanya otak jadi panas! Ini sekarang mau refreshing dulu, kamu masuk aja gih!" ucap Lingga.
"Oh siap om!" ucap Elargano.
Lingga pun melangkah pergi menuju mobilnya, ia masuk ke dalam dan segera melaju meninggalkan Elargano yang masih berdiri disana sambil tersenyum.
"Hahaha, om Lingga itu asik juga ya orangnya! Beda jauh sama papa!" ucap Elargano.
Pria itu berbalik, kemudian melangkah menuju teras depan rumah Keira. Lagi-lagi ia dibuat terkejut dengan kemunculan seseorang dari dalam rumah tersebut, untungnya orang itu ialah Keira sendiri yang sedang ia tunggu-tunggu.
__ADS_1
"El? Kamu udah sampe? Kok kamu gak langsung masuk aja sih?" ujar Keira tersenyum.
"Waw Keira, kamu cantik banget!" ucap Elargano.
"Ahaha makasih sayang! Aku kan emang harus tampil cantik supaya bisa bikin papa mama kamu terkesan!" ucap Keira.
"Sebenarnya gak perlu sih, mama papaku kan juga udah tahu kalau kamu cantik. Biarpun kamu tampil biasa-biasa aja, tetap kelihatan cantik banget kok sayangku!" ucap Elargano.
"Sayang, kamu mau mampir ke dalam dulu atau kita langsung jalan aja nih?" tanya Keira.
"Eee aku mau ketemu mama kamu dulu deh, gak enak kalo kita langsung pergi tanpa pamit sama mama kamu!" jawab Elargano.
"Oh iya, tapi kalo papaku udah berangkat!" ucap Keira.
"Iya sayang aku tahu, tadi aku ketemu kok di depan. Kan aku bilangnya pamit sama mama kamu, bukan papa kamu!" ucap Elargano tersenyum.
"Hehe iya aku gak tahu sayang!" ucap Keira.
"Yaudah, pamit dulu yuk sama mama kamu!" ucap Elargano langsung mendekati Keira dan merangkul gadisnya itu.
"Sabar sayang! Kalau buru-buru, nanti bajuku rusak!" ucap Keira.
Keira tersenyum, lalu melangkah mengikuti kaki sang kekasih masuk kembali ke dalam rumahnya untuk menemui mamanya dan pamitan sebelum mereka pergi ke rumah Elargano.
...•••...
Disisi lain, Sahira baru bangun dari tidurnya. Ia amat lelah setelah semalam harus menjadi pelayan bagi Elargano dan juga kekasihnya dalam dinner romantis mereka berdua di restoran mewah.
Sahira pun bangkit bersandar di kasurnya sambil mengucek-ngucek mata, ia melihat ke arah jam dan cukup terkejut karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
"Hah? Jam sembilan??" ujar Sahira kaget.
Gadis itu langsung terburu-buru turun dari ranjang dan menyibakkan selimutnya, ia merapihkan kasur masih sambil menguap serta mengucek-ngucek mata yang mengantuk akibat kurang tidur.
Setelahnya, Sahira bergegas masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Barulah ia berganti pakaian sesudah selesai mandi, gadis itu bergerak cepat keluar dari kamarnya dan turun ke bawah menemui abang serta kakak iparnya.
Terlihat di sofa ruang tamu, Lingga tengah asyik menonton tv sambil menikmati secangkir kopi serta piring berisi pisang goreng buatan Nur.
"Pagi bang!" ucap Sahira menyapa dan menghampiri abangnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Eh lu baru bangun?" tanya Jordan.
"Umm, iya bang. Maaf ya, aku malah bangun kesiangan! Jadinya aku gak bisa ikut lari pagi bareng bang Jordan sama kak Nur deh, abang udah pulang ya pasti?" ucap Sahira.
"Iyalah, gue juga udah mandi kali! Lagian suruh siapa lu semalam pulang larut banget? Rasain kan tuh jadi bangun kesiangan!" ujar Jordan.
"Ya maaf!" ucap Sahira cemberut.
"Udah udah, mending lu sarapan sana! Lu abis mandi dan perut lu masih kosong kan? Buruan diisi gih sana, sebelum sakit perut!" ucap Jordan.
"Iya bang," ucap Sahira pelan dan singkat.
Gadis itu beralih melangkah menuju meja makan, tampak Nur masih ada disana tengah menikmati sarapan paginya. Sahira pun menghampiri Nur dan duduk di samping wanita itu, tak lupa ia menyapa kakak iparnya sambil tersenyum.
"Hai kak, selamat pagi!" sapa Sahira.
"Eh Sahira, iya pagi juga! Walau ini udah agak siangan sih, tapi gapapa!" ucap Nur terkekeh.
"Ahaha iya kak, eh kok kak Nur baru sarapan? Emang tadi gak sarapan bareng bang Jordan?" tanya Sahira.
"Udah kok, cuma ini lapar lagi!" jawab Nur.
"Hah? Waw keren ya kak Nur, cepet amat laparnya! Gak takut bakal jadi gemuk tuh kalo terlalu banyak makan?" ujar Sahira.
"Ya enggak dong, kan abang kamu udah bilang bakal tetep cinta walaupun aku gemuk!" ujar Nur terkekeh.
"Hahaha iya bagus tuh kak! Jadi, kak Nur bisa tes kesetiaan bang Jordan deh!" ucap Sahira.
"Nah iya itu dia maksudku, udah sekarang kamu sarapan gih mumpung masih ada tuh lauknya sebelum aku habisin!" ucap Nur.
"Ahaha siap kak!" ucap Sahira tersenyum.
Sahira pun mengambil nasi serta lauk ke dalam piringnya, tiba-tiba saja ia kembali teringat pada sosok Keira yang ia temui semalam saat berada di restoran.
"Keira, kenapa rasanya aku yakin banget kalau semalam itu kamu?" batin Sahira.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1