
#SangPemilikHati Episode 51.
•
•
Alma sampai di rumahnya, ia masih terus memeluk boneka dari Keira dan membawanya ke kamar. Tampaknya Alma sangat senang dengan boneka tersebut, ia mengelusnya lembut dan menaruh boneka itu di atas meja bersama bonekanya yang lain dan tak lupa mengecupnya.
"Duh, cakep banget sih nih boneka! Kenapa ya Keira gak mau ambil boneka ini? Ah tapi biarin deh, yang penting gue bisa punya boneka ini!" ujarnya.
Lalu, Alma merebahkan tubuhnya di atas ranjang sesudah melempar tas miliknya ke bawah. Ia merentangkan kedua tangan, memejamkan mata sambil menghela nafas.
"Haaahhh capek banget...!!"
Ia melirik ke samping, menatap boneka itu sambil tersenyum. Entah mengapa Alma merasa senang sekali bisa memiliki boneka tersebut, walau ia tahu sebenarnya boneka itu adalah milik Keira yang diberikan oleh Ibrahim.
Alma pun bangkit kembali, ia duduk bersandar dan mengambil boneka itu untuk dipeluk serta dielus lembut olehnya. Lagi-lagi Alma mencium boneka tersebut, ia memang suka dengan boneka sejak ia masih kecil hingga sekarang.
"Aaaaa cantik banget nih boneka! Gue yakin Keira pasti nyesel udah buang dia!" ujarnya.
Gadis itu menaruh bonekanya di tempat semula, lalu berdiri mencari-cari remote AC karena ia merasa kegerahan.
"Mana ya tuh remote?" gumamnya bingung.
Alma berjalan kesana-kemari mencari remote nya, dengan satu tangan ia gunakan untuk melepas kancing seragam sekolahnya satu persatu karena sudah tak tahan lagi.
"Nah ini dia! Untung aja ketemu, jadi gue gak kegerahan lagi deh!" ucap Alma.
Ia menyalakan AC di kamarnya, kemudian lanjut melepas seragamnya dan rebahan kembali di atas ranjang dengan hanya mengenakan tanktop.
"Huh seger!"
❤️
Tanpa ia sadari, dari tempat yang lain Ibrahim rupanya tengah duduk menyalakan laptop miliknya dan mengamati segala aktivitas yang dilakukan Alma di kamarnya.
Pria itu sangat kaget melihat yang ada di kamera pengawas tersebut adalah Alma, bukan Keira. Padahal ia ingat betul bahwa ia memberikan bonekanya kepada Keira, namun saat ini yang sedang ia perhatikan adalah Alma.
"Loh, ini kok jadi si Alma sih? Mana Keira?" ujar Ibrahim terheran-heran.
Ibrahim terlihat sangat kesal dan geram karena rencananya untuk mengamati Keira dari jauh telah gagal, boneka yang ia berikan pada gadis itu justru malah diberikan kepada Alma.
"Aaarrgghh sial! Pasti Keira yang kasih boneka itu ke Alma, kurang ajar! Semua rencana gue gagal, aaarrgghh!!" teriak Ibrahim penuh emosi.
Braakkk...
Ia langsung menutup layar laptopnya dan menggebrak meja dengan penuh kekesalan, niatnya sudah gagal dan ia tidak bisa melihat keseharian Keira ketika di rumah.
"Gak gak, gue gak boleh nyerah! Gue harus bisa milikin Keira!"
Tak lama kemudian, seseorang berteriak dari arah luar memanggil namanya dengan nada cemas, sepertinya wanita itu panik mendengar suara gebrakan dari dalam kamar Ibrahim tadi.
"Him, lu kenapa? Buka pintunya, Him!" teriak wanita itu.
Ibrahim mengacak-acak rambutnya, lalu melangkah membuka pintu.
Ceklek...
"Baim, ada apaan sih? Kok tadi gue denger suara gebrakan meja dari kamar lu? Apa itu lu sendiri?" tanya wanita itu cemas.
"Eee gak ada apa-apa kok, mbak. Gue cuma lagi kesel aja!" jawab Ibrahim berbohong.
Ya wanita yang saat ini berdiri di hadapan Ibrahim adalah Leani, alias kakak tiri Ibrahim. Memang Ibrahim sekarang tinggal di rumah ayah tirinya, sejak sang ibu memilih menikah kembali.
"Yaelah sok banget lu! Emang lagi kesel kenapa sih? Cerita sini sama gue, biar gue bisa bantu!" ucap Leani.
"Gausah, lu kan lagi kerja kelompok. Gue butuh istirahat aja kok, sorry ya gue udah ganggu lu!" ucap Ibrahim.
"Oh yaudah, tapi kalo lu butuh teman curhat dateng aja ke gue ya!" ucap Leani.
"Oke mbak!"
"Yaudah, gue balik ke depan dulu ya?" ucap Leani.
"I-i-iya mbak.."
Leani berbalik dan pergi dengan berlari kecil, membuat Ibrahim melongok saat melihat bok*ng milik kakak tirinya itu bergoyang mengikuti irama langkah kakinya.
"Mbak Leani itu benar-benar wah! Itu yang bikin gue selalu bergairah!" gumam Ibrahim.
__ADS_1
...•••...
Disisi lain, Keira masih berada di dalam mobil bersama Elargano sang kekasih yang akan mengantarnya pulang. Awalnya mereka hendak menghabiskan waktu berdua, namun di tengah perjalanan Keira berubah pikiran.
Tentu Elargano kesal lantaran Keira lebih memilih untuk pergi bersama Sahira dibanding dengannya, ya alasannya karena gadis itu memang sudah ada janji lebih dulu dengan Sahira untuk pergi ke bioskop menonton film.
"El, maaf banget ya kayaknya aku gak bisa jalan sama kamu deh! Soalnya aku udah terlanjur ada janji sama Sahira buat nonton film," ucap Keira.
"Hah? Kamu serius Kei? Ini kita udah di jalan loh, masa mau kamu batalin gitu aja?" tanya Elargano.
"Maaf El! Aku lupa kalo ada janji sama Sahira, gimana kalau kamu ikut aja nonton film sama kita? Jadi, kamu gak cemberut kayak gitu lagi El!" ucap Keira memberi usul.
"Ikut kalian? Duh, kayaknya enggak dulu deh! Soalnya aku masih ada urusan lain, kalo kamu gak mau aku ajak jalan-jalan yaudah gapapa biar aku bantu papa di kantor! Kamu senang-senang aja sama Sahira, nikmati waktu kalian!" ucap Elargano.
"Iya El, itu yang emang pengen aku lakuin! Karena kan kita udah lama gak ketemu, tapi beneran nih kamu gapapa El?" ucap Keira masih ragu.
"Iya aku gapapa kok, mungkin besok lagi kita bakal bisa jalan berdua!" ucap Elargano tersenyum.
"Eee tapi kok kamu kelihatan kayak sedih gitu sih El? Kalau emang kamu gak suka, bilang aja kali El jangan ngumpat di dalam hati gitu! Aku kan jadi gak enak sama kamu!" ucap Keira gugup.
"Ahaha, kamu kok mikirnya gitu sih? Mana mungkin aku ngumpat dalam hati? Kamu itu kan wanita tersayang aku, yakali aku jelek-jelekin kamu di dalam hati aku sendiri! Justru aku senang karena bisa lihat kamu ceria kayak gini!" ucap Elargano.
"Yang bener? Gak bohong kan?" tanya Keira.
"Iya sayang, buat apa juga aku bohong? Aku kan cinta sama kamu cantikku! Yaudah, jangan dibahas lagi ya Keira manis!" jawab Elargano.
Keira mengangguk sambil tersenyum, ia merasa lega mendengar kata-kata kekasihnya itu, ya walau Keira masih belum yakin sepenuhnya kalau El memang tak sedih ditinggal olehnya.
"Sayang, nanti di kantor papa kamu, kamu jangan genit loh sama karyawan wanita yang ada disana! Inget, kamu udah punya aku!" ucap Keira.
"Kamu gak salah bilang gitu? Aku mah setia sama kamu sayangku! Justru sebaliknya, aku yang harus ingetin kamu supaya gak godain cowok-cowok di bioskop! Apalagi disana pasti banyak laki-laki muda yang ganteng, nanti kamu terpikat lagi!" ucap Elargano membalikkan perkataan Keira.
"Ish, kenapa jadi aku yang kena? Aku mana pernah genit ke cowok-cowok lain, El?" ujar Keira.
"Ah masa? Bukannya sering?" tanya El menggoda.
"Enggak ya, aku gak pernah tahu! Kamu kali tuh yang sering godain cewek-cewek di luaran sana, kamu kan buaya darat!" cibir Keira.
"Hahaha cie ngambek nih ye..." ledek Elargano.
"Ish apaan sih?!"
Keira mencibirkan bibirnya, Elargano langsung mencubit kedua pipi gadisnya sambil tertawa kecil dan mengusap puncak kepala Keira dengan lembut serta ingin mengecupnya.
"Duh duh duh gemesin banget sih kamu sayangku!" ujar Elargano terkekeh.
"Berisik ah!" bentak Keira kesal.
"Hahaha..." El tertawa lepas.
•
•
Sementara itu, Sahira juga baru pulang sekolah dan tampak senang sekali karena ia akan pergi ke bioskop menonton film bersama sahabat kecilnya yakni Keira sang kekasih Elargano.
Namun, kesenangannya pudar saat tiba-tiba Farhan si ketua tim voli sekolah itu muncul di dekatnya. Ya Farhan menyodorkan satu buah es krim vanilla di depan Sahira, sehingga membuat gadis itu terkejut melihatnya.
"Hey, lagi nunggu jemputan ya?" ucap Farhan.
Gadis itu reflek memundurkan tubuhnya menjauh dari Farhan, ia merasa risih ketika ada pria yang dengan berani mendekatinya seperti itu.
"Iya, kenapa?" tanya Sahira ketus.
"Gapapa, ini aku ada es krim buat kamu supaya kamu gak bosen nunggu disini! Diterima ya, soalnya es krim ini enak banget loh dan kamu wajib nyoba!" ucap Farhan sambil tersenyum.
"Umm, gak dulu deh gue lagi gak suka es krim, kak! Mending buat lu aja!" ucap Sahira menolak.
"Aku udah beli juga kok, nih jadi kita bisa makan es krim berdua disini Sahira! Daripada kamu nunggu jemputan sambil bengong doang gak jelas, mending makan es krim ya kan? Panas-panas gini tuh paling enak makan es krim tau!" ujar Farhan.
"Maaf kak! Tapi, sekali lagi gue gak mau dan lagian sebentar lagi juga abang gue bakal datang kok!" ucap Sahira tetap tidak mau menerimanya.
"Kenapa sih Sahira? Aku cuma mau kasih es krim ini ke kamu loh, tapi kamu kayak gak suka gitu sama aku! Apa karena kamu lebih tertarik sama si El itu, iya?" ujar Farhan kesal.
"Hah? Maksudnya?" tanya Sahira tak mengerti.
"Ya aku tahu tadi kamu dan El makan berdua di kantin, kalian kelihatan mesra banget! Apa kamu gak tahu kalau si El itu udah punya pacar? Kok kamu masih mau deketan sama dia? Emangnya kamu mau dituduh sebagai perusak hubungan orang?" jawab Farhan.
"Kak Farhan udah gak waras, ya? Gue sama sekali gak punya niat buat jadi perusak hubungan El dan pacarnya, lagian yang tadi itu gue cuma mau bayar hutang budi ke kak El karena dia udah bantuin gue tadi pagi pas telat datang sekolah!" ucap Sahira.
__ADS_1
"Oh gitu, tapi kok kelihatannya kamu senang banget berduaan sama si El?" tanya Farhan.
"Apaan sih? Udah deh gausah bicarain yang gak jelas, sini sini gue terima es krimnya biar kak Farhan gak banyak cencong!" ucap Sahira.
Sahira langsung menarik es krim dari tangan Farhan agar pria itu bisa segera pergi dari sana.
"Nah, ini gue udah ambil es krim dari lu kan? Terus sekarang lu ngapain masih disini? Gue gak mau ada yang gangguin gue lagi, maaf ya kak mending sekarang lu pergi aja!" ucap Sahira.
"Kamu jahat banget sih! Masa yang diambil cuma es krimnya aja? Aku kan pengen temenin kamu juga disini makan es krim, gak boleh?" ujar Farhan.
"Iya, gak boleh! Gue mau sendiri aja, udah deh kak Farhan mending pergi dari sini sebelum abang gue dateng dan masalahnya jadi ribet nanti!" ucap Sahira mengusir Farhan.
"Oh ya? Kenapa emangnya?" tanya Farhan.
"Yaaa..."
Tak lama, sebuah mobil muncul dan berhenti di dekat mereka. Ya itu adalah Jordan sang abang dari Sahira yang baru datang untuk menjemput adiknya di sekolah, Jordan memang agak terlambat karena ia harus bekerja lebih dulu.
Jordan pun keluar dari mobilnya, ia heran melihat ada sosok pria di samping Sahira yang tengah tersenyum ke arahnya.
"Sahira? Maaf ya gue lama! Soalnya tadi ada kerjaan dulu," ucap Jordan.
"Gapapa bang," ucap Sahira tersenyum.
Pandangan Jordan langsung terarah pada Farhan, bahkan Farhan juga tersenyum dan menyodorkan tangan ke arah Jordan, hingga membuat Jordan kebingungan.
"Halo bang! Kenalin gue Farhan!" ucap Farhan.
"Ah iya, gue Jordan! Lu teman sekolahnya Sahira?" tanya Jordan penasaran.
"Betul bang!" jawab Farhan.
"Ohh thanks ya udah temenin adek gue disini!" ucap Jordan tersenyum.
"Sama-sama bang, gue juga gak keberatan kok buat nemenin Sahira!" ucap Farhan.
"Bang, udah yuk kita pulang!" ucap Sahira.
"Iya iya..."
•
•
Singkat cerita, Sahira telah sampai di rumahnya. Gadis itu terkejut sekaligus senang saat melihat Keira sahabatnya sudah berada disana lebih dulu bersama Elargano, ya sesuai janji memang mereka akan menonton film di bioskop berdua.
"Wih seneng amat nih yang udah ditunggu sama sahabatnya!" ujar Jordan.
"Ahaha, iya dong bang! Kan aku mau nonton film sama Keira, abang yakin nih gak mau ikut sama kita?" ucap Sahira.
"Iya, gue gak bisa soalnya!" ucap Jordan.
"Oh gitu, yaudah aku turun duluan ya bang? Mau temuin Keira tuh di luar!" ucap Sahira.
"Ya silahkan!" ucap Jordan mengizinkan.
Sahira pun membuka pintu dan keluar dari mobil abangnya itu, ia langsung berlari mendekati Keira sambil berteriak.
"Keiraaa...!!" teriak Sahira.
"Sahira?" ucap Keira.
Mereka kembali berpelukan disana, keduanya sudah sangat rindu walau baru bertemu kemarin, ya wajarlah kebiasaan wanita memang seperti itu gampang sekali kangen.
"Kei, aku seneng banget deh akhirnya sekarang kita bisa ketemu terus lagi!" ucap Sahira.
"Iya sama, aku juga senang banget Sahira!" ucap Keira di sela-sela pelukannya.
"Ehem ehem..."
Mereka melepas pelukan saat ada suara deheman dari seorang pria di belakang mereka, ya itulah Elargano yang sedari tadi berdiri disana.
"Eh sayang? Kamu kenapa kok ehem ehem gitu? Tenggorokan kamu gatal?" tanya Keira bingung.
"Oh enggak kok, aku cuma bete aja dicuekin gitu sama pacar aku sendiri! Mentang-mentang sekarang udah ada sahabatnya, aku jadi dicuekin kayak gitu!" ucap Elargano.
"Eee maaf ya sayang! Aku kan cuma pelukan doang sama Sahira, lagian baru sebentar kok!" ucap Keira mencibirkan bibirnya.
"Iya iya gapapa kok," ucap Elargano tersenyum.
__ADS_1
...~Bersambung~...
^^^JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!^^^