
#SangPemilikHati Episode 132.
•
•
Elargano kembali menemui Sahira yang baru saja turun dari tangga bersama Raisa, ia langsung meneriakkan nama gadis itu sembari berlari ke arahnya dengan kencang.
"Sahira tunggu!" teriak El.
Sontak Sahira serta Raisa pun menghentikan langkahnya, mereka menoleh ke belakang dan menatap El dengan wajah tak suka.
"Ish, kak El mau ngapain lagi sih manggil-manggil nama lu?!" bisik Raisa.
"Gak tahu, gue juga bingung." ucap Sahira.
El kini sudah berada di depan Sahira dan Raisa, ia menatap Sahira sambil tersenyum dengan nafas ngos-ngosan.
"Sahira, boleh kan gue bicara sama lu?" ucap El.
"Gak boleh! Kak El, tolong diingat ya kalau lu itu udah punya pacar! Dan juga jangan lupa, pacar lu tuh sahabatnya Sahira! Apa lu mau bikin persahabatan mereka hancur gara-gara ulah lu sendiri?" ucap Raisa.
"Rai, gue bicara sama Sahira bukan sama lu. Tolong lu jangan ikut campur ya!" ujar El.
"Jawaban gue sama kok kayak Raisa, gue gak akan pernah mau bicara sama lu lagi! Lebih baik lu pikirin caranya gimana buat bujuk Keira, daripada lu terus-terusan deketin gue!" ucap Sahira ketus.
"Gue bakal temuin Keira kok, tapi nanti sepulang sekolah. Untuk saat ini, gue mau minta sama lu buat jangan menjauh dari gue. Please Sahira, kita kan bisa jadi teman!" ucap El.
"Iya El, kita emang temenan kok. Tapi, jangan terlalu dekat! Gue gak mau bikin Keira sakit hati dan salah paham lagi!" ucap Sahira.
"Itu gak akan terjadi, nanti siang lu ikut sama gue ya temuin Keira dan kita jelasin semuanya ke dia kalau diantara kita gak ada apa-apa!" ucap El.
"Gue emang mau temuin Keira dan bicara sama dia, tapi gak sama lu. Dengar ya El, justru kalo kita barengan temuin Keira yang ada dia malah semakin cemburu nantinya." ucap Sahira.
"Benar kata Sahira, ada baiknya kalau Sahira temuin Keira sendiri aja." sahut Raisa.
"Ayolah Sahira, gue gak bisa jauh dari lu!" bujuk El.
"Harus berapa kali sih gue bilang? Gue gak mau jadi perusak hubungan sahabat gue sendiri, ngerti gak sih lu?!" tegas Sahira.
"Oke deh, lu emang udah banyak bantu gue. Makasih banget untuk itu ya El! Tapi, tetap gue gak bisa dekat-dekat lagi sama lu!" sambungnya.
"Kenapa sih? Apa karena lu udah pacaran sama Farhan, iya?" tanya El.
"Itu salah satunya, alasan utamanya karena gue gak mau bikin Keira cemburu dan hubungan kalian berdua rusak." jawab Sahira.
"Jadi, beneran lu pacaran sama Farhan?" tanya El.
"Iya, emang kenapa?" jawab Sahira santai.
"Sejak kapan?" tanya El.
"Sejak kemarin dan sampai selamanya, udah ah lu gausah banyak tanya lagi!" ucap Sahira ketus.
Sahira menarik lengan Raisa dan mengajak gadis itu segera pergi dari sana.
"Ayo Rai, kita cabut aja!" pinta Sahira.
"Okay!" ucap Raisa menurut.
"Tunggu Sahira!" El kembali mencekal lengan Sahira dari belakang dan menahan gadis itu disana.
"Please, jangan jauhi gue!" ucap El memelas.
"Lu itu sebenarnya kenapa sih? Lu sengaja ya pengen bikin Keira benci sama gue?" geram Sahira.
"Enggak lah Sahira, buat apa gue lakuin itu?" ujar El terheran-heran.
"Yasudah, kalo gitu stop deketin gue!" pinta Sahira.
Sahira pun melanjutkan langkahnya bersama Raisa, mereka pergi meninggalkan El yang kali ini terdiam tak mengejar Sahira lagi.
"Ra, emang benar lu udah pacaran sama kak Farhan?" bisik Raisa bertanya pada Sahira.
"Hah? Eee sebenarnya enggak sih, makanya gue takut kalo sampe El nanti tanya langsung ke kak Farhan dan dia tahu kalau gue gak pacaran sama kak Farhan." ucap Sahira.
"Waduh! Berarti tandanya lu kepengen ya pacaran sama kak Farhan? Buktinya lu ngaku-ngaku jadi pacarnya dia," ujar Raisa.
"Ngaco aja lu!" cibir Sahira.
"Hahaha..." Raisa tertawa lebar.
•
•
Singkat cerita, kedua gadis itu tiba di kantin. Mereka berniat menghampiri Grey serta Anisa yang sudah lebih dulu berada disana.
Walau tampaknya Sahira masih belum dapat melupakan perkataan El yang tidak bisa menjauh darinya dan ingin selalu berada di dekatnya.
"Hai guys!" Raisa langsung menyapa dua temannya yang sedang terduduk disana.
__ADS_1
"Eh Raisa, Sahira. Sini sini duduk bareng kita! Kebetulan daritadi kita juga nungguin kalian," ucap Grey menggeser duduknya untuk memberi ruang bagi kedua gadis itu.
"Thanks Grey!" ucap Sahira singkat.
Sahira dan Raisa pun duduk disana, tak lupa mereka memesan makanan serta minuman untuk menemani obrolan mereka kali ini.
"Loh, lu kenapa murung gitu Sahira? Ada masalah yang lagi mengganggu pikiran lu?" tanya Grey.
"Iya nih Grey, lu tahu sendiri lah masalah gue gak jauh-jauh dari si El itu." jawab Sahira cemberut.
"Hahaha, emang dia masih belum mau menjauh dari lu Ra? Gue heran deh, kenapa ya kak El susah banget jauhin lu!" ucap Anisa keheranan.
"Nah sama, gue juga ngerasa gitu." sahut Grey.
"Ya wajar aja lah guys, kak El itu kayaknya ada rasa deh sama Sahira. Makanya tuh orang gak bisa menjauh dari Sahira," ucap Raisa.
"Hah? Masa sih? Bukannya kak El sama Keira masih pacaran ya?" ujar Grey terkejut.
"Ya emang, tapi gue rasa kak El tuh juga suka sama Sahira." ucap Raisa.
"Udah lah Rai, lu jangan bikin spekulasi yang enggak-enggak! Belum tentu kan kak El suka sama gue, bisa jadi dia emang pengen jadi teman gue aja." ucap Sahira.
"Hadeh, gak mungkin kak El gak ada rasa sama lu Ra! Buktinya dia segitunya pas lu minta dia buat jauh dari lu," ucap Raisa.
"Iya Ra, gue setuju sama perkataan Raisa!" sahut Grey.
"Sebenarnya gue juga ngira gitu, tapi biarin aja deh mau dia suka sama gue atau enggak itu kan hak dia. Yang penting gue gak punya rasa yang sama buat dia, karena gue ini gak mau bikin Keira salah paham nantinya." ucap Sahira.
"Gak mau bikin Keira salah paham, atau lu sukanya sama kak Farhan?" goda Raisa.
"Apaan sih? Gausah ngada-ngada deh!" elak Sahira.
"Hah? Emangnya Sahira suka sama kak Farhan?" tanya Grey terkejut terheran-heran.
"Enggak, omongan si Raisa mah gausah didengerin!" ucap Sahira.
"Yeh masih aja lu gak mau ngaku Ra! Udah lah lu ngaku aja, lu emang suka kan sama kak Farhan!" ucap Raisa.
"Iya Sahira, justru bagus loh kalo lu jadian sama kak Farhan. Siapa tahu dengan begitu kak El gak bakal deketin lu lagi," usul Anisa.
"Apaan sih? Gue gak ada rasa sama kak Farhan, gausah ngada-ngada deh!" elak Sahira.
"Hahaha, ya gapapa Ra dirasa-rasain aja. Kan cuma buat manas-manasin kak El, biar tuh orang gak deketin lu lagi!" ucap Anisa.
"Iya tuh, gue setuju sama Anisa!" sahut Raisa.
"Gak gak, kalo gue gak setuju! Nanti yang ada kak Farhan baper beneran lagi sama gue, terus masalahnya malah jadi berabe." kata Sahira.
•
•
Sahira hendak pergi ke toilet, namun ia tanpa sengaja berpapasan dengan Farhan dan teman-temannya di depan toilet sehingga terpaksa menghentikan langkahnya lebih dulu.
Farhan pun merasa senang karena dapat bertemu dengan Sahira, ia tersenyum menatap wajah gadis itu dan tentunya dibalas pula oleh senyuman manis milik Sahira.
"Hai manis! Kamu mau kemana sih sendirian gini?" ujar Farhan.
"Eee ini gue pengen ke toilet kak, permisi ya!" jawab Sahira langsung hendak pergi dari sana.
"Tunggu Sahira!" ucap Farhan menahan gadis itu.
"Iya kak, ada apa?" tanya Sahira bingung.
"Boleh gak aku bicara sama kamu sebentar aja?" ucap Farhan sembari menggenggam lengan Sahira dengan erat.
"Eee boleh kok, tapi gue harus ke toilet dulu. Lu gak pengen kan kalo gue pipis disini?" ucap Sahira.
"Ahaha, ya jangan dong! Masa cantik-cantik pipis di celana?" ujar Farhan terkekeh kecil.
"Yaudah, lu tunggu aja disini sebentar! Gue mau ke toilet dulu, nanti gue balik lagi." ucap Sahira.
"Oke cantik! Aku tungguin kamu kok sampai kamu balik lagi," ucap Farhan seraya mencolek dagu Sahira.
Gadis itu tersenyum saja, lalu berbalik dan pergi dari sana menuju toilet.
Rendi dan Fauzi selaku teman Farhan pun mendekati pria itu dengan wajah terheran-heran.
"Han, sikap Sahira ke lu kayaknya beda banget. Dia gak jutek atau ketus lagi ke lu, malah kelihatan ramah banget sama lu." ucap Rendi.
"Iya tuh, apa jangan-jangan si Sahira udah mulai buka hati buat lu." sahut Fauzi.
"Ini kesempatan sih Han, lu bisa pepet terus Sahira mumpung udah dikasih kode tuh tadi sama dia." ucap Rendi.
"Emang itu yang gue mau, dari kemarin juga gue heran sih karena sikap Sahira ke gue jadi agak beda gitu. Nah, makanya sekarang gue pengen deketin dia terus. Siapa tahu kan gue bisa jadian sama dia?" ucap Farhan tersenyum.
"Yaudah, mending sekarang lu susulin dia ke toilet dan tungguin dia disana!" usul Rendi.
"Iya deh, kalo gitu gue ke toilet dulu ya? Kalian bebas mau kemana, gausah ikutin gue!" ucap Farhan.
"Oke Han!" ucap Rendi dan Fauzi bersamaan.
__ADS_1
Farhan pun langsung bergerak cepat menyusul Sahira ke toilet.
Setibanya di toilet, Farhan justru bertemu dengan Listy yang juga baru keluar dari toilet itu.
"Loh Farhan, ngapain disini?" tanya Listy.
"Gue lagi nunggu seseorang," jawab Farhan.
"Siapa?" tanya Listy penasaran.
"Gausah kepo, udah sana lu pergi!" ucap Farhan.
"Yeh dasar lu!" cibir Listy.
Farhan geleng-geleng saja, lalu bersandar pada dinding toilet sembari melipat kedua tangannya di depan.
Sementara Listy mulai melangkah perlahan, namun sesekali ia melirik ke belakang menatap Farhan dengan penuh curiga.
Tak lama kemudian, Sahira yang ditunggu oleh Farhan akhirnya muncul. Tentu Farhan langsung dengan cepat mendekati gadis itu.
"Udah lega cantik?" tanya Farhan.
"Eh kak Farhan, kok lu nyusul kesini?" ucap Sahira terheran-heran.
"Hehe, maaf ya Sahira! Aku sengaja susul kamu, soalnya aku takut kamu lupa." ucap Farhan.
"Ohh ya gak mungkin lah, kak. Tapi, karena lu udah nyusul kesini jadinya kita langsung aja yuk ke taman atau kantin buat ngobrol!" ucap Sahira.
"Nah cakep tuh! Kita ke kantin aja, biar bisa sekalian minum." kata Farhan.
"Boleh tuh," ucap Sahira setuju.
Mereka pun langsung melangkah menuju kantin, tak lupa Farhan mengambil kesempatan untuk menggandeng tangan Sahira dan kali ini tidak ada penolakan dari gadis itu.
Saat di jalan menuju kantin, mereka justru bertemu El yang kebetulan sedang berjalan sendirian. Sahira yang sadar akan hal itu, coba untuk lebih mesra lagi dengan Farhan.
Sahira merapatkan posisinya lebih dekat dengan Farhan sembari menaruh tangannya di sela-sela lengan pria itu, bahkan Farhan pun merasa bingung dengan sikap Sahira.
"Mereka kelihatan mesra banget, apa iya mereka emang beneran pacaran? Kok lu tega banget sih Sahira?" gumam El dalam hati.
•
•
Disisi lain, Keira masih termenung seorang diri di kantin sekolahnya sembari mengaduk-aduk minuman yang ia pesan menggunakan sedotan.
Keira tampaknya belum bisa melupakan apa yang ia lihat di rumah Sahira sebelumnya, bagaimana El kekasihnya sendiri begitu mesra dengan Sahira yang merupakan sahabat masa kecilnya.
"Apa El memang udah gak cinta sama aku lagi?" batin Keira.
Tak lama kemudian, Ibrahim muncul membawa gelas minuman di tangannya serta dua bungkus biskuit.
Pria itu tersenyum memandangi wajah Keira, lalu duduk di hadapan Keira sembari menyodorkan biskuit tersebut ke arah Keira.
"Kei, ini biskuit buat kamu!" ucap Ibrahim.
"Hah?" Keira terkejut dan seketika tersadar dari lamunannya.
"Lu ngapain disini?" tanya Keira terheran-heran.
"Aku cuma mau kasih ini buat kamu, siapa tahu kamu lapar dan pengen makan ini. Soalnya daritadi aku lihat kamu bengong terus, minuman kamu aja sampai gak diminum." ucap Ibrahim.
"Ah iya, gue lagi kurang fokus tadi. By the way thanks ya biskuitnya! Tapi, gapapa nih kalo gue ambil?" ucap Keira ragu-ragu.
"Gapapa, kan aku emang sengaja beliin itu untuk kamu." jawab Ibrahim sambil tersenyum.
"Okay!" Keira menurut dan mengambil biskuit tersebut dari tangan Ibrahim, lalu memakannya.
"Gimana? Kamu suka gak sama biskuit itu?" tanya Ibrahim seraya mencondongkan tubuhnya.
"Suka kok, ini enak. Tapi, di biskuit ini gak ada apa-apanya kan? Lu gak taruh racun atau apa gitu kan?" ucap Keira.
"Ahaha, kamu kok mikirnya begitu sih? Yakali aku tega racunin kamu, itu bersih baru aku beli di warung tadi." ucap Ibrahim.
"Bagus deh!" ucap Keira singkat.
"Oh ya, kamu tadi lagi mikirin apa sih sampai gak sadar gitu pas aku datang?" tanya Ibrahim penasaran.
"Eee..."
"Kalau aku ceritain yang sebenarnya ke Ibrahim, nanti dia malah ambil kesempatan lagi buat makin panas-panasin aku." batin Keira.
"Bukan apa-apa kok, cuma masalah keluarga biasa." jawab Keira berbohong.
"Ohh, yaudah kamu jangan mikirin itu terus ya! Gak baik loh buat kesehatan kamu, terus juga bisa bikin kamu gak fokus nanti!" ucap Ibrahim.
"Iya iya, thanks udah perhatian sama gue!" ucap Keira tersenyum.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1