
Selamat membaca..
Chantika keluar dari kamarnya, berjalan gontai sambil matanya mencari-cari dimana suaminya berada. Ketika berpapasan dengan mbok Tri, ia tak berhenti melengkungkan senyum indahnya.
"Mbok Tri, lihat suamiku?" Chantika bertanya pada Mbok Tri dengan bergelanjut manja.
"Tuan Rendy, ada diteras belakang Nona Chantika" balas Mbok Tri sembari mengusap alembut lengan Chantika.
"Terimakasih, Mbok Tri" Chantika melanjutkan langkah nya menuju teras belakang yang dimaksud oleh Mbok Tri.
Rendy tidak mengetahui jika sudah beberapa menit yang Chantika berdiri bersandar di dinding sambil mendengar semua percakapan antara suaminya dan Yuyud.
Chantika bisa mendengar dengan jelas Yuyud bertanya tentang pernikahan dia dan Rendy yang mendadak itu.
Kata-kata Yuyud yang seolah meremehkan Chantika sebagai istrinya. Dan suara yang bernada manja memicu kekesalan pada hati Chantika.
Sambil terus mengobrol, Yuyud masih bisa mengambil kesempatan untuk mencuri pandang ke arah Tuan Mudanya yang tampan di sore itu.
"Kenapa pernikahan mas Rendy dengan mbak Chantika, terkesan mendadak. Ya?" kekepoan Yuyud akhirnya keluar juga.
"Bukan mendadak, tapi belum ada acara resepsi besar-besaran saja" jawab santai Rendy yang menikmati pemandangan alam yang sejuk di sore hari.
Pikiran negatif thinking Yuyud mulai bekerja, menerka-nerka apa yang sedang terjadi waktu itu. Hingga pernikahan Tuan Mudanya bisa terlaksanakan dengan seorang wanita yang bernama Chantika itu.
Dalam diam, Chantika berusaha menahan emosinya. Sesekali ia mencuri pandang ke arah sang suami casanova nya. Tangannya mengepal kesal. Perasaannya, entah kenapa mendadak merasa tidak nyaman dengan keadaan ini. Kenapa suaminya harus membawa dirinya beristirahat, melepaskan penat dengan kejadian -kejadian yang tak terduga beberapa hari yang lalu. Tempat yang dianggap akan bisa membuat fresh kembali otak yang lelah, malah menjadi tempat yang paling menyebalkan bagi Chantika.
Sambil meremas gemas ujung dress nya, Chantika menghampiri Rendy dan Yuyud yang sedang mengobrol santai. Namun, ada terselip rencana jahat di kepala Yuyud untuk memisahkan pasangan pengantin baru itu.
__ADS_1
Tap.. Tap.. Tap..
Terdengar suara langkah ayunan kaki Chantika.
Yuyud tak menyadari kedatangan Chantika di tengah-tengah mereka. Ia masih asik dengan perbincangan nya dengan Rendy.
"Sayang.. " panggil manja Chantika pada suaminya. "Dari tadi aku cari kamu! Ehh, tak taunya malah mojok berdua di sini!" sindir Chantika, yang tiba-tiba berdiri di sebelah Rendy sambil cemberut.
Mata keduanya saling berpandangan. Senyuman cerah melengkung tipis di sudut bibir Rendy. Ia merasa bahagia sore itu, roman-romannya ada bau cemburu yang tersirat di wajah Chantika, saat ini.
Dengan sigap Rendy menarik tangan istrinya dan langsung menangkap pinggang Chantika untuk didudukan di pangkuannya.
Yuyud terkesiap dengan adegan romantis kedua majikannya itu. Ia reflex menundukkan pandangannya, ia kaget merasa canggung dan malu sendiri melihat kedua pasangan pengantin itu yang bermesraan di hadapannya, kini. Namun, sesekali masih saja mencuri pandang ke arah pria tampan yang sedang asik bercanda dengan istrinya.
Menyadari ada mata yang sedang mengamati dirinya sebagai obyek seseorang. Segera ia memalingkan wajahnya ke arah istri cantiknya itu.
"Perasaan apa ini? Apakah aku cemburu? Sadar, Chantika! Tapi, apa aku tidak boleh merasa cemburu, jika milikku dipandang seperti itu oleh wanita lain? Aku kan berhak atas diri suamiku, karena aku istri sahnya. Sedangkan dia hanya benalu yang akan merusak pernikahanku dengan Rendy. Bibit pelakor harus segera dienyahkan dari bumi ini! Enak saja ingin merebut milik Chantika! Dalam diri Rendy sudah berlebel Chantika, bersertifikat hak milik. Tidak boleh diganggu gugat oleh siapa pun juga. Meskipun itu minion-minion yang berbaris ingin merobohkan bangunan kokoh cinta ChaNdy. Aku harus berjuang dengan sekuat tenaga mempertahankan nya, tidak ada yang boleh menggantikan posisi seorang Chantika di hati Rendy sang mantan playboy, bahkan melengserkan kedudukan ratu dalam istana sang casanova" gumam Chantika lirih, ia berkata untuk dirinya sendiri, menyemangati hatinya yang sedang kesal dengan kelakuan Yuyud. Dan ia berharap suaminya tak mendengar gerutuan yang keluar dari bibirnya.
"Sayang, jangan bilang kamu lagi menggerutu di dalam sana?" kata Rendy sembari menunjuk hati Chantika yang merasakan cenat cenut.
"Emmm.. Gak kok, sayang. Aku hanya ingin makan salad buah, saat ini. Rasanya pasti enak kita makan salad buah dengan menikmati senja yang mulai datang menyapa" ucap manjanya sambil melirik ke arah Yuyud, yang sedari tadi mencuri pandang ke arah Rendy.
Ingin rasanya ia mencolok kedua pupil perempuan yang tengah bahagia menikmati pemandangan yang menyegarkan di hadapannya. Merasa tak nyaman dengan kehadiran bibit pelakor itu. Kesabaran yang sudah ditahan berada di ujung batas. Kali ini rasa kesal dan cemburu bercampur jadi satu, semakin kencang berhembus.
"Uhuk.. Uhuk" Chantika terbatuk-batuk menyadarkan Yuyud dari awang-awang. Dengan sigap Rendy langsung menuangkan air putih ke dalam gelas dan menyodorkan gelas itu pada istrinya.
"Nih minum dulu air putih nya" pinta Rendy pada Chantika.
__ADS_1
Chantika mengambil gelas berisi cairan bening yang disodorkan suaminya. "Terimakasih, sayang.. Kau selalu ada buat aku, disaat yang tepat"
"Selalu, sayang. Aku akan ada untukmu, setiap saat" balas lembut Rendy seraya mengecup lembut kening Chantika. (Jiwa jomblo Yuyud meronta-ronta seketika 😋)
Chantika mengangguk dan tersenyum manja ke arah Rendy. Dan segera meneguk air yang menenangkan serta melegakan tenggorokannya.
"Kau yang terhebat dalam hidupku" Chantika mengecup lembut bibir Rendy.
Tatapan mesra Rendy tak pernah berhenti dari wajah istri yang telah menjadi chandunya. "Tumben, ngecup bibir aku tanpa diminta duluan?" bisik lirih ditelinga Chantika.
Ucapan Rendy yang membuat pipi Chantika merona sempurna. Suaminya berhasil menaburkan virus MSM (Malu Semalu-Malunya) ke wajah Chantika. Seketika membuat Chantika menelusupkan wajahnya ke dada bidang Rendy yang nyaman buat persembunyian.
"Sialan!" gerutu Yuyud.
Kehadiran Chantika di tengah-tengah dia dan Rendy. Sangat mengganggu kesenangan hatinya. Walaupun dia sadar diri hanya putri dari pasangan asisten rumah tangga yang bertugas membersihkan dan menjaga villa milik Tuan Mudanya itu. Namun, tak menyurutkan semangat juangnya untuk merebut Rendy dari pelukan Chantika yang dianggap sebagai penghalang jalannya saja.
"Oh iya, Yud. Tolong buatkan salad buah dan segelas air lemon permintaan istriku tadi. Ingat, tak pakai lama!" titah Rendy yang tidak bisa dibantah lagi oleh Yuyud.
"Baik, Mas Rendy" jawab Yuyud beranjak dari duduknya.
"Apaan.. Mas-mas! E-mas mahal tau!" gerutu Chantika seraya mengerutkan bibirnya.
To be continue..
Selamat hari Kamis manis.. Semanis senyum ChaNdy buat akak readers tersayang..
Jangan lupa like dan komentarnya ya akak semua..
__ADS_1
Terimakasih.. 🙏🏻🥰